SEPUTAR CHINA


“Dunia yang Sama, HAM yang Sama”

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 27, 2008

Forum CIPFG di TaipehDeklarasi CIPFG : Obor HAM melangkah masuk daratan Tiongkok

(Erabaru.or.id) Setelah menggelar Forum Internasional selama 2 hari pada tanggal 21-22 Februari 2008 di Taipei, CIPFG (Koalisi Penyelidikan Penindasan Terhadap Falun Gong) mendeklarasikan pernyataan bersama, yaitu membawa obor ham masuk ke daratan tiongkok.

Dengan tema “Dunia yang sama, HAM yang sama”, mereka mengharapkan kelompok-kelompok yang ditindas oleh pemerintahan partai komunis China, seperti kelompok anti korupsi, kelompok yang mendambakan kebebasan dan kesetaraan hak azazi manusia dll menyambut gerakan tersebut serta menjadikannya sebagai momentum dalam sejarah untuk memperjuangkan hak-hak sipil dan kebebasan berpendapat serta demokrasi bagi bangsa Tiongkok.

Kegiatan yang dipelopori oleh CIPFG tersebut bertujuan mengungkap berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh partai komunis China di Tiongkok. Obor HAM dinyalakan pertama kali pada 9 Agustus 2007 lalu di Athena, dan telah berkeliling melintasi 26 negara dan 80 kota di seluruh dunia, yang mendapat dukungan dan dampak yang semakin besar di masyarakat internasional untuk lebih menyoroti betapa buruknya kondisi HAM di Tiongkok, muncul suara-suara yang menuntut Beijing untuk memilih antara hentikan penindasan sekarang juga, atau mereka akan bertindak memboikot olympiade 2008.

Dipastikan Obor HAM akan dibawa masuk dan menyebar ke seluruh pelosok daratan Tiongkok terhitung sejak Maret 2008, itu merupakan dukungan nyata dari masyarakat dunia luar kepada rakyat Tiongkok untuk bangkit dan mengungkap kondisi HAM yang buruk di negaranya.

Adapun tujuan terfokus pada daerah yang penduduknya diperlakukan sangat buruk oleh pemerintah PKC(Partai Komunis China), tempat- tempat penting saksi sejarah akan penindasan PKC, kota-kota penting yang berhubungan dengan sejarah PKC, maupun yang maju pesat dalam perkembangan sejarah bangsa Tionghoa, daerah pariwisata, kota yang berhubungan dengan kegiatan Olympiade, dan kota Beijing tempat olympiade akan dilangsungkan.

Dipertimbangkan dari segi keselamatan dan kelancarannya, estafet penyampaian Obor HAM akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan bervariasi, misalnya brosur, email, sms, pesan singkat melalui skype, kaos T Shirt, bahkan juga tulisan di lembaran uang, pada bangunan-bangunan tentang seruan “Dunia yang sama, HAM yang sama”, juga pita kuning sebagai simbol pergerakan.

CIPFG menyatakan, pembahasan rancangan Obor HAM Estafet Global sedang dilakukan dan akan diumumkan dalam waktu dekat, mereka menyatakan dengan senang hati jika rakyat Tiongkok mau merancangnya untuk digunakannya sendiri di sana.

Sumber berita : http://www.dajiyuan.com
http://tw.epochtimes.com/bt/8/2/22/n2020014.htm
http://www.erabaru.or.id/k_01_art_834.html

Forum di Taipei Mendesak Dunia Memboikot Olimpiade Beijing

Posted in OLIMPIADE,Uncategorized oleh Seputar China pada Februari 27, 2008

Pembicara utama adalah David Kilgour, mantan Sekretaris Negara Kanada Urusan Asia Pasifik, dan senator Australia Andrew Bartlett membuka “Forum Internasional: HAM di China dan Olimpiade 2008” di Hotel Grand Hyatt, Taipei pada tanggal 21 Februari 2008. Lebih dari 100 tokoh politisi dan aktivis HAM dari 12 negara berkumpul untuk berunding, bagaimana memotivasi kekuatan global untuk memboikot Olimpiade Beijing.
Acara pembukaan dimulai dengan surat ucapan selamat dari Presiden Taiwan, Chen Shuibian. Presentasi diberikan oleh para narasumber yang meliputi: Shieh Jhy-wey, Menteri Kantor Informasi Pemerintahan dan Tung Chen-yuan, wakil ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok. Disamping itu, terdapat Edward McMillan-Scott, wakil presiden Parlemen Eropa, dan Dana Rohrabacher, anggota Kongres AS, mengirim video pidato mereka yang menyerukan kepada dunia agar menaruh perhatian terhadap catatan HAM di China.
William Lai, ketua CIPFG (Koalisi Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong di China) cabang Asia, menyatakan bahwa banyak tokoh penting di dunia sedang menentang Olimpiade Beijing, termasuk Pangeran Charles dan sutradara Stephen Spielberg. Menurut Lai, rejim komunis Bejing terus-menerus melanggar HAM rakyat China dan bersikap mengancam keamanan dunia. Shieh Jhy-wey menyebutkan dalam pidatonya bahwa setiap orang harus turut menegakkan HAM. Tung Chen-yuan mengatakan ia memuji keputusan Stephen Spielberg untuk mundur dari penasihat artistik Olimpiade Beijing.
Rekaman pidato McMillan-Scott menekankan bahwa rejim komunis China merupakan pelanggar HAM paling buruk di dunia saat ini, dan Olimpiade seharusnya tidak dijadikan alat propaganda untuk menutupi kesalahannya. Menurutnya, orang-orang seharusnya tidak berdiam diri sementara rejim ini terus melakukan kebiadaban, khususnya penindasan terhadap Falun Gong.
McMillan-Scot menghubungkan Olimpiade Beijing dengan Olimpiade Berlin 1936. Ia mengatakan bawa rejim Beijing berusaha menutupi kejahatan mereka dengan memanfaatkan Olimpiade seperti Hitler menyembunyikan pembunuhan massal Nazi terhadap kaum Yahudi. Ia menegaskan bahwa orang-orang seharusnya tidak lagi acuh tak acuh dan membiarkan sejarah terulang kembali, atau mentolerir manipulasi Beijing atas opini publik dunia
David Kilgour membicarakan tentang kejahatan terhadap kemanusiaan oleh rejim komunis China yang merampas organ ribuan praktisi Falun Gong yang masih hidup. Kilgour juga menyinggung dukungan rejim ini atas pembantaian 400.000 orang Sudan di Darfur. Ia mengatakan penindasan Beijing terhadap Falun Gong dan kelompok religius lainnya berlawanan dengan Piagam Olimpiade seperti yang telah dilakukan oleh rejim Nazi. “Kita harus menekan rejim komunis China untuk menaati Piagam Olimpiade,” demikian katanya.
Senator Australia, Andrew Bartlett mengatakan bahwa dunia seharusnya tidak memisahkan pelanggaran HAM China dengan kekuatan ekonomi negara. Ia menekankan, bahwa sebagai warga dunia, orang-orang perlu menyuarakan bagi para korban pelanggaran HAM sebelum tibanya Olimpiade Beijing.

(The Epoch Times, 25 Februari 2008)

Pangeran Charles dan Politisi Belanda Galang Aksi Boikot

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 25, 2008

OLIMPIADE BEIJING 2008
posted by kontan on 02/21/08

AMSTERDAM. Rasanya ganjil kalau upacara pembukaan tanpa peserta. Tapi itu bisa saja terjadi di Olimpiade Beijing 2008 yang berlangsung Agustus mendatang. Sekarang makin santer terdengar seruan pemboikot an hajatan olah raga itu dengan dalih perlakukan hak asasi manusia (HAM) di China buruk.

Pangeran Charles, pewaris tahta kerajaan Inggris bahkan sudah menyatakan sikapnya agar Inggris tak perlu ikut Olimpiade di China. Ia menyebut sikap itu sebagai dukungan pada pemimpin Tibet, Dalai Lama, yang kini mengasingkan diri keluar dari China.

Anjuran boikot juga datang dari anggota parlemen Belanda, Joel Voordewind, yang berasal dari partai Uni Kristen. Ia mendesak agar pemerintahan negara-negara di dunia menekan China dengan cara memboikot dan melarang swasta ikut serta menjadi sponsor.

Voordewind menganjurkan agar para peserta tak perlu ikut dalam acara pembukaan Olimpiade Beijing. “Mereka bisa tetap ikut, menghadiri upacara pembukaan hanya membuat China merasa menang dan besar kepala,” katanya Selasa (20/2).

Tak hanya omong di media, Voordewind juga menggalang dukungan lewat forum-forum diskusi soal HAM langsung di Beijing sebelum pertandingan digelar. “Kalau pemerintah China melarang, artinya memang mereka pelanggar HAM,” ujarnya diplomatis.

Sayang pemerintah Belanda tak menyambut ajakan itu. Perdana Menteri Belanda, Maxime Verhagen, mengatakan, selama ini mereka selalu berdiskusi soal HAM dengan pemerintah China. Ia tegas-tegas tak mendukung rencana boikot.

Tapi Voordewind tak patah arang, masih cukup waktu untuk menggalang massa sebelum Agustus. “Amerika saja perlu waktu hingga bisa memboikot Olimpiade Moskow saat Soviet menyerang Afganistan,” ujar Voordewind, optimis.

Muhamad Fasabeni, AP

Pangan dalam Inflasi China

Posted in Ekonomi oleh Seputar China pada Februari 25, 2008

Senin, 25 Februari 2008

Film kolosal China terbaru berjudul The Warlords memperlihatkan kepada kita tentang pentingnya persoalan pangan sehingga orang bisa saling membunuh. Persoalan pangan China sudah lama dipikirkan penguasa negeri itu. Namun, lima tahun belakangan ini persoalan pangan di China sangat merisaukan dan dunia terus bertanya apa yang tengah terjadi di China.

Media massa di Hongkong SAR seperti The Standard, South China Morning Post, dan Financial Times pada pertengahan Desember 2007 ramai memberitakan inflasi China yang mencapai 6,9 persen (Oktober 2006-Oktober 2007). Angka ini merupakan angka tertinggi sejak 11 tahun terakhir.

Bila dirinci lebih mendalam, penyebab utama inflasi itu adalah kenaikan harga pangan yang mencapai 18,2 persen. Bila dirinci lagi, sejumlah komoditas pangan menjadi penyebab inflasi, mulai dari makanan pokok, minyak goreng, daging ayam dan sapi, daging babi, telur, pangan asal laut, sayuran, hingga buah-buahan (lihat tabel). Kenaikan tertinggi terjadi pada harga daging babi yang mencapai 56 persen.

”Saya hanya bisa membeli 500 gram daging babi setiap minggu, padahal biasanya saya bisa membeli 1 kilogram,” kata Jia Lanying, warga Beijing yang bergaji 2.000 yuan, seperti dikutip South China Morning Post, menyusul kenaikan harga daging tersebut dari 8 yuan menjadi 14 yuan per 500 kilogram.

Warga Hongkong pun diingatkan untuk berhati-hati. Menurut ekonom dari Universitas Lingnan, inflasi Hongkong bisa terpengaruh karena kenaikan konsumsi dan juga pergerakan mata uang yuan.

Perkembangan China

Lebih dari lima tahun lalu banyak pengamat telah memperingatkan kepada dunia tentang perkembangan di China. Problem ini ditambah dengan kenyataan produksi pangan yang cenderung turun sehingga harga sejumlah komoditas di pasar dunia mengalami kenaikan.

Laporan harian Asia Wall Street Journal, Maret 2004, mengungkapkan keluhan warga China terhadap kenaikan harga pangan. Di Fujian, kota di wilayah selatan China, pada pertengahan Februari 2004 harga beras mencapai 2.500 yuan per ton, atau lebih tinggi 19 persen daripada harga dua pekan sebelumnya. Di Provinsi Jianxi dan Zhejiang, harga beras mengalami kenaikan 60 yuan per ton dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya.

Hal ini bermula dari saat China membuka perekonomiannya. Investasi riil masuk ke China. Investasi ini membutuhkan lahan untuk industri maupun infrastruktur. Alih fungsi lahan membuat lahan pertanian berkurang. Dampaknya, produksi berbagai komoditas pertanian berkurang. China yang dulu mengekspor beras dan gula berubah menjadi pengimpor.

Makanan pokok mereka adalah beras dan gandum. Kedua harga komoditas itu telah mengalami kenaikan harga yang fantastis. Harga beras yang pada empat tahun lalu di bawah 200 dollar AS kini telah di atas 300 dollar AS per ton. Stok gandum akan turun hingga titik terendah dalam 60 tahun terakhir. Stok turun dari 312 juta gantang menjadi 280 juta gantang pada akhir musim tanam 2007/2008. Musim dingin di Argentina, kekeringan di Australia, serta banjir di Eropa menjadi penyebab penurunan produksi gandum dunia.

Adapun kenaikan harga telur dan daging diakibatkan oleh kenaikan harga pakan. Harga pakan naik karena harga bahan dasar pakan seperti jagung mengalami kenaikan. Harga jagung mencapai 4,19 dollar AS per gantang, ini merupakan harga tertinggi dalam enam bulan ini.

Stok komoditas kedelai juga akan mengalami titik terendah. Harga kedelai untuk penyerahan bulan Januari 2008 adalah 11,32 dollar AS per gantang. Harga ini merupakan harga tertinggi selama 34 tahun.

Kenaikan harga minyak goreng diakibatkan oleh kenaikan harga bahan baku minyak goreng, yaitu minyak sawit mentah (CPO), yang terus mengalami kenaikan. Harga pada awal tahun 2007 sekitar 500 dollar AS, namun pada pertengahan tahun 2007 telah menjadi 760 dollar AS per ton. Kenaikan ini juga akibat penggunaan CPO untuk energi pengganti bahan bakar fosil.

Masalah ini masih akan berlarut-larut bila China tidak mengambil langkah-langkah pengetatan moneter. Laporan yang dikeluarkan Departemen Pertanian AS (USDA) menyebutkan, produksi komoditas pangan seperti jagung, kedelai, dan gandum akan mengalami penurunan.

Peringatan tentang situasi ini telah dikeluarkan Michael Lewis dari Deutsche Bank di London, seperti dikutip Financial Times. Ia menyebutkan, penurunan stok pangan dunia dan penurunan produksi komoditas pertanian di Asia akan menyebabkan lonjakan harga pada tahun 2008.

Harga komoditas

Lonjakan harga komoditas itu karena penurunan produksi dan permintaan dunia yang tinggi, baik untuk pangan maupun untuk produksi energi, menyusul kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 100 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga pangan sangat memukul penduduk di desa karena inflasi di desa sebesar 7,6 persen, sedangkan di kota hanya 6,6 persen. Masalah ini bisa meresahkan penduduk desa setelah sebelumnya penduduk desa memprotes sengketa tanah, polusi, dan korupsi yang terjadi di berbagai wilayah, seperti dilaporkan majalah Time bulan Maret 2006.

Kalangan dunia tengah mengamati langkah yang akan dilakukan China. Pengetatan ekonomi sudah pasti menjadi pilihan untuk mengerem inflasi. Bank Sentral China dilaporkan telah meminta bank-bank untuk meningkatkan rasio cadangan sebesar 1 persen. Angka ini tergolong tinggi sejak 1987.

Beijing juga sudah mengumumkan kebijakan moneter dari prudent (hati-hati) menjadi tight (ketat). Kebijakan kenaikan suku bunga bank juga diperkirakan akan dilakukan.

Meski demikian, harga bahan bakar minyak dunia yang mendekati 100 dollar AS per barrel akan menjadi masalah tersendiri. Meski sekarang harga bahan bakar minyak di China masih murah karena dikendalikan oleh pemerintah, namun harga minyak yang sangat tinggi dipastikan menyulitkan China.

Bila langkah yang dilakukan Pemerintah China adalah menaikkan harga minyak domestik, maka akan memunculkan masalah baru terkait dengan inflasi. Cepat atau lambat ”getaran” di China itu pasti dirasakan pula oleh negara tetangga, termasuk Indonesia. (MAR)
http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.25.01001248&channel=2&mn=5&idx=5

Ajakan Boikot Beijing 2008 Meluas

Posted in Uncategorized oleh Seputar China pada Februari 25, 2008

Arya Perdhana – detikSport

Amsterdam – Seruan pemboikotan Olimpiade Beijing 2008 terus meluas. Terakhir, seorang anggota Parlemen Belanda juga menganjurkan pemboikotan acara pembukaan dengan dalih catatan Hak Asasi Manusia Cina.

Joel Voordewind, seorang anggota Parlemen Belanda asal Partai Uni Kristen, mendesak pemerintah negara-negara di dunia mendukung boikot itu serta meminta perusahaan-perusahaan swasta menggunakan kekuatan finansial serupa untuk menekan Cina.

Persoalan HAM masih menjadi isu utama yang “dijual” para penganjur boikot. Persoalan Tibet serta keengganan Cina menekan Sudan (sekutu dekat Cina) dalam kasus HAM di Darfur adalah contoh-contoh isu utama mereka.

“Adalah sangat mungkin untuk mengikuti Olimpiade tanpa mengikuti pesta pembukaan,” ujar Voordewind seperti dilansir YahooSports. “Upacara semacam itu hanya bertujuan membuat Cina menang.”

Namun ajakan Voordewind dianggap angin lalu oleh Pemerintah negaranya sendiri. Menlu Belanda Maxime Verhagen menegaskan tidak akan mendukung boikot. Pemerintah Belanda mengaku terus berdialog dengan Cina tentang isu-isu HAM.

Sebelumnya, pewaris tahta Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, sudah mengutarakan niatnya untuk tidak mengikuti Olimpiade. Charles mengatakan hal itu adalah bentuk dukungan kepada pemimpin Tibet, Dalai Lama, yang kini mengasingkan diri akibat tekanan Cina.

Steven Spielberg kemudian juga menyampaikan sikap serupa. Sutradara kondang AS itu mengundurkan diri dari posisi penasihat artistik untuk acara pembukaan. Spielberg memberi alasan bahwa Cina membiarkan pelanggaran HAM di Darfur.

Karena itu, Voordewind juga melontarkan ide membuat sebuah tempat untuk mendiskusikan persoalan-persoalan HAM. Meski tahu akan ditentang, Voordewind berkata, “Bila (Pemerintah) Cina menentangnya, berarti mereka menentang HAM.”
(arp/ian)

http://www.detiksport.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/20/time/060541/idnews/896752/idkanal/82

Langkah Bijak Spielberg, Mundur Sebagai Penasehat Olimpiade

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Februari 19, 2008

Pengunduran diri Steven Spielberg sebagai penasehat artistik pada Olimpiade Beijing, merupakan pukulan telak bagi penguasa China. Rejim komunis itupun berusaha memperbaiki citranya di Darfur.

Dukungan penguasa China terhadap pemerintah Sudan yang bertanggungjawab atas genosida di Darfur, ternyata menjadi kontra produktif dalam pelaksanaan Olimpiade di Beijing. Masalah itulah yang membuat sutradara ternama Hollywood Steven Spielberg secara resmi telah mengundurkan diri sebagai penasehat artistic Olimpiade pada 12 Februari 2008 lalu

Spielberg mengatakan hati nuraninya melarang dia melanjutkan perannya di Olimpiade Beijing. Dalam pernyataannya, dia menuduh penguasa China tidak cukup berbuat untuk menekan Sudan agar menghentikan “penderitaan kemanusiaan yang terus berlanjut” di Darfur bagian barat yang sedang bergolak. Setidaknya 200,000 orang terbunuh dan lebih dari dua juta orang terpaksa mengungsi dalam konflik yang telah berlangsung lima tahun.

Keputusan Spielberg tersebut merupakan pukulan berat bagi penguasa China yang sedang mempersiapkan pesta olah raga dunia itu. Kementerian luar negeri China menuduh ada maksud tertentu di balik kecaman terhadap kebijakan negara itu di Sudan.”Dapat dimengerti jika beberapa orang tidak memahami kebijakan pemerintah China di Darfur, tetapi saya khawatir sebagian orang mungkin memiliki motif sampingan dan ini tidak bisa kami terima,” tandas juru bicara kementerian luar negeri Cina Liu Jianchao, seperti dikutip BBC.

Lebih lanjut, Jianchao mengatakan bahwa China mengkhawatirkan keadaan kemanusiaan di Darfur. “[Tetapi] kata-kata kosong tidak akan membantu. Kami berharap orang-orang yang bersangkutan akan lebih pragmatis,” jelasnya. Beijing juga mengatakan pemerintah sudah menunjuk utusan khusus untuk Darfur dan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke kawasan itu. Namun banyak orang, termasuk Steven Spielberg, mengatakan ini tidak cukup.

Selama ini, China memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Sudan. Sudan menjual sekitar dua per tiga minyaknya ke China, sementara Beijing menjual senjata ke pemerintah Sudan dan memblokir upaya Dewan Keamanan PBB untuk menekan Khartoum, ibukota Sudan. Ada dugaan kuat pasokan senjata dari China itu digunakan di Darfur, dimana milisi pro-pemerintah melakukan kekejaman secara luas. Sudan membantah pihaknya membantu milisi Janjaweed dan mengatakan keadaan di Darfur terlalu dibesar-besarkan.

Namun Spielberg yakin atas laporan para aktivis HAM bahwa telah terjadi genosida di Darfur. Karena itu, baginya membantu Darfur lebih penting dari pada peranannya di Olimpiade. “Pada saat ini, waktu dan tenaga saya tidak seharusnya digunakan untuk perayaan Olimpiade melainkan berbuat sekuat tenaga untuk membantu penghentian kejahatan terhadap kemanusiaan yang terus berlangsungi di Darfur.” Menindaklanjuti sikapnya, Spielberg telah mengirimkan surat kepada Presiden Hu Jintao, guna mendesak China agar menggunakan momentum Olimpiade di Beijing untuk membantu pemulihan situasi di Darfur.

Di Sudan, pemberontak di Darfur gembira dengan keputusan Spielberg dan berharap atlet-atlet mau mengikuti jejak sutradara tersebut. ”Mundurnya Spielberg besar artinya bagi perjuangan kami. Kami menyerukan untuk memboikot olimpiade,” kata Ahmed Abdel Shafie, pimpinan Tentara Pembebasan Sudan.

Sebuah surat kabar di Inggris juga menerbitkan surat dari 80 pemenang Nobel, atlet internasional, politisi dan artis yang mendesak Beijing agar membantu mengakhiri konflik. Sebelumnya Bintang Hollywood Mia Farrow dan George Clooney pernah mengecam China atas masalah Darfur. Sebuah Obor HAM yang diprakasai oleh CIPFG juga sedang diarak keliling dunia untuk mendorong perbaikan HAM di China, khususnya untuk menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.
(Fadjar/ diolah dari BBC/AP/AFP/Reuter)