SEPUTAR CHINA


Surat Terbuka kepada Presiden China Hu Jintao

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada April 1, 2008

Yang mulia, Tuan Hu Jintao

Sebentar lagi negeri Tuan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2008. Sebagai sesama bangsa Asia, kami memiliki kebanggaan yang sama jika pesta olah raga dunia itu bisa berlangsung sukses. Tidak hanya sukses dalam arti teknis pelaksanaan, akan tapi juga sukses mewujudkan moto ”One World, One Dream”. Semua orang di dunia tentu bermimpi perhelatan olah raga akbar ini akan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kemanusiaan, perdamaian dan sportifitas sebagaimana tercantum dalam Piagam Olimpiade.

Kekerasan yang terjadi di Lhasa, Tibet belum lama ini, telah membuyarkan semua impian tersebut. Dengan alasan untuk mengamankan Olimpiade, Tuan telah menggunakan kekuatan militer untuk memprovokasi kerusuhan, dan membunuh kaum Tibetan yang tak berdosa. Meski Tuan mengatakan jumlah yang tewas hanya 22 orang, tapi versi yang sudah diverifikasi menunjukan lebih banyak yakni mencapai 140 orang. Sudah pasti komunitas internasional lebih mempercayai versi di luar pemerintah China mengingat selama ini kekuasaan Partai Komunis China yang Tuan pimpin dibangun atas dasar kebohongan dan kejahatan. Sejak 1959, tentara Tuan telah menindas warga Tibet dan membunuh ratusan ribu rakyat dan biksu, serta menghancurkan ribuan kuil Buddha.

Sikap represif militer China dalam menghadapi aksi damai kaum Tibetan, telah memperburuk catatan hak asasi manusia negeri Tuan menjelang pelaksanaan Olimpiade. Kenyataan itu sudah pasti bertentangan dengan janji Tuan ketika mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade pada tahun 2001. Saat itu rejim komunis China berjanji akan memperbaiki kondisi HAM-nya. Kenyataannya justru sebaliknya, beberapa bulan sebelum pesta olah raga itu, Tuan semakin represif dalam menghadapi kelompok-kelompok yang berbeda pendapat dengan partai. Tidak hanya kaum Tibetan, kelompok lain juga Tuan tindas. Penangkapan besar-besaran terhadap para pengikut Falun Gong, penyerangan terhadap kaum muslim Uighur di Xinjiang Barat, peningkatan tekanan terhadap penganut Kristen Katolik, serta pengekangan terhadap jurnalis dan blogger, adalah buktinya.

Kalau Tuan berharap penyelenggaraan Olimpiade merupakan ajang untuk menunjukan kemajuan ekonomi dan sosial China serta memperbaiki citra negara, Tuan mesti mengubah kebijakan dengan lebih mengedepankan pada pluralise dan demokrasi. Waktu tinggal menghitung mundur bagi Tuan untuk memberikan kebebasan kepada rakyat Tibet, serta memperbaiki kondisi HAM di negeri Tuan secara menyeluruh. Selama Tuan masih menggunakan kekerasan dalam mensikapi perbedaan pendapat dan mengekang kebebasan berkeyakinan, kami meragukan kapasitas dan integritas pemerintah China dalam mengelar pesta olah raga dunia. Sekali lagi kami mengingatkan bahwa tanpa kebebasan Tibet, tanpa penghormatan terhadap HAM, negara Tuan tidak layak menjadi tuan rumah Olimpiade.

Free Tibet, No Human Right, No Olympics
Jakarta, 31 Maret 2008
Masyarakat Indonesia Untuk Kebebasan Tibet

Indonesian Society of A Free Tibet

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: