SEPUTAR CHINA


Aksi Free Tibet: China Didesak Perbaiki Kondisi HAM-nya

Posted in HAM oleh Seputar China pada Maret 19, 2008

Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Jakarta mengutuk kekerasan yang terjadi di Lhasa Tibet. Baginya China tidak layak menggelar Olimpiade jika kondisi HAM-nya masih buruk.

Insiden kekerasan yang terjadi di Lhasa, Tibet pada pekan lalu yang menewaskan ratusan jiwa manusia tak berdosa adalah sebuah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang berat. Karena itu, penguasa China harus segera membebaskan rakyat Tibet dari segala bentuk penindasan sebelum pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008. Komunitas internasional dan para pemimpin dunia juga didesak untuk segera menekan rejim komunis China supaya memperbaiki catatan HAM-nya yang buruk di Tibet maupun di Daratan China.

Demikian pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Masyarakat Indonesia Untuk Pembebasan Tibet yang menggelar aksi solidaritas di Depan Kedubes China Jakarta pada Rabu (19/3). Aksi damai ini diikuti oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari sejumlah lembaga antara lain dari Yayasan Atap Dunia, Solidamor, The Coalition to Investigate the Persecution of Falun Gong (CIPFG) perwakilan Indonesia LBH Jakarta, Hikmah Budhi, Pemuda PGI dll.

Dalam aksi ini, perwakilan sejumlah lembaga memberikan kecamannya atas kekerasan yang masih terjadi di Tibet. Mereka menganggap pemerintah China tidak layak menyelenggarakan Olimpiade karena tindakannya yang semakin represif menjelang Olimpiade. “Kalau kondisi HAM di China semakin buruk, kita harus menolak pesta olah raga dunia itu dilangsungkan di China,” tandas Muhammad Gatot, Perwakilan CIPFG Indonesia.

Menurut Masyarakat Indonesia Untuk Kebebasan Tibet, sikap tersebut perlu dilakukan mengingat sejak 1959, rakyat Tibet berada di bawah pendudukan rejim Beijing. Sebelumnya ribuan rakyat dan biksu tewas dalam peristiwa pengambilalihan wilayah ini. Tempat-tempat ibadah banyak yang dirusak. Sebagian besar tokoh Tibetan masih meringkuk di tahanan. Rakyat Tibet diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Budaya setempat dihancurkan—pemimpin spiritual Dalai Lama menyebutnya sebagai ‘genosida budaya’.

“Pahitnya keadaan ini tak menyurutkan perjuangan Dalai Lama dan para pengikutnya di Dharamsala, India untuk menuntut otonomi lebih luas, serta membebaskan rakyat Tibet dari cengkraman militer China.”
Disebutkan, tindakan represif justru semakin intensif dilakukan oleh penguasa China menjelang dilangsungkannya Olimpiade Beijing 2008. Tekanan terhadap kegiatan keagamaan di kuil Tibet semakin meningkat sejak akhir 20007 lalu. Selain Tibet, sasaran tembaknya adalah kelompok-kelompok yang dianggapnya potensial menggagalkan pesta olah raga dunia itu. Mereka adalah aktivis HAM dan lingkungan, pengacara pembela rakyat yang tergusur, pengikut Falun Gong, penganut Kristen-Katolik, muslim Uighur.

Apa yang terjadi di Tibet, semakin memperburuk catatan hak asasi manusia di China yang sebentar lagi akan menggelar Olimpiade. “Di luar itu, penguasa China juga terbukti melakukan pelanggaran HAM berat terhadap rakyatnya yang menuntut kebebasan berkeyakinan (pluralisme) dan demokrasi,” demikian bunyi siaran pers mereka. Sebagai contoh, kasus pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup di kamp-kamp konsentrasi China yang sempat menjadi perhatian dunia, dimana sampai sekarang masih terjadi.

Merujuk pada laporan Amnesty International pada tahun 2007 ditunjukan adanya peningkatan pelanggaran HAM di negeri Tirai Bambu ini. “Itu berarti penguasa China telah mengingkari janjinya pada tahun 2001 untuk memperbaiki kondisi HAM-nya jika terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade. Piagam Olimpiade yang memberi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian telah dilanggarnya,” lanjut siaran pers mereka.

Berdasarkan kenyataan tersebut, mereka mengutuk tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan China terhadap rakyat Tibet yang mengadakan aksi damai, yang telah menelan korban ratusan orang. Mereka juga mendesak kepada Komisi HAM PBB dan organisasi hak asasi internasional lainnya agar melakukan penyelidikan independen atas kerusuhan yang terjadi di Lhasa. Selain itu, mendesak kepada penguasa China untuk segera mengakhiri kekerasan di Tibet, serta bentuk pelanggaran HAM lain yang terjadi di China selama ini.

