SEPUTAR CHINA


Sudah 43 Anak Tewas Akibat Virus EV71 di China

Posted in Bencana oleh Seputar China pada Mei 16, 2008

Beijing – Korban jiwa akibat virus enterovirus 71 alias EV71 di China terus melonjak. Sejauh ini total korban tewas telah mencapai 43 anak.

Korban terakhir adalah seorang bayi berempuan berusia 22 bulan dari Provinsi Jiangxi. Bayi malang itu meninggal pada Kamis, 15 Mei waktu setempat di rumah sakit.

Demikian disampaikan pejabat-pejabat kesehatan kepada kantor berita resmi China, Xinhua, Jumat (16/5/2008).

Virus EV71 bisa menyebabkan penyakit mulut, kaki dan tangan. Sejauh ini penyakit itu telah menjangkiti lebih dari 24.934 anak di 7 provinsi China plus ibukota Beijing.

Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah setelah Kementerian Kesehatan China pekan lalu memerintahkan fasilitas-fasilitas kesehatan untuk melaporkan setiap kasus baru.

Virus EV71 menyebar melalui kontak dengan air liur atau kotoran pasien yang terinfeksi. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah.

Serangan virus ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Juni dan Juli mendatang. ( ita / nrl )
(detik.com)

Iklan

China Hadapi Cuaca Buruk

Posted in Bencana oleh Seputar China pada Januari 30, 2008

Penampungan sementara

Musim dingin parah mengganggu transportasi di Cina sementara puluhan juta orang mudik Tahun Baru.

Paling tidak 170 ribu orang tertahan di stasiun kereta di Guangzhou, propinsi Guangdong, Cina selatan, karena sebagian besar kereta ditunda keberangkatannya.

Ribuan orang terganggu perjalanannya karena jalan jalan yang tertutup, sebagian daerah kehabisan garam untuk ditaburkan pada es.

Lebih 20 orang tewas sejak musim dingin parah terjadi disana.

Salju turun di Cina tengah, timur dan selatan, daerah yang biasanya tidak mengalami musim dingin parah. Salju diperkirakan masih akan turun. Jalan bebas hambatan dan jalur kereta tertutup, terutama di bagian selatan. Sejumlah bandara udara daerah ditutup, sementara beberapa propinsi mengalami kelangkaan listrik.

Tahun lalu dua milyar orang melakukan perjalanan selama musim Tahun Baru, yang dapat dipandang sebagai migrasi terbesar di dunia. Wartawan BBC di Shanghai, Quentin Sommerville melaporkan bis dan kereta sudah penuh penumpang pada musim liburan, meskipun cuaca tidak seburuk sekarang.

‘Bekerjasama’
Penduduk terus berdatangan di stasiun Guangzhou meskipun mati listrik di propinsi Hunan menyebabkan sebagian besar kereta tidak dioperasikan.

Setelah tiga hari menunggu keretanya di kota Chongqing, Cina barat daya, Liu Si mengatakan kepada kantor berita Reuters, kecil kemungkinan dirinya dapat mudik dalam waktu dekat.
Sejumlah daerah mengalami musim dingin terburuk “Saya tinggal di Guangdong selama sepuluh tahun, saya tidak pernah merayakan Tahun Baru disini. Tahun ini mungkin saya terpaksa harus melakukannya. Saya tidak merasa senang.”

Pemerintah Guangzhou mendirikan tempat perlindungan sementara di sekolah sekolah dan bangunan umum lainnya bagi penumpang kendaraan umum yang terjebak disana.

Departemen masalah umum mengatakan cuaca buruk menganggu 67 juta orang dan sudah menimbulkan kerugian sebesar 2,5 milyar dolar.

Sebelumnya, perdana menteri Wen Jiabao mengatakan cuaca buruk membahayakan kehidupan penduduk dan mengganggu pasok makanan segar, minyak dan gas menjelang Tahun Baru. Ia memperingatkan keadaan akan memburuk.

“Segera lakukan mobilisasi dan bekerjasama untuk mengatasi perang melawan bencana,” katanya kepada para pejabat, seperti dilaporkan situs resmi pemerintah.

“Pastikan penduduk dapat menikmati Perayaan Musim Semi.”

Keadaan yang buruk dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah rumah rusak di Cina, mengganggu pasok listrik dan menghancurkan tanaman pangan.

Sejumlah daerah Cina mengalami hujan salju terburuk dalam lebih sepuluh tahun terakhir.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/01/080128_china.shtml

Invasi Tikus Bisa Sebarkan Wabah Penyakit

Posted in Bencana oleh Seputar China pada Juli 16, 2007

Pembantaian tikus menghasilkan 100 ton tikus mati dalam waktu delapan hari di Danau Donting, China pada 10 Juli 2007 lalu. Hal ini menimbulkan kekuatiran akan munculnya wabah penyakit baru.

Erabaru.or.id – Banjir besar dari Sungai Yangtze telah menyebabkan peningkatan level air di Danau Donting – Danau air tawar terbesar kedua di China –  dan membuat jutaan tikus dari pulau di danau itu lari ke habitat manusia. Dua orang ahli dalam pemerintahan setempat memperingatkan ini adalah pertanda lingkungan China yang memburuk dan bisa menyebabkan wabah penyakit serius dalam hitungan hari. Distrik Datonghu di Kota Yiyang, sebuah area yang sangat serius diduduki tikus, melaporkan telah membantai sekitar 100 ton tikus sawah hanya dalam waktu delapan hari. Penduduk telah mengumpulkan lebih dari sepuluh truk tikus untuk dikuburkan. 

