SEPUTAR CHINA


Aksi Menolak Obor Olimpiade Dibubarkan

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada April 22, 2008

Oleh: Ananta Darma/ Era Baru

Demi pengamanan penyambutan Obor Olimpiade Beijing, aparat keamanan dari Polda Metro Jaya membubarkan aksi damai yang digelar oleh Masyarakat Indonesia Untuk Kebebasan Tibet di pintu gerbang stadion Senayan, Jl. Sudirman Jakarta pada Selasa, (22/4). Meski sebentar, aksi ini telah menunjukan kepada dunia internasional bahwa sebagian masyarakat Indonesia menolak kedatangan Obor Olimpiade karena masalah hak asasi manusia di China.

Aksi yang melibatkan sekitar 200 massa dari berbagai elemen dan LSM ini dimulai pukul 10.15 WIB. Berbagai spanduk dibentangkan. Koordinator aksi Tri Agus S. Siswowihardjo (Solidamor) sempat berorasi. Baru saja berlangsung 30 menit, aparat keamanan dari Polda Metro Jaya meminta massa untuk membubarkan diri dengan alasan surat pemberitahuan hanya dikirimkan via fax, tidak datang langsung ke Polda. Tim dari LBH Jakarta dan Kontras (6 orang) yang mencoba bernegoisasi malah ditangkap, dan digiring masuk ke dalam stadion yang dijaga ketat oleh aparat keamanan dan pengamanan sipil.

Suasana cukup mencekam, karena ada upaya provokasi dari orang yang tidak jelas untuk mengacaukan aksi tersebut, tapi untungnya massa tidak terpancing. Akhirnya massa dipaksa membubarkan diri, khususnya massa dari UPC dan klien LBH Jakarta dari Bekasi yang berjumlah mencapai sekitar 100 orang lebih, mereka langsung diarahkan masuk kembali ke bus yang dicarter dan dipulangkan. Tak lama kemudian, tim negoisator termasuk dari aktivis dari Anand Asram, dibebaskan. Dua orang asing dari Belanda yang ikut diamankan dalam aksi itu, sampai tulisan ini diturunkan, masih ditahan di Polda Metrojaya.

Dalam pernyataannya, Muhammad Gatot SH dari LBH Jakarta yang termasuk salah seorang yang diamankan dalam aksi itu, mengecam tindakan aparat yang membatasi warga negara untuk menyampaikan pendapat dan berekspresi. “Kami tidak melanggar hukum, mereka cari alasan saja untuk membubarkan aksi,” ujar gatot kepada para wartawan. Karena aksi berakhir lebih awal, beberapa acara yang sedianya akan ditampilkan dalam aksi damai itu dibatalkan, antara lain pentas teatrikal dan Reog Ponorogo.

Mengecam Penguasa China
Dalam pernyataan sikapnya, Masyarakat Indonesia Untuk Kebebasan Tibet mengatakan sangat menghargai upaya pemerintah menyambut obor Olimpiade, namun mereka bersikap berbeda terhadap simbol pesta olah raga dunia itu. ”Sebab sampai detik ini, penguasa China masih mengingkari janjinya untuk memperbaiki kondisi hak asasi manusianya menjelang Olimpiade. Rakyat Tibet masih menghadapi penindasan dari rejim komunis China,” jelas Tri Agus SS. dalam statemennya. Bahkan Obor Olimpiade dipaksakan akan melewati wilayah Tibet yang itu berarti tidak mengindahkan perasaan rakyat di sana.

Disebutkan, insiden kekerasan yang terjadi di Lhasa, Tibet pada bulan lalu yang menewaskan ratusan jiwa manusia tak berdosa adalah sebuah pelanggaran HAM yang berat. Karena itu, penguasa China harus segera membebaskan rakyat Tibet dari segala bentuk penindasan sebelum pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008. Mereka juga mendesak komunitas internasional dan para pemimpin dunia untuk segera menekan rejim komunis China supaya memperbaiki catatan HAM-nya yang buruk di Tibet maupun di Daratan China.

Menurut mereka. apa yang terjadi di Tibet semakin memperburuk catatan HAM China yang sebentar lagi akan menggelar Olimpiade. Di luar itu, penguasa China juga terbukti melakukan pelanggaran HAM berat terhadap rakyatnya yang menuntut kebebasan berkeyakinan (pluralisme) dan demokrasi. Laporan Amnesty International pada tahun 2007 menunjukan adanya peningkatan pelanggaran HAM di negeri Tirai Bambu ini. Itu berarti penguasa China telah mengingkari janjinya pada tahun 2001 untuk memperbaiki kondisi HAM-nya jika terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade. “Piagam Olimpiade yang memberi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian telah dilanggarnya,”.