Tak ketinggalan, mereka juga menyerukan kepada para pemimpin dunia termasuk pemerintah Indonesia, dan Panitia Olimpiade internasional untuk menggunakan pengaruhnya– menekan penguasa China supaya segera memperbaiki keadaan HAM-nya yang buruk. Mereka mengajak masyarakat Indonesia dan komunitas internasional untuk memberikan solidaritasnya terhadap para korban pelanggaran HAM yang terjadi di Tibet dan China

Iklan

Serangan Terhadap “Musuh” Olimpiade

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Maret 10, 2008

Oleh: Fadjar Pratikto/Era Baru

Jelang Olimpiade Beijing, penguasa China kembali menyerang kelompok muslim di Xinjiang Barat yang dituduh separatis dan teroris. Dua orang tewas dalam insiden penyerangan ini.

Sebuah serangan militer kembali dilancarkan terhadap kelompok di kawasan China baratlaut yang berpenduduk mayoritas Muslim. Demikian laporan Antara mengutip pernyataan seorang pejabat penting China, awal Maret ini, yang diberitakan media pemerintah.

Disebutkan, kelompok tersebut berencana melancarkan serangan terhadap pertandingan dalam Olimpiade mendatang, kata Wang Lequan, yang memimpin Partai Komunis untuk wilayah Xinjiang di sela sidang parlemen nasional. “Para separatis, penyabot itu akan ditindak tegas, tidak peduli dari etnik manapun mereka berasal,” katanya seperti dikutip Xinhua.

Selain menewaskan dua orang, sebanyak 15 orang ditahan dalam serangan 27 Januari di Urumqi, ibukota wilayah Xinjiang yang luas yang berbatasan dengan beberapa republik Asia Tengah. Lima perwira polisi cedera dalam serangan itu dimana tiga granat rakitan dilemparkan ke mereka.

Secara terpisah, seorang pejabat senior Xinjiang mengaku pihaknya telah melumpuhkan rencana “serangan teroris” terhadap sebuah pesawat yang terbang dari Urumqi ke Beijing. Pesawat China Southern Airlines terpaksa mendarat di Lanzhou, ibukota provinsi Gansu.”Beberapa orang berusaha membuat satu bencana udara ,” kata Nur Bekri, kepala pemerintah wilayah Xinjiang.

Muslim Ditekan
Insiden penyerangan terhadap kelompok muslim sudah berulang kali terjadi di wilayah Xinjiang yang berpenduduk 20 juta jiwa. Daerah ini sebagian besar dihuni etnik Uighur dan minoritas-minoritas Muslim lainnya, yang secara tradisional menuntut otonomi lebih luas. Delapan juta Muslim Uighurs yang tinggal di Xinjiang itu berasal dari etnik Turks.

Perkembangan Islam yang meluas di wilayah Xinjiang Barat telah membuat Partai Komunis China ketakutan. Dengan alasan kelompok muslim melakukan gerakan separatisme dan terorisme, mereka ditekan. Sejumlah tokoh muslim ditangkap, dipenjara dan dibunuh. Menjelang Olimpiade Beijing 2008 ini, tekanan terhadap mereka semakin kuat.

Pada awal tahun 2008 ini, polisi China mengumumkan telah menewaskan 18 orang dalam serangan terhadap mereka yang disebutnya “menumpas” aktifitas separatis Muslim di sebuah kampUighur Xinjiang. Pengumuman itu muncul ketika pejabat China mengecam calon penerima hadiah Nobel Perdamaian, Rebiya Kadeer, seorang tokoh muslim Uighur yang dipenjara tahun 2000 karena dituduh “membocorkan rahasia negara”.

Ba Yan dari Departemen Keamanan Publik Xinjian mengatakan kamp pelatihan itu terletak di dataran tinggi Pamirs, di dekat perbatasan Afghan dan Pakistan. Bas mengatakan kamp- kamp itu dijalankan oleh gerakan Islam Turkestan Timur. Tuduhan yang sama sebagaimana sering dilakukan AS. “Polisi menahan 17 teoris dan mengejar sejumlah lainnya,” kata kantor berita Xinhua mengutip Ba. Polisi juga mengaku telah menyita 22 granat tangan dan lebih dari 1500 lain yang masih dalam proses pembuatan.

Beijing menuduh sejumlah kelompok terkait dengan Al-Qaeda, namun kelompok kelompok hak asasi mengatakan pemerintah China menggunakan perang melawan terorisme sebagai cara menumpas gerakan demokrasi dan menekan kebebasan beragama.

Tahun lalu, laporan Human Rights Watch dan Human Rights in China menyebutkan penguasa China telah menumpas kaum muslim Uyghurs. Penindasan itu dilakukan dengan cara memanggil imam dan menutup mesjid sampai pada hukuman mati ribuan orang setiap tahun. Disebutkan hampir setengah tahanan di kamp pendidikan ulang, dianggap sebagai pelaku kegiatan keagamaan secara gelap. Lima umat Muslim Uighur pada akhir 2007 lalu juga telah dijatuhi hukuman mati karena dituduh “melakukan kegiatan separatis”.
(dari berbagai sumber)

“Dunia yang Sama, HAM yang Sama”

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 27, 2008

Forum CIPFG di TaipehDeklarasi CIPFG : Obor HAM melangkah masuk daratan Tiongkok

(Erabaru.or.id) Setelah menggelar Forum Internasional selama 2 hari pada tanggal 21-22 Februari 2008 di Taipei, CIPFG (Koalisi Penyelidikan Penindasan Terhadap Falun Gong) mendeklarasikan pernyataan bersama, yaitu membawa obor ham masuk ke daratan tiongkok.

Dengan tema “Dunia yang sama, HAM yang sama”, mereka mengharapkan kelompok-kelompok yang ditindas oleh pemerintahan partai komunis China, seperti kelompok anti korupsi, kelompok yang mendambakan kebebasan dan kesetaraan hak azazi manusia dll menyambut gerakan tersebut serta menjadikannya sebagai momentum dalam sejarah untuk memperjuangkan hak-hak sipil dan kebebasan berpendapat serta demokrasi bagi bangsa Tiongkok.

Kegiatan yang dipelopori oleh CIPFG tersebut bertujuan mengungkap berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh partai komunis China di Tiongkok. Obor HAM dinyalakan pertama kali pada 9 Agustus 2007 lalu di Athena, dan telah berkeliling melintasi 26 negara dan 80 kota di seluruh dunia, yang mendapat dukungan dan dampak yang semakin besar di masyarakat internasional untuk lebih menyoroti betapa buruknya kondisi HAM di Tiongkok, muncul suara-suara yang menuntut Beijing untuk memilih antara hentikan penindasan sekarang juga, atau mereka akan bertindak memboikot olympiade 2008.

Dipastikan Obor HAM akan dibawa masuk dan menyebar ke seluruh pelosok daratan Tiongkok terhitung sejak Maret 2008, itu merupakan dukungan nyata dari masyarakat dunia luar kepada rakyat Tiongkok untuk bangkit dan mengungkap kondisi HAM yang buruk di negaranya.

Adapun tujuan terfokus pada daerah yang penduduknya diperlakukan sangat buruk oleh pemerintah PKC(Partai Komunis China), tempat- tempat penting saksi sejarah akan penindasan PKC, kota-kota penting yang berhubungan dengan sejarah PKC, maupun yang maju pesat dalam perkembangan sejarah bangsa Tionghoa, daerah pariwisata, kota yang berhubungan dengan kegiatan Olympiade, dan kota Beijing tempat olympiade akan dilangsungkan.

Dipertimbangkan dari segi keselamatan dan kelancarannya, estafet penyampaian Obor HAM akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan bervariasi, misalnya brosur, email, sms, pesan singkat melalui skype, kaos T Shirt, bahkan juga tulisan di lembaran uang, pada bangunan-bangunan tentang seruan “Dunia yang sama, HAM yang sama”, juga pita kuning sebagai simbol pergerakan.

CIPFG menyatakan, pembahasan rancangan Obor HAM Estafet Global sedang dilakukan dan akan diumumkan dalam waktu dekat, mereka menyatakan dengan senang hati jika rakyat Tiongkok mau merancangnya untuk digunakannya sendiri di sana.

Sumber berita : http://www.dajiyuan.com
http://tw.epochtimes.com/bt/8/2/22/n2020014.htm
http://www.erabaru.or.id/k_01_art_834.html

Forum di Taipei Mendesak Dunia Memboikot Olimpiade Beijing

Posted in OLIMPIADE,Uncategorized oleh Seputar China pada Februari 27, 2008

Pembicara utama adalah David Kilgour, mantan Sekretaris Negara Kanada Urusan Asia Pasifik, dan senator Australia Andrew Bartlett membuka “Forum Internasional: HAM di China dan Olimpiade 2008” di Hotel Grand Hyatt, Taipei pada tanggal 21 Februari 2008. Lebih dari 100 tokoh politisi dan aktivis HAM dari 12 negara berkumpul untuk berunding, bagaimana memotivasi kekuatan global untuk memboikot Olimpiade Beijing.
Acara pembukaan dimulai dengan surat ucapan selamat dari Presiden Taiwan, Chen Shuibian. Presentasi diberikan oleh para narasumber yang meliputi: Shieh Jhy-wey, Menteri Kantor Informasi Pemerintahan dan Tung Chen-yuan, wakil ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok. Disamping itu, terdapat Edward McMillan-Scott, wakil presiden Parlemen Eropa, dan Dana Rohrabacher, anggota Kongres AS, mengirim video pidato mereka yang menyerukan kepada dunia agar menaruh perhatian terhadap catatan HAM di China.
William Lai, ketua CIPFG (Koalisi Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong di China) cabang Asia, menyatakan bahwa banyak tokoh penting di dunia sedang menentang Olimpiade Beijing, termasuk Pangeran Charles dan sutradara Stephen Spielberg. Menurut Lai, rejim komunis Bejing terus-menerus melanggar HAM rakyat China dan bersikap mengancam keamanan dunia. Shieh Jhy-wey menyebutkan dalam pidatonya bahwa setiap orang harus turut menegakkan HAM. Tung Chen-yuan mengatakan ia memuji keputusan Stephen Spielberg untuk mundur dari penasihat artistik Olimpiade Beijing.
Rekaman pidato McMillan-Scott menekankan bahwa rejim komunis China merupakan pelanggar HAM paling buruk di dunia saat ini, dan Olimpiade seharusnya tidak dijadikan alat propaganda untuk menutupi kesalahannya. Menurutnya, orang-orang seharusnya tidak berdiam diri sementara rejim ini terus melakukan kebiadaban, khususnya penindasan terhadap Falun Gong.
McMillan-Scot menghubungkan Olimpiade Beijing dengan Olimpiade Berlin 1936. Ia mengatakan bawa rejim Beijing berusaha menutupi kejahatan mereka dengan memanfaatkan Olimpiade seperti Hitler menyembunyikan pembunuhan massal Nazi terhadap kaum Yahudi. Ia menegaskan bahwa orang-orang seharusnya tidak lagi acuh tak acuh dan membiarkan sejarah terulang kembali, atau mentolerir manipulasi Beijing atas opini publik dunia
David Kilgour membicarakan tentang kejahatan terhadap kemanusiaan oleh rejim komunis China yang merampas organ ribuan praktisi Falun Gong yang masih hidup. Kilgour juga menyinggung dukungan rejim ini atas pembantaian 400.000 orang Sudan di Darfur. Ia mengatakan penindasan Beijing terhadap Falun Gong dan kelompok religius lainnya berlawanan dengan Piagam Olimpiade seperti yang telah dilakukan oleh rejim Nazi. “Kita harus menekan rejim komunis China untuk menaati Piagam Olimpiade,” demikian katanya.
Senator Australia, Andrew Bartlett mengatakan bahwa dunia seharusnya tidak memisahkan pelanggaran HAM China dengan kekuatan ekonomi negara. Ia menekankan, bahwa sebagai warga dunia, orang-orang perlu menyuarakan bagi para korban pelanggaran HAM sebelum tibanya Olimpiade Beijing.

(The Epoch Times, 25 Februari 2008)

Pangeran Charles dan Politisi Belanda Galang Aksi Boikot

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 25, 2008

OLIMPIADE BEIJING 2008
posted by kontan on 02/21/08

AMSTERDAM. Rasanya ganjil kalau upacara pembukaan tanpa peserta. Tapi itu bisa saja terjadi di Olimpiade Beijing 2008 yang berlangsung Agustus mendatang. Sekarang makin santer terdengar seruan pemboikot an hajatan olah raga itu dengan dalih perlakukan hak asasi manusia (HAM) di China buruk.

Pangeran Charles, pewaris tahta kerajaan Inggris bahkan sudah menyatakan sikapnya agar Inggris tak perlu ikut Olimpiade di China. Ia menyebut sikap itu sebagai dukungan pada pemimpin Tibet, Dalai Lama, yang kini mengasingkan diri keluar dari China.

Anjuran boikot juga datang dari anggota parlemen Belanda, Joel Voordewind, yang berasal dari partai Uni Kristen. Ia mendesak agar pemerintahan negara-negara di dunia menekan China dengan cara memboikot dan melarang swasta ikut serta menjadi sponsor.

Voordewind menganjurkan agar para peserta tak perlu ikut dalam acara pembukaan Olimpiade Beijing. “Mereka bisa tetap ikut, menghadiri upacara pembukaan hanya membuat China merasa menang dan besar kepala,” katanya Selasa (20/2).

Tak hanya omong di media, Voordewind juga menggalang dukungan lewat forum-forum diskusi soal HAM langsung di Beijing sebelum pertandingan digelar. “Kalau pemerintah China melarang, artinya memang mereka pelanggar HAM,” ujarnya diplomatis.

Sayang pemerintah Belanda tak menyambut ajakan itu. Perdana Menteri Belanda, Maxime Verhagen, mengatakan, selama ini mereka selalu berdiskusi soal HAM dengan pemerintah China. Ia tegas-tegas tak mendukung rencana boikot.

Tapi Voordewind tak patah arang, masih cukup waktu untuk menggalang massa sebelum Agustus. “Amerika saja perlu waktu hingga bisa memboikot Olimpiade Moskow saat Soviet menyerang Afganistan,” ujar Voordewind, optimis.

