SEPUTAR CHINA


Kebebasan pers China Masuk Peringkat Terburuk

Posted in Pers oleh Seputar China pada Oktober 18, 2007

Kebebasan Pers di China tetap menduduki sepuluh peringkat terburuk berdasarkan hasil indeks penelitian yang dilakukan oleh RSF. Indeks ini menunjukan bahwa pers masih sangat terkekang di negeri itu.

Oleh: Fadjar Pratikto/ Era Baru

Laporan tahunan indeks kebebasan pers 2007 yang dikeluarkan oleh Reporters Without Borders (RSF) menyebutkan sepuluh negara berada diperingkat terburuk dalam kebebasan pers. Salah satunya adalah China yang menempatkannya diurutan ke-163 dari 169 negara di dunia, dengan indeks sebesar 89,00, atau stagnan diskors tersebut pada tahun sebelumnya.

”Kita juga menyesali Negeri China itu (163) tetap berada diurutan bawah dari index tersebut. Dengan kurang dari satu tahun pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008, perbaikan dan kebebasan pers yang sering yang dijanjikan oleh penguasa setempat sepertinya menjadi harapan yang sia-sia,” demikian rilis yang dimuat diwebsite http://www.rsf.org.

Selama ini, rejim komunis China memang sangat mengekang kebebasan pers, bahkan semakin meningkat menjelang penyelengaraan Olimpiade tahun depan. Biro Keamanan Publik Kota Beijing tanggal 28 Agustus lalu, misalnya mengumumkan diperkenalkannya polisi maya untuk Internet. Peraturan baru ini dikritik sebagai suatu metode lain yang digunakan oleh penguasa China untuk memperketat pengontrolan terhadap Internet. Belum lama ini, seorang bloger He Weihua juga ditahan secara paksa di rumah sakit jiwa di provinsi pusat Hunan.

Menurut Pusat Informasi untuk HAM dan Demokrasi yang berbasis di Hong Kong, China juga telah memperketat kontrol terhadap media menjelang Kongres Nasional PKC ke-17. Diperkirakan hampir 100 stasiun radio di negara China telah ditutup.

Selain China, sembilan negara lainnya yang berada diurutan bawah antara lain adalah Eritrea yang berada diurutan ke 169 dengan indeks 114,75, Korea Utara 168 (108,75), Turkmenistan 167 (103,75), Iran 166 (96,50), Cuba 165 (96,17), dan Burma 164 (93,75). Korea Utara dan Turmenistan sudah beberapa tahun ini berada diposisi paling bawah dalam Indeks Kebebasan Pers yang diluncurkan RSF.

RSF juga menyoroti kebebasan pers di Malaysia yang melorot 32 tingkat menjadi urutan 124. Urutan ini merupakan peringkat terburuk yang diraih Malaysia sejak survei mulai dilakukan pada 2002. “Meski jatuh ke urutan 124 merupakan kejatuhan yang besar, survei RSF ini merefleksikan keseriusan kami terhadap kebebasan media di negara ini,” kata Gayathry Venkiteswaran dari Pusat Jurnalis Independen seperti dikutip dari AFP.

Dalam pernyatananya, RSF mendesak agar pemerintah dan parlemen untuk mengkaji aturan hukum terhadap media, sehingga media dapat muncul sesuai perannya di alam negara demokratis. RSF juga mmenyatakan penahanan blogger, penutupan atau sulitnya mengakses web berita menjadi perhatian dalam kebebasan media di penjuru dunia. “Seluruh pemerintah telah sadar bahwa internet dapat memainkan peran penting dalam demokrasi dan mereka mengeluarkan metode baru untuk menyensornya,” ujarnya. (Diolah dari berita di http://www.rsf.org)

Iklan

Rejim China Memperketat Kontrol Media Sebelum Kongres Nasional Ke-17

Posted in Pers oleh Seputar China pada September 25, 2007

Oleh An Pei, Radio Free China 27 Agustus 2007

Lapak penjual surat kabar dalam negeri China yang berlokasi di People’s Square di Shanghai. Menurut Pusat Informasi untuk HAM dan Demokrasi di Hong Kong, China semakin memperketat kontrol terhadap media, menjelang Kongres Nasional Partai Komunis China ke-17. (Mark Ralston/AFP/Getty Images)

Menurut Pusat Informasi untuk HAM dan Demokrasi yang berbasis di Hong Kong, China telah memperketat kontrol terhadap media menjelang Kongres Nasional PKC ke-17. Diperkirakan hampir 100 stasiun radio di negara China telah ditutup.

Di kota Nanjing, 12 stasiun radio telah ditutup, karena pihak penguasa khawatir akan isi program yang mungkin dapat memicu permasalahan politik menjelang Kongres Nasional ke-17 – pendengar talkshow radio menyebutkan beberapa topik mengenai seks dan supernatural.

Reporter Radio Free Asia (RFA) melakukan beberapa panggilan internasional ke beberapa program di Stasiun Radio Nanjing, akan tetapi satu satunya orang yang dapat dihubungi hanyalah pegawai iklan.

Penduduk Kota Nanjing menyatakan bahwa mereka tidak tahu kalau program stasiun radio lokal telah dirubah, tetapi mereka memperhatikan perubahan signifikan dalam beberapa program acara televisi, dan dia tidak dapat lagi menonton program di beberapa saluran televisi.

“Sepertinya beberapa saluran televisi telah ditutup, dan program di beberapa saluran juga mengalami perubahan. Saluran Phoenix 3 tidak dapat lagi dibuka, dan hanya ada sepuluh saluran televisi saat ini,” katanya

Mantan Reporter Ocean News China, Zan Aizong dari Provinsi Zhejiang, mengatakan ketika akan ada pertemuan penting dilakukan di China, pemerintah akan memperketat kontrol media sebelum dan sesudah acara tersebut.

“Beberapa program akan diedit secara ketat menjelang Kongres Nasional PKC, kadang kala dengan menambahkan banyak iklan,” kata Zan. “Tetapi setelah Kongres Nasional berakhir, program akan kembali normal. Sebelum Kongres Nasional ke-16, seorang teman saya yang bekerja di stasiun radio menyatakan bahwa semua programnya akan dibersihkan.”

Pusat Informasi HAM dan Demokrasi Hong Kong menambahkan bahwa sejak bulan Juli yang lalu, pemerintah China telah meningkatkan upaya untuk mengacak siaran program dari stasiun radio luar negeri. Dipercaya bahwa militer China telah terlibat dalam operasi pengacakan siaran skala besar, dan operasi tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir Kongres Nasional ke-17.

“Operasi pengacakan siaran telah ada sejak lama,” kata Zan. “Sebagai contohnya, ketika saya tinggal di Beijing beberapa tahun yang lalu, saya tidak dapat mengakses program dari radio luar. Sangat mustahil untuk menyetel program radio luar. Hanya mereka yang tinggal di daerah pinggiran pedesaan yang dapat menyetel program radio tersebut, karena area tersebut sangat luas dan sangat mahal untuk melakukan pengacakan, sehingga pengacakan akan tidak efektif. Sebagai hasilnya, orang-orang akan dapat mengakses ke program on-line, akan tetapi pengacakan tetap akan terjadi. Semampu mereka, mereka tidak akan membiarkan ‘suara-suara yang tidak diinginkan’ untuk didengar di China.”

Dalam segi efektifitas Pemerintah China dalam memperketat kontrol terhadap media menjelang setiap pertemuan penting atau liburan di China, Zan berpikir bahwa itu adalah terbatas.

“Orang China bukan idiot. Penguasa China telah berbohong sekian lama. Pada saat ini, orang-orang tidak akan percaya apapun yang dikatakan bukan hanya setelah mendengar program yang diacak tersebut,” kata Zan mengenai keefektifitas kontrol penguasa China terhadap media.” Orang-orang sangat muak dengan program yang disiarkan oleh Radio Nasional China dan Televisi Central China (China Central Television) sebagaimana juga dengan Harian Rakyat dan Kantor Berita Xinhua. Rakyat China telah sadar.”

Zan juga menambahkan bahwa saat ini Internet, pesan teks dan pembicaraan orang-orang telah menjadi metode populer untuk menyampaikan informasi ke masyarakat China. Dia berkata bahwa orang-orang sekarang dapat mencari berita penting lewat komputer dan telefon gengam mereka. Sebagai hasilnya, mereka tidak lagi tergantung kepada media resmi pemerintah.

http://en.epochtimes.com/news/7-8-27/59113.html

Blogger Ditahan di Rumah Sakit Jiwa

Posted in Pers oleh Seputar China pada Agustus 28, 2007

Seorang pengguna internet dan bloger ditahan secara paksa di rumah sakit jiwa hanya gara-gara memposting komentar kritis terhadap rejim komunis China.

Reporters Without Borders terkejut oleh penahanan secara paksa seorang cyber dan blogger He Weihua ke dalam rumah sakit jiwa di provinsi pusat Hunan. Anggota keluarga yang diwawancari oleh asosiasi wartawan ini menyangkal bahwa dia memiliki penyakit mental dan mengatakan bahwa mereka yakin penahanan itu berhubungan dengan apa yang telah dipostingkan pada blognya, http://www.boxun/hero/hewh/.

“Ini tidak dapat diterima bahwa pemerintah China menggunakan cara-cara seperti itu untuk membungkam rakyatnya yang sekedar mengekspresikan pandangan-padangannya dengan damai melalui internet,” kata organisasi kebebasan pers tersebut. “Kami mengunjungi pemerintah pusat untuk berdialog dengan pemerintah Hunan guna mendapatkan kebebasannya. Bagaimana mungkin pemerintah mengharapkan kita mempercayai bahwa seorang berpenyakit mental mampu mengelola laporan investigasi yang terperinci?

“Kami khawatir kasus ini menunjukkan bahwa pemerintah China masih belum meninggalkan penggunaan hukuman psikiatri terhadap mereka yang mengekspos pelanggaran-pelanggaran dan menentang penyensoran,” lanjut Reporters Without Borders dalam pernyataanya.

He Weihua dikurung secara paksa oleh pemerintah Hunan awal Agustus ini setelah ia mempostingkan sebuah artikel di situs Boxun yang mengkritik peningkatan harga daging babi yang keterlaluan oleh pemerintah provinsi itu. Ia juga meramalkan keruntuhan Partai Komunis dalam waktu dekat yang disebabkan oleh korupsi internal ditubuh partai itu. Ia menerima sebuah panggilan pengadilan dari Biro Keamanan Umum setelah artikel tersebut dipostingkan pada bulan Juli lalu.

Satu unit kepolisian negara sebelumnya telah menggerebek dan mencari rumahnya di Hengyang (di provinsi Hunan) pada bulan Juni, mengambil komputer laptop-nya dan memperingatkannya bahwa dia akan menderita konsekwensi yang mengerikan bila ia terus menulis tentang HAM. Blog-nya http://www.boxun.com/hero/hewh berisikan banyak laporan investigasi dan komentar-komentar kritis terhadap pemerintah.

Ketika dihubungi oleh Radio Free Asia, ibunya tidak mau berkomentar tentang penahanan anaknya, mengindikasikan bahwa ia (ibunya) berpikir teleponnya telah disadap. Ia hanya berkata: “Dia berada di rumah sakit jiwa. Ia pergi ke sana bulan ini.” Namun seorang keluarga yang dihubungi oleh Reporters Without Borders menghubungkan pengurungannya itu dengan artikelnya: “Ia telah menulis banyak artikel mengenai HAM, khususnya di Boxun. Saya pikir ia memiliki segala kualitas seorang yang berpikiran jernih.”

Perlakuan keji semacam itu bukanlah pertama kalinya dialami oleh He Weihua. Para anggota Biro Keamanan Negara telah memberikan suntikan secara paksa ketika dia ditempatkan di rumah sakit jiwa pada bulan Desember 2004 silam. Bulan September 2006 lalu, ia dicegat oleh sebuah sepeda motor, pengendara itu memperingatkan dia untuk tidak meneruskan aktivitas perjuangan HAM-nya.

http://www.rsf.org/article.php3?id_article=23365

Kondisi Kritis Tahanan Politik Dipertanyakan

Posted in Pers oleh Seputar China pada Agustus 15, 2007

Kondisi kritis yang dialami aktivis internet China, Zhang Jianhong alias Li Hong di penjara, dikecam Reporters Without Borders. Sebelum Olimpiade, organisasi pers dunia ini mendesak dia dibebaskan.

(Erabaru.or.id) – Reporters Without Borders menyuarakan tentang kekejaman atas kegagalan pejabat penjara merawat penulis dan aktivis internet Zhang Jianhong, yang juga dikenal dengan nama Li Hong. Dipenjara sejak September 2006, Zhang berada dalam kondisi kritis dalam waktu tiga bulan belakangan ini dan dikuatirkan mengalami kelumpuhan total.

”Ketika China sedang merayakan Pesta Olimpiade mendatang, seorang tahanan politik beresiko mengalami kelumpuhan untuk sisa hidupnya karena tidak adanya perawatan di dalam penjara,” kata organisasi kebebasan pers tersebut. Selama lebih dari dua bulan, pihak berwenang tidak memenuhi permintaan Zhang untuk perawatan di rumah sakit. Mereka mendesak pembebasan segera atas aktivis internet ini, yang keadaan kritisnya dianggap akan merusak citra China.

Menurut istri Zhang, pejabat penjara memberitahu kepadanya pada 26 Juni lalu bahwa suaminya akan mendapatkan perawatan namun harus mengikuti prosedur hukum untuk memperoleh ijin agar dirawat di rumah sakit. ”Saya tidak bisa melihat dia sejak itu. Saya berharap yang berwenang menunjukkan rasa perikemanusiaan yang cukup untuk mengijinkan dia dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin. Jika tidak, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi,” tutur Istri Zhang kepada Radio Free Asia pada 5 Agustus 2007 lalu.

Di hari yang sama, lebih dari seribu rekan, kolega dan simpatisan Zhang mempostingkan surat terbuka ke website berita Boxun (www.boxun.com) meminta pembebasan Zhang dengan alasan kemanusiaan. “Jika Li Hong [Zhang] tidak dirawat segera, dia bisa menjadi lumpuh total dan meninggal,” kata surat tersebut. Jika terjadi sesuatu yang mengerikan terhadapnya, lanjutnya, China tidak lagi bisa menjadi mitra internasional yang dapat dipercaya.

Sebuah surat yang bertandatangan, Wu Fan, editor Zhongguo Shiwu (Chinese Affairs), berkomentar mengenai Zhang. “Ia adalah seorang yang menginginkan negerinya menjadi baik. Ia tidak pernah ingin menggulingkan pemerintah. Ia seorang akademis, bukan teroris. Ia tidak boleh diperlakukan dengan cara seperti ini,” ujarnya.

Pengacara Zhang, Li Jianqiang, telah menerima surat dari Zhang pada bulan Juni lalu yang menyebutkan, “Penyakit saya sangat aneh. Sekarang ini tidak ada obat atau perawatan efektif. Kondisi saya telah memburuk sejak sebulan lalu dan otot-otot saya berhenti tumbuh. Saya hampir tidak bisa menggerakkan lengan saya dan keadaan ini telah meluas ke kaki saya. Kaki saya sudah lumpuh. Jika ini berlanjut, saya akan terkena cobaan yang mengerikan yaitu kelumpuhan total, seperti ahli fisika Stephen Hawking.”

Zhang telah dihukum oleh pengadilan di Ningpo, di tenggara provinsi Zhejiang, pada 19 Maret lalu dengan enam tahun penjara karena menulis sejumlah artikel di internet yang dianggap telah memfitnah pemerintah China dan menghasut penggulingan pemerintahan.

Sebagai seorang anggota Asosiasi Penulis Independen PEN cabang China, Zhang mendirikan website sastra Aizinghai.org di tahun 2005. Ia juga memposting secara rutin pada forum Weilai Zhongguo dan menulis artikel untuk beberapa website China yang bermarkas di luar negeri. Ia menghabiskan waktu satu setengah tahun dalam pendidikan ulang-melalui-kamp kerja setelah terlibat dalam pergerakan pro-demokrasi Tiananmen pada 1989.

http://www.rsf.org/article.php3?id_article=23244

Kebijakan Untuk Mengontrol Media China

Posted in Pers oleh Seputar China pada Juli 25, 2007

Oleh Xiao Fan
Khusus untuk The Epoch Times 1 Juli 2007

lapak media china

Masyarakat Shanghai melewati lapak penjual koran. Kritikus mengingatkan bahwa sensor media di China adalah tidak sebanding dengan pertumbuhan pasar ekonomi. Akan tetapi, sensor dan propaganda sangat diperlukan bagi partai komunis yang berkuasa
(Mark Ralston/AFP/Getty Images)

Erabaru.or.id – Xiao Fan merupakan jurnalis radio Beijing mulai dari tahun 1975 hingga tahun 1988. Berikut ini adalah pidato yang diberikan pada saat Forum Sembilan Komentar di Melbourne, Australia pada bulan Juni 2007 lalu. Pidatonya memberikan gambaran bagaimana Partai Komunis China (PKC) melakukan pengontrolan terhadap media.

Ketika orang-orang menyebutkan mengenai Kantor Berita China Xinhua, mereka akan mengatakan “Tidak ada suatu yang benar kecuali tanggalnya.” Ketika orang-orang membicarakan mengenai stasiun televisi China (China Central TV/CCTV) mereka akan mengatakan “Tidak ada yang benar kecuali ’Dunia Binatang’”. Orang China telah terbiasa dengan berita-berita bohong. Bahkan beberapa orang diantaranya menggambarkan kantor berita China sebagai anjing penjaga partai. Suatu lagu rakyat menggambarkan: “Itu adalah anjing yang dipelihara oleh Partai, menjaga gerbang Partai. Akan menggigit siapapun yang diinginkan partai, dan menggigit sebanyak yang diinginkan partai.”

Hari ini, saya akan berbicara mengenai bagaimana PKC mengontrol media dan apakah PKC dapat dipercaya atau tidak

I. Media China adalah Corong Partai dan Pemerintah

Di China, media dikontrol sangat ketat oleh PKC. Pada hari pertama saya bekerja di Radio Beijing saya diberi arahan: “Radio kita adalah corong partai dan pemerintah, dengan demikian berfungsi untuk menyampaikan kebijakan partai dan pemerintah. Kita harus mengikuti jalur partai.” Koran dan stasiun televisi juga sama – mereka adalah alat propaganda partai dan pemerintah.

Sekarang mari kita lihat bagaimana sistem kerjanya. Ketika suatu kejadian penting terjadi di China, seperti Pembantaian 4 Juli 1989, atau apapun yang terjadi di dunia – sebagai contohnya Perang Irak – kita akan diberi arahan oleh kementerian propaganda partai atau bahkan pejabat dengan tingkat yang lebih tinggi dan mereka akan menentukan nada apa dan bagaimana kita harus melaporkan isu ini. Semua media tanpa terkecuali diharapkan untuk “berbicara dengan nada yang sama”.

Sebagai contoh, 5 April 1976, masyarakat Beijing pergi ke Tiananmen, berkabung atas kematian Perdana Menteri Zhou Enlai tetapi pihak penguasa tidak suka rakyatnya berkabung untuk pemimpinnya, dan memerintahkan pembubaran dengan paksa. Anggota politbiro Yao Wenyuan, yang bertanggung jawab dalam propaganda, datang ke biro administrasi penyiaran dan memberikan arahan. Dia menyatakan bahwa kelompok tersebut melakukan aktivitas anti-revolusi. Dengan demikian semua media yang berada di bawah pemerintahan pusat akan memberitakan sesuai dengan arahan tersebut. Ini adalah yang terjadi di tingkat pusat.

Sedangkan untuk media lokal, mereka tidak memiliki hak editorial untuk semua kejadian penting tersebut dan mereka hanya dapat mengambil berita dari Agen Berita Xinhua. Untuk kejadian penting di tingkat lokal, media mengikuti arahan dari departemen propaganda dari organisasi partai setempat. Media-media tersebut hanya memiliki satu kebijakan editorial yaitu mendeklarasikan bagaimana bagusnya, bagaimana megahnya dan bagaimana partai itu selalu benar. Kadang kala ketika pemerintah atau partai ternyata salah, rakyat secara sederhana hanya akan diberitahukan untuk memiliki kepercayaan terhadap partai dan pemerintah.

Apa yang rakyatnya baca, dengar dan lihat adalah ditentukan oleh partai dan pemerintah. Ketika jenis pencucian otak seperti ini berlangsung setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun, orang-orang menjadi terbiasa dengannya dan berasumsi bahwa apa yang mereka lihat, dengar dan baca adalah suatu kebenaran. Bahkan ketika anda dituduh bersalah, dipenjara dan dimasukkan ke dalam kamp kerja paksa, anda dan keluarga anda masih harus berterima kasih kepada PKC atas kemurahan hati mereka ketika anda dibebaskan.

II. Menggunakan Segala Cara untuk Memblokade Arus Informasi dari Luar

Untuk memastikan kebohongan mereka tidak terungkapkan, PKC selalu berusaha memutuskan semua hubungan dengan dunia luar. Pada masa dimana internet masih belum ada, PKC akan mengacaukan siaran BBC, VOA dan stasiun radio Taiwan, dan men-cap radio tersebut sebagai radio musuh. Siapapun yang kedapatan mendengarkan stasiun radio tersebut akan dihukum.

Pada musim panas tahun 1978, saya pulang ke Shanghai ke rumah orangtua saya. Suatu hari, saya memutar radio dan mendengarkan siaran bahasa Inggris Radio Beijing. Karena kondisi di dalam rumah sangat panas, saya mengeraskan suara radio sehingga dapat terdengar dari luar rumah. Tidak lama setelahnya, seorang wanita dari komite masyarakat datang. Dia tidak dapat mengerti bahasa Inggris sehingga dia mengira saya sedang mendengarkan siaran radio dari luar. Dia mulai bertanya kepada saya isi siaran tersebut. Saya kemudian menjelaskan bahwa siaran tersebut adalah siaran dari stasiun radio KITA, dia tidak yakin. Hanya ketika musik “Timur adalah Merah (East Is Red)” terdengar dari program tersebut, dia baru puas dan kemudian pergi.

Ketika jaman internet dan satelit TV muncul, orang-orang di luar China mengira bahwa rakyat China sekarang ini telah dapat mengakses informasi secara bebas. Mereka ternyata salah. PKC menyaring isi internet dengan apa yang mereka katakan sebagai firewall “Perisai Emas” yang menyensor semua kata-kata yang dianggap “sensitif”. Memasang parabola di China juga illegal. Denda sebesar 5000 yuan untuk perorangan dan 50000 yuan untuk organisasi yang kedapatan memasang parabola. Dengan tanpa adanya alternatif, orang-orang akan terus membaca apa yang partai ijinkan mereka untuk baca di Internet dan akan terus menonton CCTV.

III. Efektivitas Propaganda Pencucian Otak

Saya pikir banyak dari kita yang masih teringat akan peristiwa Pembantaian Lapangan Tiananmen 4 Juli 1989. Saya sedang bekerja di Radio Australia pada saat itu sehingga saya tidak memiliki kualifikasi untuk berbicara banyak atas peristiwa pembantaian tersebut. Saya hanya ingin mengingatkan anda bagaimana efektifnya propaganda pencucian otak jenis ini. Kami menerima ribuan surat dari China. Semua surat dari Beijing menggambarkan pembantaian yang mereka lihat atau alami. Para pendengar semua menuduh PKC dan pemerintah telah membunuh rakyatnya sendiri dengan senjata dan tank.

Beberapa pendengar menggambarkan secara gamblang bagaimana orang-orang ditembak mati di depan mereka. Fakta lain yaitu Wakil Direktur Radio Beijing Departemen Rusia juga tertembak mati dalam perjalanannya pulang ke rumah. Akan tetapi, pendengar di China, percaya akan berita versi media China, yang menyatakan tidak ada seorangpun yang terbunuh dan dalam suratnya mereka melampirkan banyak surat kabar lokal yang menuduh adanya kerusuhan anti revolusi dan yang menyatakan bahwa para mahasiswa telah menyerang tentara.

Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana PKC memanipulasi berita. Ketika isu SARS merebak di China, media di sana menyembunyikan faktanya selama beberapa lama, dan ketika situasi tidak dapat dibendung lagi, media baru mengakui adanya epidemi. Strategi kemudian dirubah menjadi pemberitaan bagaimana partai dan pemerintah sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat, dan dibawah kepemimpinan langsung dari Partai, SARS kemudian dapat dikontrol dan akhirnya tidak ada lagi.

Dalam kampanye untuk memusnahkan Falun Gong, PKC telah memobilisasi semua media dan membombardir rakyat China dengan berita-berita bohong untuk memfitnah Falun Gong dan menakut-nakuti rakyat, sehingga mereka akan menjauhi praktisi Falun Gong, dan hal lain yang dilakukannya adalah dengan membakar semua buku-buku dan materi yang berkaitan dengan Falun Gong, dengan demikian orang-orang tidak dapat memeriksa apakah yang dikatakan oleh media tersebut adalah benar atau salah. Dengan tidak adanya sumber informasi lain, banyak orang yang mempercayai apa yang dikatakan oleh media.

Kunjungan Pemimpin Spiritual Tibet Dalai Lama baru-baru ini ke Australia mengingatkan saya pada pengalaman saya sebelumnya. Ketika pertama kali saya datang ke Australia pada 1988, saya berbicara dengan salah satu tetangga saya. Dalam pembicaraan kami, dia menyebutkan mengenai tentara dan polisi China yang memukul para penduduk Tibet. Tanpa ragu-ragu dan tanpa berpikir saya berkata: “Tidak, itu tidak benar”. Setelah dia mengundang saya masuk ke rumahnya dan menunjukkan rekaman dari televisi luar negeri, saya baru merasa yakin bahwa itu adalah benar. Di China, PKC selalu menggambarkan Dalai Lama sebagai tokoh separatis yang berusaha untuk memisahkan diri dari China. Dengan kata lain, adalah orang jahat. Sedangkan media China akan memberitahukan kepada rakyat bagaimana PKC memerintah Tibet dengan baik dan bagaimana Tentara Merah memperlakukan rakyat Tibet dengan baik. Rakyat China sama sekali tidak tahu bagaimana populernya Pemimpin Spiritual tersebut di seluruh dunia dan rasa keadilannya.

IV. Media PKC Selalu Menagungkan Sistem Sosialis diatas Sistem Kapitalis yang Rusak, Korup dan Menuju Kemusnahan. Sistem Sosialis akan Menang dari Sistem Kapitalis.

Saya dilahirkan setelah PKC merebut kekuasaan di tahun 1949 dan saya dicuci otak oleh ‘sistem pendidikan’ yang saya terima dalam masa pertumbuhan saya. Dengan demikian saya selalu percaya bahwa apa yang saya pelajari adalah benar dan saya tidak pernah meragukan apa yang dikatakan oleh PKC.

Setelah Revolusi Kebudayaan, semua kaum intelektual termasuk guru dan murid berprestasi harus mengikuti sekolah pengkaderan untuk mendidik diri sendiri melalui kerja paksa. Pada tahun 1974, saya mengikuti sekolah pengkaderan di Kabupaten Fengyang, Provinsi Anhui. Kami tinggal di rumah petani. Saya sangat kaget melihat betapa miskinnya petani tersebut. Rumah tersebut adalah rumah lumpur. Di dalam rumah tidak ada perabotan seperti yang saya bayangkan. Hanya sebuah meja kecil dan tempat tidur buatan sendiri (rangka kayu dengan anyaman tali). Anak-anak berpakaian kumal, dan hidup dengan makan ubi. Mereka semua memiliki perut buncit karena kurang gizi.

Kami diberitahukan bahwa semua beras telah diserahkan kepada orang-orang kota. Jika mereka mampu makan nasi dengan daging sekali dalam setahun, telah dianggap sebagai tahun keberuntungan. Yang paling mengejutkan adalah selama tiga tahun bencana kelaparan (1959-1961), penduduk setempat harus makan kulit kayu dan rumput, ketika kulit kayu dan rumput telah menjadi langka, mereka harus makan tanah. Kemudian mereka mulai makan manusia. Jika saya tidak mendengarnya sendiri, saya akan sulit mempercayainya. PKC menyatakan bencana kelaparan tersebut sebagai bencana alam. Sekarang saya mengetahui bahwa cuaca pada saat tersebut tidaklah bermasalah. Bencana tersebut disebabkan oleh sifat tidak berperikemanusiaan, ideologi dan kebodohan pemerintah yang menyebabkan bencana kelaparan yang akhirnya memakan nyawa 40 juta orang.