Berdasarkan kenyataan tersebut, Masyarakat Indonesia Untuk Kebebasan Tibet menolak Obor Olimpiade karena menjelang pesta olah raga dunia itu penindasan dan pelanggaran HAM semakin intensif dilakukan penguasa China terhadap rakyat Tibet dan rakyat China. Mereka juga mendesak mendesak kepada penguasa China untuk segera mengakhiri kekerasan di Tibet, serta bentuk pelanggaran HAM lain yang terjadi di China menjelang Olimpiade. Tak ketinggalan mereka juga menyerukan kepada para pemimpin dunia termasuk pemerintah Indonesia, dan Panitia Olimpiade internasional untuk menggunakan pengaruhnya agar menekan penguasa China supaya segera memperbaiki keadaan HAM-nya yang buruk.

Olimpiade Perburuk HAM China

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada April 4, 2008

Obor OlimpiadeCina bertekad untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan sukses

Catatan hak azazi manusia Cina memburuk, bukan membaik, karena Olimpiade Beijing, kata organisasi HAM Amnesty International.

Menurut Amnesty, Cina menekan pihak-pihak yang menentang pemerintah untuk memperlihatkan citra Cina yang stabil dan harmonis menjelang Olimpiade bulan Agustus.

Kelompok itu mendesak Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan para pemimpin dunia agar menentang pelanggaran-pelanggaran tersebut, termasuk cara Cina mengatasi unjuk rasa di Tibet.

Presiden AS George W Bush didesak agar memboikot upacara pembukaan Olimpiade.

“Jelas akan tidak pantas jika presiden menghadiri Olimpiade di Cina, menilai tindakan semakin represif oleh pemerintah negara itu,” kata sekelompok 15 politisi Amerika dalam surat yang mereka layangkan kepada Presiden Bush pada hari Selasa.

Bush mengatakan dia berniat untuk menghadiri upacara tersebut tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia tidak akan hadir. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy belum menegaskan apakah dia akan hadir.

Satu tim IOC saat ini berada di Beijing untuk menilai kesiapan kota itu untuk menggelar Olimpiade.

‘Di luar jangkauan’

Dalam sebuah laporan berjudul China: The Olympics Countdown, organisasi yang berkantor di London, Inggris, itu mengatakan Olimpiade telah gagal bertindak sebagai pemicu reformasi di Cina.
Semakin jelas bahwa banyak dari gelombang represi belakangan ini terjadi karena Olimpiade
Amnesty International

“Jika aparat Cina tidak mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini secepatnya, warisan hak azazi manusia yang positif dari Olimpiade Beijing tampaknya semakin jauh dari jangkauan,” katan laporan itu.

“Semakin jelas bahwa banyak dari gelombang represi belakangan ini terjadi karena Olimpiade.”

Para pegiat dan pembangkang menjadi target sebagai bagian dari operasi pembersihan pasca Olimpade dengan banyak orang terkena tahanan, kata Amnesty.

Wartawan, baik dari dalam mau pun luar Cina, masih dilarang untuk melaporkan dengan bebas.

Organisasi hak azazi itu juga mendesak para pemimpin dunia untuk berbicara tentang keadaan di Tibet.

Mereka menuduh tentara Cina menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa Tibet dan mendesak Cina untuk mengeluarkan informasi tentang orang-orang yang ditahan, dengan mengatakan Amnesty mengkhawatirkan keselamatan mereka.

‘Berat sebelah’

Pada hari Selasa, sebelum laporan Amnesty International dikeluarkan, Cina mengeritik Amnesty dan mengatakan segala upaya untuk menekan Beijing terkait dengan penyelenggaraan Olimpiade akan gagal.

“Organisasi itu berpandangan berat sebelah terhadap Cina, jadi bisa dibayangkan apa isi laporan yang akan dikeluarkan mereka,” kata juru bicara kementerian luar negeri Cina, Jiang Yu.

Juru bicara Kementerian Keamanan Publik, Wu Heping juga mengatakan bahwa “pasukan kebebasan” Tibet berniat untuk melancarkan serangan bunuh diri sebagai bagian dari perlawanan lebih luas – langkah yang dia katakan direncanakan oleh Dalai Lama.

Cina mengatakan 18 penduduk sipil dan dua petugas polisi tewas dalam kerusuhan di Tibet dan sejumlah provinsi lainnya yang dihuni warga Tibet yang pertama kali terjadi tanggal 10 Maret.

Kelompok-kelompok Tibet di luar Cina menyebut jumlah korban jiwa mencapai 140 orang, korban yang menurut orang-orang Tibet tewas di tangan aparat keamanan Cina.

Klaim tentang korban kerusuhan itu sulit diverifikasi karena pemerintah Cina melarang sebagian besar wartawan asing datang ke daerah-daerah yang dinyatakan sensitif.
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/04/080402_chinahumanrights.shtml

Surat Terbuka kepada Presiden China Hu Jintao

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada April 1, 2008

Yang mulia, Tuan Hu Jintao

Sebentar lagi negeri Tuan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2008. Sebagai sesama bangsa Asia, kami memiliki kebanggaan yang sama jika pesta olah raga dunia itu bisa berlangsung sukses. Tidak hanya sukses dalam arti teknis pelaksanaan, akan tapi juga sukses mewujudkan moto ”One World, One Dream”. Semua orang di dunia tentu bermimpi perhelatan olah raga akbar ini akan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kemanusiaan, perdamaian dan sportifitas sebagaimana tercantum dalam Piagam Olimpiade.

Kekerasan yang terjadi di Lhasa, Tibet belum lama ini, telah membuyarkan semua impian tersebut. Dengan alasan untuk mengamankan Olimpiade, Tuan telah menggunakan kekuatan militer untuk memprovokasi kerusuhan, dan membunuh kaum Tibetan yang tak berdosa. Meski Tuan mengatakan jumlah yang tewas hanya 22 orang, tapi versi yang sudah diverifikasi menunjukan lebih banyak yakni mencapai 140 orang. Sudah pasti komunitas internasional lebih mempercayai versi di luar pemerintah China mengingat selama ini kekuasaan Partai Komunis China yang Tuan pimpin dibangun atas dasar kebohongan dan kejahatan. Sejak 1959, tentara Tuan telah menindas warga Tibet dan membunuh ratusan ribu rakyat dan biksu, serta menghancurkan ribuan kuil Buddha.

Sikap represif militer China dalam menghadapi aksi damai kaum Tibetan, telah memperburuk catatan hak asasi manusia negeri Tuan menjelang pelaksanaan Olimpiade. Kenyataan itu sudah pasti bertentangan dengan janji Tuan ketika mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade pada tahun 2001. Saat itu rejim komunis China berjanji akan memperbaiki kondisi HAM-nya. Kenyataannya justru sebaliknya, beberapa bulan sebelum pesta olah raga itu, Tuan semakin represif dalam menghadapi kelompok-kelompok yang berbeda pendapat dengan partai. Tidak hanya kaum Tibetan, kelompok lain juga Tuan tindas. Penangkapan besar-besaran terhadap para pengikut Falun Gong, penyerangan terhadap kaum muslim Uighur di Xinjiang Barat, peningkatan tekanan terhadap penganut Kristen Katolik, serta pengekangan terhadap jurnalis dan blogger, adalah buktinya.

Kalau Tuan berharap penyelenggaraan Olimpiade merupakan ajang untuk menunjukan kemajuan ekonomi dan sosial China serta memperbaiki citra negara, Tuan mesti mengubah kebijakan dengan lebih mengedepankan pada pluralise dan demokrasi. Waktu tinggal menghitung mundur bagi Tuan untuk memberikan kebebasan kepada rakyat Tibet, serta memperbaiki kondisi HAM di negeri Tuan secara menyeluruh. Selama Tuan masih menggunakan kekerasan dalam mensikapi perbedaan pendapat dan mengekang kebebasan berkeyakinan, kami meragukan kapasitas dan integritas pemerintah China dalam mengelar pesta olah raga dunia. Sekali lagi kami mengingatkan bahwa tanpa kebebasan Tibet, tanpa penghormatan terhadap HAM, negara Tuan tidak layak menjadi tuan rumah Olimpiade.

Free Tibet, No Human Right, No Olympics
Jakarta, 31 Maret 2008
Masyarakat Indonesia Untuk Kebebasan Tibet

Indonesian Society of A Free Tibet

Serangan Terhadap “Musuh” Olimpiade

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Maret 10, 2008

Oleh: Fadjar Pratikto/Era Baru

Jelang Olimpiade Beijing, penguasa China kembali menyerang kelompok muslim di Xinjiang Barat yang dituduh separatis dan teroris. Dua orang tewas dalam insiden penyerangan ini.

Sebuah serangan militer kembali dilancarkan terhadap kelompok di kawasan China baratlaut yang berpenduduk mayoritas Muslim. Demikian laporan Antara mengutip pernyataan seorang pejabat penting China, awal Maret ini, yang diberitakan media pemerintah.

Disebutkan, kelompok tersebut berencana melancarkan serangan terhadap pertandingan dalam Olimpiade mendatang, kata Wang Lequan, yang memimpin Partai Komunis untuk wilayah Xinjiang di sela sidang parlemen nasional. “Para separatis, penyabot itu akan ditindak tegas, tidak peduli dari etnik manapun mereka berasal,” katanya seperti dikutip Xinhua.

Selain menewaskan dua orang, sebanyak 15 orang ditahan dalam serangan 27 Januari di Urumqi, ibukota wilayah Xinjiang yang luas yang berbatasan dengan beberapa republik Asia Tengah. Lima perwira polisi cedera dalam serangan itu dimana tiga granat rakitan dilemparkan ke mereka.

Secara terpisah, seorang pejabat senior Xinjiang mengaku pihaknya telah melumpuhkan rencana “serangan teroris” terhadap sebuah pesawat yang terbang dari Urumqi ke Beijing. Pesawat China Southern Airlines terpaksa mendarat di Lanzhou, ibukota provinsi Gansu.”Beberapa orang berusaha membuat satu bencana udara ,” kata Nur Bekri, kepala pemerintah wilayah Xinjiang.

Muslim Ditekan
Insiden penyerangan terhadap kelompok muslim sudah berulang kali terjadi di wilayah Xinjiang yang berpenduduk 20 juta jiwa. Daerah ini sebagian besar dihuni etnik Uighur dan minoritas-minoritas Muslim lainnya, yang secara tradisional menuntut otonomi lebih luas. Delapan juta Muslim Uighurs yang tinggal di Xinjiang itu berasal dari etnik Turks.

Perkembangan Islam yang meluas di wilayah Xinjiang Barat telah membuat Partai Komunis China ketakutan. Dengan alasan kelompok muslim melakukan gerakan separatisme dan terorisme, mereka ditekan. Sejumlah tokoh muslim ditangkap, dipenjara dan dibunuh. Menjelang Olimpiade Beijing 2008 ini, tekanan terhadap mereka semakin kuat.

Pada awal tahun 2008 ini, polisi China mengumumkan telah menewaskan 18 orang dalam serangan terhadap mereka yang disebutnya “menumpas” aktifitas separatis Muslim di sebuah kampUighur Xinjiang. Pengumuman itu muncul ketika pejabat China mengecam calon penerima hadiah Nobel Perdamaian, Rebiya Kadeer, seorang tokoh muslim Uighur yang dipenjara tahun 2000 karena dituduh “membocorkan rahasia negara”.

Ba Yan dari Departemen Keamanan Publik Xinjian mengatakan kamp pelatihan itu terletak di dataran tinggi Pamirs, di dekat perbatasan Afghan dan Pakistan. Bas mengatakan kamp- kamp itu dijalankan oleh gerakan Islam Turkestan Timur. Tuduhan yang sama sebagaimana sering dilakukan AS. “Polisi menahan 17 teoris dan mengejar sejumlah lainnya,” kata kantor berita Xinhua mengutip Ba. Polisi juga mengaku telah menyita 22 granat tangan dan lebih dari 1500 lain yang masih dalam proses pembuatan.

Beijing menuduh sejumlah kelompok terkait dengan Al-Qaeda, namun kelompok kelompok hak asasi mengatakan pemerintah China menggunakan perang melawan terorisme sebagai cara menumpas gerakan demokrasi dan menekan kebebasan beragama.

Tahun lalu, laporan Human Rights Watch dan Human Rights in China menyebutkan penguasa China telah menumpas kaum muslim Uyghurs. Penindasan itu dilakukan dengan cara memanggil imam dan menutup mesjid sampai pada hukuman mati ribuan orang setiap tahun. Disebutkan hampir setengah tahanan di kamp pendidikan ulang, dianggap sebagai pelaku kegiatan keagamaan secara gelap. Lima umat Muslim Uighur pada akhir 2007 lalu juga telah dijatuhi hukuman mati karena dituduh “melakukan kegiatan separatis”.
(dari berbagai sumber)

“Dunia yang Sama, HAM yang Sama”

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 27, 2008

Forum CIPFG di TaipehDeklarasi CIPFG : Obor HAM melangkah masuk daratan Tiongkok

(Erabaru.or.id) Setelah menggelar Forum Internasional selama 2 hari pada tanggal 21-22 Februari 2008 di Taipei, CIPFG (Koalisi Penyelidikan Penindasan Terhadap Falun Gong) mendeklarasikan pernyataan bersama, yaitu membawa obor ham masuk ke daratan tiongkok.

Dengan tema “Dunia yang sama, HAM yang sama”, mereka mengharapkan kelompok-kelompok yang ditindas oleh pemerintahan partai komunis China, seperti kelompok anti korupsi, kelompok yang mendambakan kebebasan dan kesetaraan hak azazi manusia dll menyambut gerakan tersebut serta menjadikannya sebagai momentum dalam sejarah untuk memperjuangkan hak-hak sipil dan kebebasan berpendapat serta demokrasi bagi bangsa Tiongkok.

Kegiatan yang dipelopori oleh CIPFG tersebut bertujuan mengungkap berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh partai komunis China di Tiongkok. Obor HAM dinyalakan pertama kali pada 9 Agustus 2007 lalu di Athena, dan telah berkeliling melintasi 26 negara dan 80 kota di seluruh dunia, yang mendapat dukungan dan dampak yang semakin besar di masyarakat internasional untuk lebih menyoroti betapa buruknya kondisi HAM di Tiongkok, muncul suara-suara yang menuntut Beijing untuk memilih antara hentikan penindasan sekarang juga, atau mereka akan bertindak memboikot olympiade 2008.

Dipastikan Obor HAM akan dibawa masuk dan menyebar ke seluruh pelosok daratan Tiongkok terhitung sejak Maret 2008, itu merupakan dukungan nyata dari masyarakat dunia luar kepada rakyat Tiongkok untuk bangkit dan mengungkap kondisi HAM yang buruk di negaranya.

Adapun tujuan terfokus pada daerah yang penduduknya diperlakukan sangat buruk oleh pemerintah PKC(Partai Komunis China), tempat- tempat penting saksi sejarah akan penindasan PKC, kota-kota penting yang berhubungan dengan sejarah PKC, maupun yang maju pesat dalam perkembangan sejarah bangsa Tionghoa, daerah pariwisata, kota yang berhubungan dengan kegiatan Olympiade, dan kota Beijing tempat olympiade akan dilangsungkan.

Dipertimbangkan dari segi keselamatan dan kelancarannya, estafet penyampaian Obor HAM akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan bervariasi, misalnya brosur, email, sms, pesan singkat melalui skype, kaos T Shirt, bahkan juga tulisan di lembaran uang, pada bangunan-bangunan tentang seruan “Dunia yang sama, HAM yang sama”, juga pita kuning sebagai simbol pergerakan.

CIPFG menyatakan, pembahasan rancangan Obor HAM Estafet Global sedang dilakukan dan akan diumumkan dalam waktu dekat, mereka menyatakan dengan senang hati jika rakyat Tiongkok mau merancangnya untuk digunakannya sendiri di sana.

Sumber berita : http://www.dajiyuan.com
http://tw.epochtimes.com/bt/8/2/22/n2020014.htm
http://www.erabaru.or.id/k_01_art_834.html

Forum di Taipei Mendesak Dunia Memboikot Olimpiade Beijing

Posted in OLIMPIADE,Uncategorized oleh Seputar China pada Februari 27, 2008

Pembicara utama adalah David Kilgour, mantan Sekretaris Negara Kanada Urusan Asia Pasifik, dan senator Australia Andrew Bartlett membuka “Forum Internasional: HAM di China dan Olimpiade 2008” di Hotel Grand Hyatt, Taipei pada tanggal 21 Februari 2008. Lebih dari 100 tokoh politisi dan aktivis HAM dari 12 negara berkumpul untuk berunding, bagaimana memotivasi kekuatan global untuk memboikot Olimpiade Beijing.
Acara pembukaan dimulai dengan surat ucapan selamat dari Presiden Taiwan, Chen Shuibian. Presentasi diberikan oleh para narasumber yang meliputi: Shieh Jhy-wey, Menteri Kantor Informasi Pemerintahan dan Tung Chen-yuan, wakil ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok. Disamping itu, terdapat Edward McMillan-Scott, wakil presiden Parlemen Eropa, dan Dana Rohrabacher, anggota Kongres AS, mengirim video pidato mereka yang menyerukan kepada dunia agar menaruh perhatian terhadap catatan HAM di China.
William Lai, ketua CIPFG (Koalisi Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong di China) cabang Asia, menyatakan bahwa banyak tokoh penting di dunia sedang menentang Olimpiade Beijing, termasuk Pangeran Charles dan sutradara Stephen Spielberg. Menurut Lai, rejim komunis Bejing terus-menerus melanggar HAM rakyat China dan bersikap mengancam keamanan dunia. Shieh Jhy-wey menyebutkan dalam pidatonya bahwa setiap orang harus turut menegakkan HAM. Tung Chen-yuan mengatakan ia memuji keputusan Stephen Spielberg untuk mundur dari penasihat artistik Olimpiade Beijing.
Rekaman pidato McMillan-Scott menekankan bahwa rejim komunis China merupakan pelanggar HAM paling buruk di dunia saat ini, dan Olimpiade seharusnya tidak dijadikan alat propaganda untuk menutupi kesalahannya. Menurutnya, orang-orang seharusnya tidak berdiam diri sementara rejim ini terus melakukan kebiadaban, khususnya penindasan terhadap Falun Gong.
McMillan-Scot menghubungkan Olimpiade Beijing dengan Olimpiade Berlin 1936. Ia mengatakan bawa rejim Beijing berusaha menutupi kejahatan mereka dengan memanfaatkan Olimpiade seperti Hitler menyembunyikan pembunuhan massal Nazi terhadap kaum Yahudi. Ia menegaskan bahwa orang-orang seharusnya tidak lagi acuh tak acuh dan membiarkan sejarah terulang kembali, atau mentolerir manipulasi Beijing atas opini publik dunia
David Kilgour membicarakan tentang kejahatan terhadap kemanusiaan oleh rejim komunis China yang merampas organ ribuan praktisi Falun Gong yang masih hidup. Kilgour juga menyinggung dukungan rejim ini atas pembantaian 400.000 orang Sudan di Darfur. Ia mengatakan penindasan Beijing terhadap Falun Gong dan kelompok religius lainnya berlawanan dengan Piagam Olimpiade seperti yang telah dilakukan oleh rejim Nazi. “Kita harus menekan rejim komunis China untuk menaati Piagam Olimpiade,” demikian katanya.
Senator Australia, Andrew Bartlett mengatakan bahwa dunia seharusnya tidak memisahkan pelanggaran HAM China dengan kekuatan ekonomi negara. Ia menekankan, bahwa sebagai warga dunia, orang-orang perlu menyuarakan bagi para korban pelanggaran HAM sebelum tibanya Olimpiade Beijing.

(The Epoch Times, 25 Februari 2008)

Pangeran Charles dan Politisi Belanda Galang Aksi Boikot

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 25, 2008

OLIMPIADE BEIJING 2008
posted by kontan on 02/21/08

AMSTERDAM. Rasanya ganjil kalau upacara pembukaan tanpa peserta. Tapi itu bisa saja terjadi di Olimpiade Beijing 2008 yang berlangsung Agustus mendatang. Sekarang makin santer terdengar seruan pemboikot an hajatan olah raga itu dengan dalih perlakukan hak asasi manusia (HAM) di China buruk.

Pangeran Charles, pewaris tahta kerajaan Inggris bahkan sudah menyatakan sikapnya agar Inggris tak perlu ikut Olimpiade di China. Ia menyebut sikap itu sebagai dukungan pada pemimpin Tibet, Dalai Lama, yang kini mengasingkan diri keluar dari China.

Anjuran boikot juga datang dari anggota parlemen Belanda, Joel Voordewind, yang berasal dari partai Uni Kristen. Ia mendesak agar pemerintahan negara-negara di dunia menekan China dengan cara memboikot dan melarang swasta ikut serta menjadi sponsor.

Voordewind menganjurkan agar para peserta tak perlu ikut dalam acara pembukaan Olimpiade Beijing. “Mereka bisa tetap ikut, menghadiri upacara pembukaan hanya membuat China merasa menang dan besar kepala,” katanya Selasa (20/2).

Tak hanya omong di media, Voordewind juga menggalang dukungan lewat forum-forum diskusi soal HAM langsung di Beijing sebelum pertandingan digelar. “Kalau pemerintah China melarang, artinya memang mereka pelanggar HAM,” ujarnya diplomatis.

Sayang pemerintah Belanda tak menyambut ajakan itu. Perdana Menteri Belanda, Maxime Verhagen, mengatakan, selama ini mereka selalu berdiskusi soal HAM dengan pemerintah China. Ia tegas-tegas tak mendukung rencana boikot.

Tapi Voordewind tak patah arang, masih cukup waktu untuk menggalang massa sebelum Agustus. “Amerika saja perlu waktu hingga bisa memboikot Olimpiade Moskow saat Soviet menyerang Afganistan,” ujar Voordewind, optimis.

Muhamad Fasabeni, AP

Langkah Bijak Spielberg, Mundur Sebagai Penasehat Olimpiade

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 19, 2008

Pengunduran diri Steven Spielberg sebagai penasehat artistik pada Olimpiade Beijing, merupakan pukulan telak bagi penguasa China. Rejim komunis itupun berusaha memperbaiki citranya di Darfur.

Dukungan penguasa China terhadap pemerintah Sudan yang bertanggungjawab atas genosida di Darfur, ternyata menjadi kontra produktif dalam pelaksanaan Olimpiade di Beijing. Masalah itulah yang membuat sutradara ternama Hollywood Steven Spielberg secara resmi telah mengundurkan diri sebagai penasehat artistic Olimpiade pada 12 Februari 2008 lalu

Spielberg mengatakan hati nuraninya melarang dia melanjutkan perannya di Olimpiade Beijing. Dalam pernyataannya, dia menuduh penguasa China tidak cukup berbuat untuk menekan Sudan agar menghentikan “penderitaan kemanusiaan yang terus berlanjut” di Darfur bagian barat yang sedang bergolak. Setidaknya 200,000 orang terbunuh dan lebih dari dua juta orang terpaksa mengungsi dalam konflik yang telah berlangsung lima tahun.

Keputusan Spielberg tersebut merupakan pukulan berat bagi penguasa China yang sedang mempersiapkan pesta olah raga dunia itu. Kementerian luar negeri China menuduh ada maksud tertentu di balik kecaman terhadap kebijakan negara itu di Sudan.”Dapat dimengerti jika beberapa orang tidak memahami kebijakan pemerintah China di Darfur, tetapi saya khawatir sebagian orang mungkin memiliki motif sampingan dan ini tidak bisa kami terima,” tandas juru bicara kementerian luar negeri Cina Liu Jianchao, seperti dikutip BBC.

Lebih lanjut, Jianchao mengatakan bahwa China mengkhawatirkan keadaan kemanusiaan di Darfur. “[Tetapi] kata-kata kosong tidak akan membantu. Kami berharap orang-orang yang bersangkutan akan lebih pragmatis,” jelasnya. Beijing juga mengatakan pemerintah sudah menunjuk utusan khusus untuk Darfur dan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke kawasan itu. Namun banyak orang, termasuk Steven Spielberg, mengatakan ini tidak cukup.

Selama ini, China memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Sudan. Sudan menjual sekitar dua per tiga minyaknya ke China, sementara Beijing menjual senjata ke pemerintah Sudan dan memblokir upaya Dewan Keamanan PBB untuk menekan Khartoum, ibukota Sudan. Ada dugaan kuat pasokan senjata dari China itu digunakan di Darfur, dimana milisi pro-pemerintah melakukan kekejaman secara luas. Sudan membantah pihaknya membantu milisi Janjaweed dan mengatakan keadaan di Darfur terlalu dibesar-besarkan.

Namun Spielberg yakin atas laporan para aktivis HAM bahwa telah terjadi genosida di Darfur. Karena itu, baginya membantu Darfur lebih penting dari pada peranannya di Olimpiade. “Pada saat ini, waktu dan tenaga saya tidak seharusnya digunakan untuk perayaan Olimpiade melainkan berbuat sekuat tenaga untuk membantu penghentian kejahatan terhadap kemanusiaan yang terus berlangsungi di Darfur.” Menindaklanjuti sikapnya, Spielberg telah mengirimkan surat kepada Presiden Hu Jintao, guna mendesak China agar menggunakan momentum Olimpiade di Beijing untuk membantu pemulihan situasi di Darfur.

Di Sudan, pemberontak di Darfur gembira dengan keputusan Spielberg dan berharap atlet-atlet mau mengikuti jejak sutradara tersebut. ”Mundurnya Spielberg besar artinya bagi perjuangan kami. Kami menyerukan untuk memboikot olimpiade,” kata Ahmed Abdel Shafie, pimpinan Tentara Pembebasan Sudan.

Sebuah surat kabar di Inggris juga menerbitkan surat dari 80 pemenang Nobel, atlet internasional, politisi dan artis yang mendesak Beijing agar membantu mengakhiri konflik. Sebelumnya Bintang Hollywood Mia Farrow dan George Clooney pernah mengecam China atas masalah Darfur. Sebuah Obor HAM yang diprakasai oleh CIPFG juga sedang diarak keliling dunia untuk mendorong perbaikan HAM di China, khususnya untuk menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.
(Fadjar/ diolah dari BBC/AP/AFP/Reuter)

7 Obor Olimpiade Hiasi Kedubes Cina

Posted in Arsip Berita,OLIMPIADE oleh Seputar China pada Januari 24, 2008

Teddy Yuliandy Moeffat – detikcom
08/12/2007 20:43 WIB

Jakarta – Malam hari, suasana di depan Kedubes Cina tampak syahdu. 7 obor terpasang berjejer di trotoar depan kedubes.

Tapi jangan salah sangka dulu, ‘Romantisme’ ini adalah bagian dari bentuk protes terhadap pemerintah Cina yang dianggap masih belum peduli dalam masalah HAM, padahal pada tahun 2008 negeri tirai bambu ini akan menjadi tuan rumah olimpiade.

Liukan api di obor setinggi 1,5 meter itu bergerak mengikuti arah tiupan angin. Di antara obor dibentangkan spanduk oleh demonstran yang bernada kecaman pada pemerintah Cina.

Spanduk-spanduk tersebut antara lain bertuliskan ‘Olympics and crimes against humanity can’t co-exist in China’ dan ‘Stop killing Falun Gong practitioner for their organs’.

Pemasangan obor juga punya maksud tersendiri. Pada tanggal 4 Januari, Indonesia akan kedatangan obor HAM. Obor tersebut dibawa berkeliling dari benua ke benua sejak 9 Agustus 2007.