Muhamad Fasabeni, AP

Pangan dalam Inflasi China

Posted in Ekonomi oleh Seputar China pada Februari 25, 2008

Senin, 25 Februari 2008

Film kolosal China terbaru berjudul The Warlords memperlihatkan kepada kita tentang pentingnya persoalan pangan sehingga orang bisa saling membunuh. Persoalan pangan China sudah lama dipikirkan penguasa negeri itu. Namun, lima tahun belakangan ini persoalan pangan di China sangat merisaukan dan dunia terus bertanya apa yang tengah terjadi di China.

Media massa di Hongkong SAR seperti The Standard, South China Morning Post, dan Financial Times pada pertengahan Desember 2007 ramai memberitakan inflasi China yang mencapai 6,9 persen (Oktober 2006-Oktober 2007). Angka ini merupakan angka tertinggi sejak 11 tahun terakhir.

Bila dirinci lebih mendalam, penyebab utama inflasi itu adalah kenaikan harga pangan yang mencapai 18,2 persen. Bila dirinci lagi, sejumlah komoditas pangan menjadi penyebab inflasi, mulai dari makanan pokok, minyak goreng, daging ayam dan sapi, daging babi, telur, pangan asal laut, sayuran, hingga buah-buahan (lihat tabel). Kenaikan tertinggi terjadi pada harga daging babi yang mencapai 56 persen.

”Saya hanya bisa membeli 500 gram daging babi setiap minggu, padahal biasanya saya bisa membeli 1 kilogram,” kata Jia Lanying, warga Beijing yang bergaji 2.000 yuan, seperti dikutip South China Morning Post, menyusul kenaikan harga daging tersebut dari 8 yuan menjadi 14 yuan per 500 kilogram.

Warga Hongkong pun diingatkan untuk berhati-hati. Menurut ekonom dari Universitas Lingnan, inflasi Hongkong bisa terpengaruh karena kenaikan konsumsi dan juga pergerakan mata uang yuan.

Perkembangan China

Lebih dari lima tahun lalu banyak pengamat telah memperingatkan kepada dunia tentang perkembangan di China. Problem ini ditambah dengan kenyataan produksi pangan yang cenderung turun sehingga harga sejumlah komoditas di pasar dunia mengalami kenaikan.

Laporan harian Asia Wall Street Journal, Maret 2004, mengungkapkan keluhan warga China terhadap kenaikan harga pangan. Di Fujian, kota di wilayah selatan China, pada pertengahan Februari 2004 harga beras mencapai 2.500 yuan per ton, atau lebih tinggi 19 persen daripada harga dua pekan sebelumnya. Di Provinsi Jianxi dan Zhejiang, harga beras mengalami kenaikan 60 yuan per ton dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya.

Hal ini bermula dari saat China membuka perekonomiannya. Investasi riil masuk ke China. Investasi ini membutuhkan lahan untuk industri maupun infrastruktur. Alih fungsi lahan membuat lahan pertanian berkurang. Dampaknya, produksi berbagai komoditas pertanian berkurang. China yang dulu mengekspor beras dan gula berubah menjadi pengimpor.

Makanan pokok mereka adalah beras dan gandum. Kedua harga komoditas itu telah mengalami kenaikan harga yang fantastis. Harga beras yang pada empat tahun lalu di bawah 200 dollar AS kini telah di atas 300 dollar AS per ton. Stok gandum akan turun hingga titik terendah dalam 60 tahun terakhir. Stok turun dari 312 juta gantang menjadi 280 juta gantang pada akhir musim tanam 2007/2008. Musim dingin di Argentina, kekeringan di Australia, serta banjir di Eropa menjadi penyebab penurunan produksi gandum dunia.

Adapun kenaikan harga telur dan daging diakibatkan oleh kenaikan harga pakan. Harga pakan naik karena harga bahan dasar pakan seperti jagung mengalami kenaikan. Harga jagung mencapai 4,19 dollar AS per gantang, ini merupakan harga tertinggi dalam enam bulan ini.

Stok komoditas kedelai juga akan mengalami titik terendah. Harga kedelai untuk penyerahan bulan Januari 2008 adalah 11,32 dollar AS per gantang. Harga ini merupakan harga tertinggi selama 34 tahun.

Kenaikan harga minyak goreng diakibatkan oleh kenaikan harga bahan baku minyak goreng, yaitu minyak sawit mentah (CPO), yang terus mengalami kenaikan. Harga pada awal tahun 2007 sekitar 500 dollar AS, namun pada pertengahan tahun 2007 telah menjadi 760 dollar AS per ton. Kenaikan ini juga akibat penggunaan CPO untuk energi pengganti bahan bakar fosil.

Masalah ini masih akan berlarut-larut bila China tidak mengambil langkah-langkah pengetatan moneter. Laporan yang dikeluarkan Departemen Pertanian AS (USDA) menyebutkan, produksi komoditas pangan seperti jagung, kedelai, dan gandum akan mengalami penurunan.

Peringatan tentang situasi ini telah dikeluarkan Michael Lewis dari Deutsche Bank di London, seperti dikutip Financial Times. Ia menyebutkan, penurunan stok pangan dunia dan penurunan produksi komoditas pertanian di Asia akan menyebabkan lonjakan harga pada tahun 2008.

Harga komoditas

Lonjakan harga komoditas itu karena penurunan produksi dan permintaan dunia yang tinggi, baik untuk pangan maupun untuk produksi energi, menyusul kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 100 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga pangan sangat memukul penduduk di desa karena inflasi di desa sebesar 7,6 persen, sedangkan di kota hanya 6,6 persen. Masalah ini bisa meresahkan penduduk desa setelah sebelumnya penduduk desa memprotes sengketa tanah, polusi, dan korupsi yang terjadi di berbagai wilayah, seperti dilaporkan majalah Time bulan Maret 2006.

Kalangan dunia tengah mengamati langkah yang akan dilakukan China. Pengetatan ekonomi sudah pasti menjadi pilihan untuk mengerem inflasi. Bank Sentral China dilaporkan telah meminta bank-bank untuk meningkatkan rasio cadangan sebesar 1 persen. Angka ini tergolong tinggi sejak 1987.

Beijing juga sudah mengumumkan kebijakan moneter dari prudent (hati-hati) menjadi tight (ketat). Kebijakan kenaikan suku bunga bank juga diperkirakan akan dilakukan.

Meski demikian, harga bahan bakar minyak dunia yang mendekati 100 dollar AS per barrel akan menjadi masalah tersendiri. Meski sekarang harga bahan bakar minyak di China masih murah karena dikendalikan oleh pemerintah, namun harga minyak yang sangat tinggi dipastikan menyulitkan China.

Bila langkah yang dilakukan Pemerintah China adalah menaikkan harga minyak domestik, maka akan memunculkan masalah baru terkait dengan inflasi. Cepat atau lambat ”getaran” di China itu pasti dirasakan pula oleh negara tetangga, termasuk Indonesia. (MAR)
http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.25.01001248&channel=2&mn=5&idx=5

Ajakan Boikot Beijing 2008 Meluas

Posted in Uncategorized oleh Seputar China pada Februari 25, 2008

Arya Perdhana – detikSport

Amsterdam – Seruan pemboikotan Olimpiade Beijing 2008 terus meluas. Terakhir, seorang anggota Parlemen Belanda juga menganjurkan pemboikotan acara pembukaan dengan dalih catatan Hak Asasi Manusia Cina.

Joel Voordewind, seorang anggota Parlemen Belanda asal Partai Uni Kristen, mendesak pemerintah negara-negara di dunia mendukung boikot itu serta meminta perusahaan-perusahaan swasta menggunakan kekuatan finansial serupa untuk menekan Cina.

Persoalan HAM masih menjadi isu utama yang “dijual” para penganjur boikot. Persoalan Tibet serta keengganan Cina menekan Sudan (sekutu dekat Cina) dalam kasus HAM di Darfur adalah contoh-contoh isu utama mereka.

“Adalah sangat mungkin untuk mengikuti Olimpiade tanpa mengikuti pesta pembukaan,” ujar Voordewind seperti dilansir YahooSports. “Upacara semacam itu hanya bertujuan membuat Cina menang.”

Namun ajakan Voordewind dianggap angin lalu oleh Pemerintah negaranya sendiri. Menlu Belanda Maxime Verhagen menegaskan tidak akan mendukung boikot. Pemerintah Belanda mengaku terus berdialog dengan Cina tentang isu-isu HAM.

Sebelumnya, pewaris tahta Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, sudah mengutarakan niatnya untuk tidak mengikuti Olimpiade. Charles mengatakan hal itu adalah bentuk dukungan kepada pemimpin Tibet, Dalai Lama, yang kini mengasingkan diri akibat tekanan Cina.

Steven Spielberg kemudian juga menyampaikan sikap serupa. Sutradara kondang AS itu mengundurkan diri dari posisi penasihat artistik untuk acara pembukaan. Spielberg memberi alasan bahwa Cina membiarkan pelanggaran HAM di Darfur.

Karena itu, Voordewind juga melontarkan ide membuat sebuah tempat untuk mendiskusikan persoalan-persoalan HAM. Meski tahu akan ditentang, Voordewind berkata, “Bila (Pemerintah) Cina menentangnya, berarti mereka menentang HAM.”
(arp/ian)

http://www.detiksport.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/20/time/060541/idnews/896752/idkanal/82

Langkah Bijak Spielberg, Mundur Sebagai Penasehat Olimpiade

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 19, 2008

Pengunduran diri Steven Spielberg sebagai penasehat artistik pada Olimpiade Beijing, merupakan pukulan telak bagi penguasa China. Rejim komunis itupun berusaha memperbaiki citranya di Darfur.

Dukungan penguasa China terhadap pemerintah Sudan yang bertanggungjawab atas genosida di Darfur, ternyata menjadi kontra produktif dalam pelaksanaan Olimpiade di Beijing. Masalah itulah yang membuat sutradara ternama Hollywood Steven Spielberg secara resmi telah mengundurkan diri sebagai penasehat artistic Olimpiade pada 12 Februari 2008 lalu

Spielberg mengatakan hati nuraninya melarang dia melanjutkan perannya di Olimpiade Beijing. Dalam pernyataannya, dia menuduh penguasa China tidak cukup berbuat untuk menekan Sudan agar menghentikan “penderitaan kemanusiaan yang terus berlanjut” di Darfur bagian barat yang sedang bergolak. Setidaknya 200,000 orang terbunuh dan lebih dari dua juta orang terpaksa mengungsi dalam konflik yang telah berlangsung lima tahun.

Keputusan Spielberg tersebut merupakan pukulan berat bagi penguasa China yang sedang mempersiapkan pesta olah raga dunia itu. Kementerian luar negeri China menuduh ada maksud tertentu di balik kecaman terhadap kebijakan negara itu di Sudan.”Dapat dimengerti jika beberapa orang tidak memahami kebijakan pemerintah China di Darfur, tetapi saya khawatir sebagian orang mungkin memiliki motif sampingan dan ini tidak bisa kami terima,” tandas juru bicara kementerian luar negeri Cina Liu Jianchao, seperti dikutip BBC.

Lebih lanjut, Jianchao mengatakan bahwa China mengkhawatirkan keadaan kemanusiaan di Darfur. “[Tetapi] kata-kata kosong tidak akan membantu. Kami berharap orang-orang yang bersangkutan akan lebih pragmatis,” jelasnya. Beijing juga mengatakan pemerintah sudah menunjuk utusan khusus untuk Darfur dan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke kawasan itu. Namun banyak orang, termasuk Steven Spielberg, mengatakan ini tidak cukup.

Selama ini, China memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Sudan. Sudan menjual sekitar dua per tiga minyaknya ke China, sementara Beijing menjual senjata ke pemerintah Sudan dan memblokir upaya Dewan Keamanan PBB untuk menekan Khartoum, ibukota Sudan. Ada dugaan kuat pasokan senjata dari China itu digunakan di Darfur, dimana milisi pro-pemerintah melakukan kekejaman secara luas. Sudan membantah pihaknya membantu milisi Janjaweed dan mengatakan keadaan di Darfur terlalu dibesar-besarkan.

Namun Spielberg yakin atas laporan para aktivis HAM bahwa telah terjadi genosida di Darfur. Karena itu, baginya membantu Darfur lebih penting dari pada peranannya di Olimpiade. “Pada saat ini, waktu dan tenaga saya tidak seharusnya digunakan untuk perayaan Olimpiade melainkan berbuat sekuat tenaga untuk membantu penghentian kejahatan terhadap kemanusiaan yang terus berlangsungi di Darfur.” Menindaklanjuti sikapnya, Spielberg telah mengirimkan surat kepada Presiden Hu Jintao, guna mendesak China agar menggunakan momentum Olimpiade di Beijing untuk membantu pemulihan situasi di Darfur.

Di Sudan, pemberontak di Darfur gembira dengan keputusan Spielberg dan berharap atlet-atlet mau mengikuti jejak sutradara tersebut. ”Mundurnya Spielberg besar artinya bagi perjuangan kami. Kami menyerukan untuk memboikot olimpiade,” kata Ahmed Abdel Shafie, pimpinan Tentara Pembebasan Sudan.

Sebuah surat kabar di Inggris juga menerbitkan surat dari 80 pemenang Nobel, atlet internasional, politisi dan artis yang mendesak Beijing agar membantu mengakhiri konflik. Sebelumnya Bintang Hollywood Mia Farrow dan George Clooney pernah mengecam China atas masalah Darfur. Sebuah Obor HAM yang diprakasai oleh CIPFG juga sedang diarak keliling dunia untuk mendorong perbaikan HAM di China, khususnya untuk menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.
(Fadjar/ diolah dari BBC/AP/AFP/Reuter)

China Hadapi Cuaca Buruk

Posted in Bencana oleh Seputar China pada Januari 30, 2008

Penampungan sementara

Musim dingin parah mengganggu transportasi di Cina sementara puluhan juta orang mudik Tahun Baru.

Paling tidak 170 ribu orang tertahan di stasiun kereta di Guangzhou, propinsi Guangdong, Cina selatan, karena sebagian besar kereta ditunda keberangkatannya.

Ribuan orang terganggu perjalanannya karena jalan jalan yang tertutup, sebagian daerah kehabisan garam untuk ditaburkan pada es.

Lebih 20 orang tewas sejak musim dingin parah terjadi disana.

Salju turun di Cina tengah, timur dan selatan, daerah yang biasanya tidak mengalami musim dingin parah. Salju diperkirakan masih akan turun. Jalan bebas hambatan dan jalur kereta tertutup, terutama di bagian selatan. Sejumlah bandara udara daerah ditutup, sementara beberapa propinsi mengalami kelangkaan listrik.

Tahun lalu dua milyar orang melakukan perjalanan selama musim Tahun Baru, yang dapat dipandang sebagai migrasi terbesar di dunia. Wartawan BBC di Shanghai, Quentin Sommerville melaporkan bis dan kereta sudah penuh penumpang pada musim liburan, meskipun cuaca tidak seburuk sekarang.

‘Bekerjasama’
Penduduk terus berdatangan di stasiun Guangzhou meskipun mati listrik di propinsi Hunan menyebabkan sebagian besar kereta tidak dioperasikan.

Setelah tiga hari menunggu keretanya di kota Chongqing, Cina barat daya, Liu Si mengatakan kepada kantor berita Reuters, kecil kemungkinan dirinya dapat mudik dalam waktu dekat.
Sejumlah daerah mengalami musim dingin terburuk “Saya tinggal di Guangdong selama sepuluh tahun, saya tidak pernah merayakan Tahun Baru disini. Tahun ini mungkin saya terpaksa harus melakukannya. Saya tidak merasa senang.”

Pemerintah Guangzhou mendirikan tempat perlindungan sementara di sekolah sekolah dan bangunan umum lainnya bagi penumpang kendaraan umum yang terjebak disana.

Departemen masalah umum mengatakan cuaca buruk menganggu 67 juta orang dan sudah menimbulkan kerugian sebesar 2,5 milyar dolar.

Sebelumnya, perdana menteri Wen Jiabao mengatakan cuaca buruk membahayakan kehidupan penduduk dan mengganggu pasok makanan segar, minyak dan gas menjelang Tahun Baru. Ia memperingatkan keadaan akan memburuk.

“Segera lakukan mobilisasi dan bekerjasama untuk mengatasi perang melawan bencana,” katanya kepada para pejabat, seperti dilaporkan situs resmi pemerintah.

“Pastikan penduduk dapat menikmati Perayaan Musim Semi.”

Keadaan yang buruk dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah rumah rusak di Cina, mengganggu pasok listrik dan menghancurkan tanaman pangan.

Sejumlah daerah Cina mengalami hujan salju terburuk dalam lebih sepuluh tahun terakhir.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/01/080128_china.shtml

OLIMPIADE 2008: Pelanggaran HAM Jadi Sorotan Atlet

Posted in Arsip oleh Seputar China pada Januari 24, 2008

Obor HAM di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS – Sekitar 30 atlet dan mantan atlet mendesak Pemerintah China untuk menghentikan pelanggaran hak asasi manusia sebelum pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008.

Mereka bersama aktivis HAM yang tergabung dalam Solidaritas Indonesia untuk Rakyat China berkumpul dalam acara penyambutan Obor HAM Estafet Global di Senayan, Jakarta, Jumat (4/1).

Menurut koordinator penyambutan Obor HAM Estafet Global Fadjar Pratikto, olimpiade tidak bisa berdampingan dengan kejahatan kemanusiaan. “Selama ini mereka menutup-nutupi pelanggaran HAM yang terjadi dengan bungkus pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Laporan yang dikeluarkan Amnesty International, Human Rights Watch, Organisasi Jurnalis, dan berbagai media, menunjukkan adanya tindakan penguasa China untuk memberantas kelompok-kelompok sipil yang dianggap berbahaya sebelum pesta olahraga dunia itu dimulai.

Fadjar mengatakan, kenyataan tersebut bertentangan dengan semangat Piagam Olimpiade yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan. Janji penguasa China untuk memperbaiki kondisi HAM-nya saat pertama kali diberi kepercayaan menjadi tuan rumah olimpiade dilanggar begitu saja.

Solidaritas Indonesia

Melalui acara ini pula, menurut Fadjar, ingin digalang solidaritas masyarakat Indonesia untuk peduli pada kejahatan kemanusiaan di China. “Kami sengaja memanfaatkan momentum Olimpiade 2008 di Beijing untuk mendorong perbaikan kondisi HAM di sana,” ungkapnya.

Mantan pemegang rekor nasional maraton tahun 1986, Gatot Sudarsono, yang turut menghadiri acara ini, mengatakan, atlet juga harus memiliki kepedulian terhadap pelanggaran HAM yang terjadi di seluruh dunia, tak terkecuali di China. “Di dalam Piagam Olimpiade dinyatakan bahwa olimpiade harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kejahatan HAM yang dilakukan Pemerintah China telah melanggar piagam itu,” ujarnya.

Acara tersebut diakhiri dengan membawa obor secara estafet menempuh jarak lima kilometer dari Senayan menuju Bundaran Hotel Indonesia.

Menurut rencana, Obor HAM itu akan dilanjutkan dibawa ke Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan berakhir di Batam pada 13 Januari. (A03/A13)
http://www.kompascetak.com/kompas-cetak/0801/05/or/4143859.htm

« Laman SebelumnyaLaman Berikutnya »