V. Bagaimana Membohongi Orang dari Luar Negeri

Satu kejadian dalam kunjungan Nixon ke Shanghai pada tahun 1970an. Ini adalah kunjungan pejabat Amerika pertama di China setelah partai komunis merebut kekuasaan. Bersama dengan rombongan Nixon adalah sekelompok orang yang disebut sebagai ahli-ahli China. Untuk meninggalkan kesan bagus kepada tamu dari Amerika, sebuah kampanye besar diorganisir.

Seorang teman yang tinggal di distrik Huangpu, lokasi dimana Jalan Nanjing berada menceritakan kepada saya. Dia berkata bahwa komite masyarakat setempat memintanya untuk pergi ke Jalan Nanjing pada waktu dan tanggal yang telah ditentukan. Dia diminta untuk memakai pakaian terbaiknya dan berjalan di jalan yang telah ditentukan. Ketika Nixon tiba, akan melihat banyak sekali orang-orang terpelajar berjalan di sepanjang Jalan Nanjing yang terlihat makmur. Tentu saja ini memiliki tujuan politis. Toko yang akan dikunjungi Nixon juga telah menerima perintah dan telah mempersiapkan diri. Mereka telah menyiapkan satu set harga baru untuk setiap barang yang dijual di toko tersebut. Harga baru tersebut diturunkan dibanding harga aslinya. Penjaga toko diberitahukan bahwa jika musik tertentu dimainkan mereka harus menggantikan semua harga di toko tersebut dengan harga baru. Dengan cara ini, orang Amerika akan merasa batapa murahnya harga barang-barang di China. Kampanye ini merupakan kampanye rumit yang melibatkan ribuan orang dan memerlukan koordinasi dari banyak departemen. Akan tetapi, PKC mampu melakukannya dengan mudah.

Sekarang pikirkan, betapa mudahnya bagi PKC untuk merancang “Peristiwa Bakar Diri di Lapangan Tiananmen” atau membawa diplomat Amerika ke rumah sakit di Sujiatun dan “membuktikan” bahwa tidak ada pengambilan organ tubuh di tempat tersebut. Sangat mudah bagi mereka. Beberapa orang akan bertanya apakah yang saya katakan ini adalah benar. Sekarang saya akan memberitahukan kepada anda, saya secara pribadi pernah terlibat dalam salah satu kampanye penipuan seperti ini.

Tahun 1978 ketika seorang krew film dari NBC Network di Amerika datang untuk membuat film dokumenter tentang bagaimana sistem pendidikan China, saya bertugas sebagai penerjemah mereka. Dalam film tersebut, mereka meminta untuk mengambil gambar di pasar di Beijing. Kami, tuan rumah, menghubungi Pasar Dongsi memberitahukan mereka bahwa orang asing akan berkunjung ke sana untuk mengambil beberapa gambar dokumentasi dan meminta mereka untuk bersiap-siap. Saya menjelaskan, tuan rumah akan bertanggung jawab jika nama baik dari partai atau sosialis rusak. Pada hari tersebut, ketika tiba saya sendiri terkejut. Pasar yang biasa kosong tersebut penuh dengan barang. Ada ayam dan bebek hidup, ikan hidup, daging bersih, segala jenis sayuran dan produk kacang kedelai seperti tahu. Ketika film documenter tersebut diputar di Amerika, orang-orang akan berpikir kondisi inilah kondisi pasar di China, meski kenyatannya tidak.

Kita rakyat China memiliki pepatah: “Urusan dalam negeri yang memalukan jangan dipublikasi.” PKC mencatatnya dalam hati mereka dan membuat teori: “Jaga informasi dalam negeri agar jangan diketahui oleh orang luar atau dunia luar.” Pada saat itu saya tidak berpikir hal itu adalah tidak baik, tetapi saya berpikir merupakan tugas saya untuk berbuat sebaiknya agar partai kelihatan baik dan tidak kehilangan muka. Saya berpikir sangat penting untuk meninggalkan kesan yang baik tentang China bagi pendatang luar. Ketika partai dan pemerintah sedang dalam kesulitan, kita harus menolong untuk menipu “orang luar yang jahat.” Kata-kata ini sering sekali digunakan oleh PKC

VI. Apakah PKC Akan Runtuh ?

Banyak orang tidak percaya bahwa PKC akan segera runtuh. Saya masih ingat sebuah gambaran tentang PKC yang diungkapkan oleh mantan professor di Fakultas Ekonomi Universitas Monash, Yang Xiaokai. Ekonom yang terkenal itu dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa Partai Komunis adalah sesuatu yang sekarang ini sedang duduk diatas gundukan kayu kering dan China hanya perlu seorang Chen Sheng atau Wu Guang atau “partai politik baru” untuk menyalakan api dan memusnahkannya. Chen Sheng dan Wu Guang adalah pemimpin tentara yang melawan pemerintahan Qin setelah Kaisar Qin Shi Huang mangkat. Dia berkata bahwa hal terbaik yang dapat dilakukan oleh PKC adalah mengundurkan diri, dengan demikian masih dapat mempertahankan keberadaannya. Jika tidak, hidup dari anggota-anggotanya akan berada dalam bahaya jika terjadi penggulingan kekuasaan. Dia menggambarkan hal ini beberapa tahun yang lalu. Sekarang setelah dipublikasikannya buku Sembilan Komentar tentang Partai Komunis, semakin banyak orang telah mengetahui watak asli PKC dan mengundurkan diri dari PKC dan organisasi yang berafiliasi dengannya, seperti Liga Pemuda dan Pioner Muda. Trend ini telah membentuk sebuah momentum; dengan demikian saya sangat optimis bahwa PKC akan segera runtuh.

VII. Semua ini Ada Hubungannya Apa dengan Anda?

Anda mungkin akan bertanya apa hubungannya dengan Australia dan anda. Banyak orang melakukan investasi di China dan banyak orang membeli saham China dan produk China. Praktek bisnis korup di China telah menyebabkan kerugian finansial bagi investor asing. Pengalaman pribadi saya menyatakan baik Partai Komunis China maupun orang yang berkaitan dengannya tidak ada yang dapat dipercaya. Saya sangat berharap agar anda berpikir dua kali sebelum melakukan penanaman modal di China. Uang anda mungkin akan dipakai untuk menindas tahanan politik, akan digunakan untuk membangun atau membeli perlengkapan teknologi tinggi untuk meningkatkan kontrol terhadap internet, membangun persenjataan, membuat produk palsu barang-barang bermerek, atau akhirnya akan berakhir di account bank pribadi milik pejabat korup di luar negeri.

Hanya setelah keruntuhan PKC dan pengembalian kebudayaan tradisional China dan pendirian praktek bisnis dan financial yang tidak terselubung, anda baru dapat melakukan bisnis dengan China dan yakin bahwa produk dari China telah melewati standar control kualitas. Mari kita semua lihat ke masa depan dan berharap hal ini akan datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

http://en.epochtimes.com/news/7-7-1/57122.html

China Perketat Lagi Akses Internet

Posted in Pers oleh Seputar China pada Juni 27, 2007

Pensensoran terhadap internet

Radio Free Asia melaporkan bahwa semasa hari Buruh atau May day, sejumlah besar forum di internet ditutup dan ditertibkan, selain itu juga terjadi kemacetan tanpa sebab pada website science. Ada analis yang mengatakan, bahwa pemerintah China tengah  memperketat kembali kontrol terhadap jaringan internet.

Laporan terkait menyebutkan, bahwa pada 2005 silam, banyak muncul surat, mendukung perlindungan HAM di website science yang terkemuka yakni  “yannan.com” Universitas Beijing, sehingga ditutup, tapi setelah itu, nama websitenya diganti menjadi “tianyi.com”. Namun semasa libur panjang pada hari buruh atau May Day kembali tidak bisa di browsing, dan tidak ada pemberitahuan apa pun. Pemerhati website www.tianyi.com menyebar informasi terkait ke luar negeri. Saat diwawancarai RFA, penanggung jawab tianyi.com yakni Guo Qionghu menuturkan, bahwa alat servernya macet tanpa sebab dan tengah diperbaiki secepatnya.

Ada dugaan, terjadinya kemacetan pada tianyi.com tampaknya bukan kasus tersendiri, sebab sejumlah besar forum  internet di China, dimana semasa liburan May Day terjadi penutupan sementara atau pemberitahuan pembenahan.  Terbetik berita, bahwa yang ditutup dan dibenahi bukan hanya website yang bersifat politis, bahkan sejumlah BBS (kolom pemberitahuan electrik) kategori informasi sehari-hari dan forum resmi, termasuk forum kelompok media pers Shanghai, BBS Luoyang, Henan, forum teknologi dan ratusan forum di situs-net, semuanya mengalami penutupan.

Menurut laporan terkait, bahwa ada yang menerangkan (remark) “ditutup sementara” atas pemintaan pihak terkait, dan ada yang diberitahu websitenya ditutup dengan alasan alat server mengalami kerusakan atau sedang membenahi data.   Tokoh pembela HAM dari Hubei yakni Du Daowu menuturkan, setiap masa liburan pihak berwenang China selalu ekstra ketat menutup informasi di internet. Laporan menyebutkan, sejak akhir April 2007 lalu, sejumlah website di China mengalami penutupan sementara atau dalam batas waktu yang tidak ditentukan.Ada analis yang mengatakan, bahwa berbagai indikasi belakangan ini, terlebih penutupan secara besar-besaran terhadap forum di internet, merepresentasikan gelombang baru pengontrolan jaringan internet China.

(Sumber Secret China)