Menurut Voice of America (VOA), Wang Guoping, wakil sekretaris Asosiasi Lingkungan Hidup Provinsi Hunan, mengatakan salah satu alasan peningkatan jumlah tikus secara dramatis adalah banyak berkurangnya pemangsa alami tikus seperti ular dan burung pemangsa. Populasi lokal di Hunan memakan ular sebagai makanan, dan meskipun sudah ada hukum perlindungan, mereka terus menangkap ular liar untuk dekorasi dan barang seni.  

Alasan lain untuk degradasi ekosistem di area Hunan adalah pengurangan sumber air. Area Pantai terbuka dan pulau-pulau di danau adalah tempat ternak yang sempurna untuk tikus sawah. “Di masa lalu, area Danau Dongting lebih luas. Sekarang tidak seperti itu,” kata Wang, “Penyerbuan Tikus adalah pertanda serius dari lingkungan yang merosot. Pemerintah perlu mengambil langkah untuk menangani hal ini.” 

Untungnya hingga kini belum ada wabah penyakit berhubungan dengan penyerbuan tikus ini. Menurut laporan oleh Profesor Guo Shouheng dan para ahli lainnya dari Pusat Penanganan Penyakit Hunan (CDC) yang mempelajari penyakit yang disebabkan oeh tikus, “Hingga kini belum ada penyakit tikus disini. Tapi sejumlah besar penyakit terbawa kesini oleh tikus bisa dengan mudah masuk kedalam sistem perairan. Jika manusia bersentuhan dengan air yang terkontaminasi, sangat mungkin mereka akan terinfeksi dengan penyakit tersebut.

Kami khawatir dalam beberapa hari para petani akan memanen hasil ladang mereka dan akan berhubungan dekat dengan air yang terkontaminasi.” Desa Binhun di Kabupaten Yueyang adalah kota lainnya yang mengalami penyerbuan tikus pada waktu yang lalu. Desa Binhu menderita kerugian hasil panen sekitar 130,000 dolar Amerika, menurut Sekertaris Desa Xu Hongbin. Populasi manusia di desa telah menurun dari 1300 menjadi 800 jiwa sepuluh tahun yang lalu.  

Pada bulan Juni tahun ini, penduduk menggunakan 6000 pon beras bercampur racun tikus untuk mengurasi populasi tikus, hingga kini, hal ini adalah satu-satunya metode efektif untuk memperlambat invasi tikus. Tetapi, menurut Xu, juga ada lebih dari ribuan kucing dan ratusan anjing yang mati karena tidak sengaja memakan padi-padian yang diracuni. Dalam kurun waktu 20 tahun yang lampau telah terjadi lima kali penyerbuan tikus, terakhir terjadi pada tahun 2005. 

http://en.epochtimes.com/news/7-7-13/57592.html

Banjir Badang di China

Posted in Bencana oleh Seputar China pada Juli 12, 2007

China kembali dilanda banjir badang yang menewaskan ratusan orang di propinsi Sichuan. Lingkungan alam yang rusak akibat eksploitasi hutan yang membabi-buta menjadi salah satu penyebab bencana alam itu.

Sebuah pertanda buruk untuk penguasa negeri itu. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di China selama dua minggu terakhir ini, terus menelan korban jiwa. Jumlah korban yang disiarkan secara resmi oleh pemerintah China masih simpang siur, mungkin masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Sejumlah media Indonesia menyebutkan angka korban sudah diatas 100 orang.  

Harian Kompas (12/7) menyebutkan lebih dari 66,3 juta warga China menderita akibat banjir dan tanah longsor yang menerjang negara itu dalam dua pekan terakhir. Sedikitnya 360 orang tewas dan 31 orang dilaporkan hilang. Sebanyak 217.000 rumah rusak dan 4,28 juta hektar lahan pertanian hancur. Kantor Pusat Pengendalian Banjir dan Kekeringan setempat mencatat kerugian akibat banjir mencapai 24,3 miliar Yuan (3,13 miliar dollar AS). B

anjir yang dipincu hujan lebat terus menerus di propinsi Sichuan di selatan China sejak awal bilan ini telah menggenangi 40 wilayah, meredam pusat-pusat kota, dan merobohkan sedikitnya dua bendungan. Enam wilayah provinsi yang dilanda banjir dan tanah longsor itu antara lain adalah Sichuan, Hubei, Henan, Shanxi, Anhui dan Jiangsu. Badai hujan di daerah tersebut, telah membanjiri jalan-jalan dan merobohkan tiang listrik. Beberapa rumah hanyut di sungai itu seperti perahu-perahu. Saya melihat sebuah rumah roboh disapu banjir setelah bagian depannya runtuh,” kata seorang penduduk lokal. Hujan diperkirakan akan turun lagi di lebih dari 10 provinsi China, sementara Sichuan. Anhui dan Jiangsu menurut Pusat Meteorologi Nasional di situsnya, akan tetap merupakan daerah yang paling parah. 

Musim banjir di China, biasanya dari Mei sampai Oktober, terkenal banyak menimbulkan korban jiwa. Pada Juni, 309 orang tewas akibat bencana-bencana alam, sebagian besar badai hujan. Pihak berwenang memperingatkan bahwa dua sampai tiga topan atau badai tropis mungkin terjadi Juli dan diperkirakan akan menyebabkan kerusakan lebih besar di daerah tenggara.

(Diolah dari berita Kompas dan Antara).