SEPUTAR CHINA


Wartawan New York Times Dibebaskan

Posted in Arsip oleh Seputar China pada Oktober 25, 2007

BEIJING—Wartawan China yang dipenjarakan ketika bekerja untuk New York Times, akhirnya dibebaskan pada pertengahan September lalu, mengakhiri kontroversi hukuman penjara, yang menunjukkan adanya kontrol ketat pemerintah terhadap media.

Zhao Yan, yang kelihatan kurus, ketika keluar dari penjara, disambut oleh sekelompok kecil keluarga dan teman-temannya, termasuk diantaranya anak perempuan dan adiknya.

“Dalam tiga tahun ini, saya merindukan keluarga saya, terutama nenek saya, yang saat ini telah berusia lebih dari 100 tahun,” demikian pernyataan tertulis Zhao.

“Untuk alasan tersebut, saya ingin waktu bagi diri saya untuk bergabung kembali dengan keluarga saya. Setelahnya, saya berharap dapat bertemu dengan teman-teman lain dan anggota media,” kata Zhao.

Dia menambahkan bahwa dia berencana untuk membuat pernyataan yang lebih panjang atas pendangannya terhadap kasus ini. Zhao, yang melaporkan kejahatan pejabat, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara atas tuduhan penipuan pada bulan Agustus 2006 – tuduhan tersebut dibantah Zhao.

Dia ditahan pada tahun 2004 dengan tuduhan telah membocorkan rahasia negara, setelah laporannya di New York Times menyatakan mantan Presiden Jiang Zemin mungkin akan menyerahkan posisinya sebagai ketua Komisi Militer Pusat. Setelahnya Jiang memang menyerahkan jabatannya.

Zhao dituduh telah memberitakan mengenai perseteruan antara Jiang dan pewaris kekuasaannya Hu Jintao. The Times mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak beralasan.

“Kami telah berkata beberapa kali bahwa Zhao Yan adalah reporter yang sangat terhormat dan pekerja keras, dimana satu satunya kesalahan yang dapat dilihat adalah dia bekerja sebagai wartawan,” demikian pernyataan Bill Keller, eksekutif editor The Times.

“Harapan kami bahwa Zhao Yan, yang telah menjalani tiga tahun di penjara, akan dapat kembali ke kehidupannya dan kembali ke profesi yang dipilihnya tanpa adanya halangan.”

Reporters Without Borders, kelompok yang bekerja untuk kampanye melawan pengekangan media berbasis di Paris, mengatakan bahwa pada hari pembebasannya itu, Zhao seharusnya telah mendapatkan hak-haknya kembali, termasuk hak untuk bekerja sebagai wartawan.

Rahasia Partai Komunis
China memenjarakan 35 wartawan dan 51 penulis internet di penjara “hanya karena mereka menggunakan hak mereka untuk memberitakan sesuatu,” kata kelompok tersebut.

Zhao, mantan polisi, bergabung dengan The Times kantor Beijing di tahun 2004, setelah bekerja sebagai wartawan investigasi untuk media-media China, terutama memberitakan mengenai korupsi dan penderitaan rakyat di pedesaan yang tanpa mendapatkan perlindungan terhadap hak mereka.

Kasusnya telah menjadi fokus kampanye kelompok kerja HAM internasional, yang mengatakan bahwa dia adalah korban dari Partai Komunis yang berkuasa, yang telah menggunakan hukum kerahasiaan untuk mengekang berita. Diplomat Senior Amerika Serikat juga mendesak pembebasannya.

Tekanan tersebut mungkin telah menyebabkan pengadilan Beijing, tanpa diduga, menolak tuntutan negara terhadap Zhao, yang menginginkan hukuman penjara 10 tahun atau lebih.

Pengadilan tetapi membuktikan bahwa Zhao bersalah karena kasus penipuan, dengan mengatakan bahwa dia mengambil uang 20.000 yuan ($ 2660) dari pejabat desa di tahun 2001 tetapi akhirnya tidak membantu pejabat tersebut menghindar dari hukuman di “kamp pendidikan ulang” – sejenis penjara di China.

Kelompok Koresponden Media Asing di China mendesak penguasa China untuk membawa kondisi rahasia negara dan peraturan keamanan nasional untuk sejajar dengan norma internasional.

Dalam pernyataanya terhadap kasus Zhao, bersamaan dengan kasus Ching Cheong, koresponden Hong Kong untuk Straits Times Singapura yang juga dinyatakan bersalah atas tuduhan mata-mata asing, sebagaimana yang sering dituduhkan oleh China terhadap para koresponden asing di China.

“Kasus Zhao menyatakan adanya masalah gangguan dan intimidasi terhadap tugas wartawan di China. Kami berharap pembebasannya akan menjadi titik awal dari penghentian praktek seperti itu lagi, yang mana tidak sesuai dengan aspirasi China, ataupun harapan dunia internasional terhadap tuan rumah Olimpiade,” demikian pernyataan kelompok tersebut.

Reuters, 15 September 2007
https://www.theepochtimes.com/news/7-9-15/59784.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: