SEPUTAR CHINA


Vietnam Kecam China

Posted in Internasional oleh Seputar China pada Desember 5, 2007

Kepulauan Spratly dan Paracel Kembali Menjadi Sumber Konflik
Kompas, 5 Desember 2007

Hanoi, Selasa – Pemerintah Vietnam mengecam China karena ingin mengklaim seluruh wilayah Kepulauan Spratly dan Paracel yang masih dalam sengketa. Pemerintah Vietnam menganggap China melanggar kedaulatan wilayah Vietnam.

Kantor berita Vietnam, VNA, Selasa (4/12), memberitakan bahwa Kongres Rakyat China baru-baru ini mengesahkan sebuah rencana untuk membentuk wilayah administratif simbolis yang disebut Shasha untuk mengelola tiga kepulauan, termasuk kepulauan dalam sengketa, yakni Paracel dan Spratly.

“Tindakan ini melanggar kedaulatan Vietnam… dan merusak proses negosiasi untuk memperoleh solusi jangka panjang guna mengatasi isu-isu maritim di antara kedua negara,” tulis VNA dengan mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Dung.

Dari Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, menegaskan, pihaknya memiliki kedaulatan yang tidak bisa diganggu gugat atas pulau-pulau itu.

Dia juga mengatakan bahwa China tidak melampaui batas-batas teritorialnya. “Semua tuduhan terhadap China tidaklah berdasar. Kami tidak bisa menerima tuduhan-tuduhan tersebut,” ujar Qin dalam sebuah konferensi pers, Selasa.

Tak pernah tuntas

Vietnam sama-sama mengklaim sebagai pemilik sah rangkaian Kepulauan Paracel dan Spratly. Masalah ini, selama bertahun-tahun, tidak pernah tuntas.

Le Dung mengatakan, Vietnam memiliki bukti-bukti sejarah dan memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengklaim kedaulatan atas kepulauan tersebut. Meski demikian, Vietnam tetap membuka diri untuk menyelesaikan pertikaian lewat dialog.

Berdasarkan catatan GlobalSecurity.org, Vietnam mewarisi hak atas kepemilikan Kepulauan Paracel dan Spratly dari Perancis pasca-Perang Dunia II. Itulah yang menjadi dasar klaim Vietnam atas dua kepulauan tersebut.

China mengklaim pada tahun 1909 telah merebut sejumlah Pulau Xisha (Paracel). Pada tahun 1946, China merebut Pulau Itu Aba (Spratly) dan Pulau Phu Lan (Paracel). Tahun 1950-an, China merebut Pulau Hoang Sa (Paracel) dan perebutan itu diulang lagi pada tahun 1974 dengan cara kekerasan. Vietnam menganggap tindakan itu tidak sah dan AS pada tahun 1974 berkonspirasi dengan China untuk mengambil alih Paracel.

Paracel dan Spratly adalah rangkaian kepulauan yang umumnya tidak berpenghuni. Wilayah ini diyakini kaya minyak, gas alam, dan ikan. Kepulauan ini juga terletak di jalur pelayaran yang sibuk. Selain China dan Vietnam, beberapa negara lain juga mengklaim seluruhnya atau sebagian dari Kepulauan Paracel dan Spratly. Malaysia mengklaim tiga pulau di Spratly, Filipina mengklaim delapan pulau di Spratly. Taiwan mengklaim Pulau Itu Aba di Spratly, Brunei Darussalam mengklaim sebagian wilayah Laut China Selatan yang paling dekat dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara itu.

Indonesia tidak mengklaim sebagian Kepulauan Spratly. Namun, Indonesia berkepentingan atas isu tersebut karena klaim China dan Taiwan atas wilayah Laut China Selatan ternyata melewati ZEE Indonesia, termasuk ladang gas alam Natuna. (AP/BSW)

Iklan