“Sekarang obor HAM berada di New Zealand,” kata penanggung jawab acara Fadjar Pratikto.

Pantauan detikcom di lokasi yang berada di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2007), aksi tersebut berlangsung damai dan lancar. Pada pukul 20.00 WIB, aksi yang dimulai pukul 18.00 WIB pun berakhir. Sekitar 20 orang demonstran membubarkan diri dengan tertib.

Aksi tersebut dilakukan oleh aktivis Falun Gong dan Global Human Rights Efforts (Ghure). Mereka menilai Cina tidak pantas dijadikan tuan rumah Olimpiade 2008 karena punya masalah dalam isu HAM.

“Tidak pantas olimpiade diadakan di cina, Kecuali mereka telah memperbaiki kondisi HAM,” tegas Sekretaris Ghure, Karnadi.
( gah/gah)

Obor HAM Estafet Global Mencapai Jantung Uni Eropa

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Oktober 2, 2007

Epoch Times Belgium Staff Oct 01, 2007

Brussel, Belgia – Setelah turun hujan di pagi hari, langit cerah menyambut upacara kedatangan Obor HAM Estafet Global di Schumann Place di Brussel, Belgia. Hampir anggota semua partai di Parlemen Belgia mendukung acara ini.

Obor HAM memulai perjalanannya ke lima benua pada tanggal 9 Agustus 2007 di Athena, Yunani dan tiba di Brussel, ibukota administrasi Uni Eropa pada tanggal 28 September 2007. Brussel merupakan tempat pemberhentian Obor yang keduabelas. Obor HAM membawa pesan bahwa pelanggaran HAM tidak boleh terus berlangsung di China apabila rejim China hendak melanjutkan untuk menyelenggarakan pertandingan Olimpiade.

Obor HAM diprakarsai oleh Koalisi Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong (CIPFG). Banyak orang berpikir bahwa penindasan terhadap Falun Gong mempengaruhi seratus juta praktisi-nya, apalagi melibatkan penyiksaan, pembunuhan, dan perampasan organ, merupakan pelanggaran HAM terburuk yang sedang terjadi di China. Untuk itu, CIPFG memulai Obor HAM ini memberi tahu kepada dunia tentang penindasan terhadap Falun Gong, Kristen, Islam, demokrasi, serta pengekangan terhadap kebebasan beragama, berkumpul dan menyatakan ekspresi.

Petitjean, perwakilan CIPFG setempat mengatakan: “Olimpiade 2008 akan dilangsungkan kurang dari 12 bulan, sementara menurut laporan Amnesti Internasional, Human Rights Watch dan NGO-NGO lainnya, rejim komunis China telah mengambil langkah untuk membungkam siapa saja yang berani mengungkapkan penindasan dibawah kekuasaan mereka.”

Menurutnya, Obor HAM Estafet Global bertujuan mendesak komunitas internasional untuk menolak pertandingan Olimpiade di Beijing, karena penyelenggaraan pesta olah raga itu akan menjadi parodi bagi semangat Olimpiade dan langsung melanggar Piagam Olimpiade.

Salah satu duta Obor HAM Belgia, Senator Vankrunkelsven, dimana dia sendiri melakukan penyelidikan terhadap transplantasi organ ilegal di China pada tahun 2006, dalam pidatonya menekankan pelanggaran HAM yang sedang terjadi di China. “Rejim China akan memanfaatkan Olimpiade untuk citra mereka, namun kita tidak boleh kehilangan kesempatan ini untuk mengekspos situasi sebenarnya di China,” demikian kata Vankrunkelsven.

Penindasan yang sedang terjadi China digambarkan dengan buruk dalam surat terbuka pengacara HAM terkenal Gao Zhisheng di China kepada Kongres Amerika Serikat. Gao Zhisheng ditangkap kembali minggu ini. Oleh karena itu, para peserta Obor HAM di Belgia mengenakan pita kuning untuk menunjukkan dukungan mereka kepada pengacara Gao. “Kami sangat menghargai dan mengagumi keteguhan dan keberanian Gao dengan mengeluarkan surat terbukanya pada waktu ketika ia berada dibawah pengawasan ekstrim ketat dan menjadi sasaran kekerasan oleh rejim komunis China,” menurut salah satu pembicara.

Daftar pernyataan dukungan dari para politikus dan budayawan dibacakan pada saat upacara. “Saya berada di sini untuk mengumumkan bahwa saya akan mendukung Obor HAM Estafet Global CIPFG. Kita akan bergabung dengan semua orang yang membela keadilan, dan bersama-sama kita akan menyalakan obor dan membuat cahaya keadilan menyelimuti setiap sudut dunia kita,” demikian yang ditulis oleh salah satu walikota Belgia.

http://en.epochtimes.com/news/7-10-1/60284.html

Laman Berikutnya »