SEPUTAR CHINA


Kebebasan pers China Masuk Peringkat Terburuk

Posted in Pers oleh Seputar China pada Oktober 18, 2007

Kebebasan Pers di China tetap menduduki sepuluh peringkat terburuk berdasarkan hasil indeks penelitian yang dilakukan oleh RSF. Indeks ini menunjukan bahwa pers masih sangat terkekang di negeri itu.

Oleh: Fadjar Pratikto/ Era Baru

Laporan tahunan indeks kebebasan pers 2007 yang dikeluarkan oleh Reporters Without Borders (RSF) menyebutkan sepuluh negara berada diperingkat terburuk dalam kebebasan pers. Salah satunya adalah China yang menempatkannya diurutan ke-163 dari 169 negara di dunia, dengan indeks sebesar 89,00, atau stagnan diskors tersebut pada tahun sebelumnya.

”Kita juga menyesali Negeri China itu (163) tetap berada diurutan bawah dari index tersebut. Dengan kurang dari satu tahun pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008, perbaikan dan kebebasan pers yang sering yang dijanjikan oleh penguasa setempat sepertinya menjadi harapan yang sia-sia,” demikian rilis yang dimuat diwebsite http://www.rsf.org.

Selama ini, rejim komunis China memang sangat mengekang kebebasan pers, bahkan semakin meningkat menjelang penyelengaraan Olimpiade tahun depan. Biro Keamanan Publik Kota Beijing tanggal 28 Agustus lalu, misalnya mengumumkan diperkenalkannya polisi maya untuk Internet. Peraturan baru ini dikritik sebagai suatu metode lain yang digunakan oleh penguasa China untuk memperketat pengontrolan terhadap Internet. Belum lama ini, seorang bloger He Weihua juga ditahan secara paksa di rumah sakit jiwa di provinsi pusat Hunan.

Menurut Pusat Informasi untuk HAM dan Demokrasi yang berbasis di Hong Kong, China juga telah memperketat kontrol terhadap media menjelang Kongres Nasional PKC ke-17. Diperkirakan hampir 100 stasiun radio di negara China telah ditutup.

Selain China, sembilan negara lainnya yang berada diurutan bawah antara lain adalah Eritrea yang berada diurutan ke 169 dengan indeks 114,75, Korea Utara 168 (108,75), Turkmenistan 167 (103,75), Iran 166 (96,50), Cuba 165 (96,17), dan Burma 164 (93,75). Korea Utara dan Turmenistan sudah beberapa tahun ini berada diposisi paling bawah dalam Indeks Kebebasan Pers yang diluncurkan RSF.

RSF juga menyoroti kebebasan pers di Malaysia yang melorot 32 tingkat menjadi urutan 124. Urutan ini merupakan peringkat terburuk yang diraih Malaysia sejak survei mulai dilakukan pada 2002. “Meski jatuh ke urutan 124 merupakan kejatuhan yang besar, survei RSF ini merefleksikan keseriusan kami terhadap kebebasan media di negara ini,” kata Gayathry Venkiteswaran dari Pusat Jurnalis Independen seperti dikutip dari AFP.

Dalam pernyatananya, RSF mendesak agar pemerintah dan parlemen untuk mengkaji aturan hukum terhadap media, sehingga media dapat muncul sesuai perannya di alam negara demokratis. RSF juga mmenyatakan penahanan blogger, penutupan atau sulitnya mengakses web berita menjadi perhatian dalam kebebasan media di penjuru dunia. “Seluruh pemerintah telah sadar bahwa internet dapat memainkan peran penting dalam demokrasi dan mereka mengeluarkan metode baru untuk menyensornya,” ujarnya. (Diolah dari berita di http://www.rsf.org)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: