SEPUTAR CHINA


Gao Zhisheng Minta Perhatian Atas Pelanggaran HAM Berat di China

Posted in HAM oleh Seputar China pada Oktober 5, 2007

Oleh: reporter Minghui Li Jingfei

Pengacara HAM terkenal Gao Zhisheng, dikenal sebagai “suara hati nurani China,” baru-baru ini telah mengirim surat setebal 9 halaman disertai statistik dan bukti-bukti kepada Kongres Amerika Serikat. Ia mengungkapkan keprihatinan yang sangat mendalam atas Olimpiade Beijing.

Surat tersebut menyatakan bahwa situasi HAM di China sangat buruk bahkan melebihi yang telah digariskan dalam Piagam Olimpiade. Dalam surat tersebut, Gao berbicara tentang penindasan tehadap Falun Gong secara terperinci dan menyerukan kepada Kongres Amerika untuk memberi perhatian lebih atas bencana hak asasi manusia ini.

Gao menyebutkan, “Ratusan ribu praktisi telah dikirim ke kamp kerja paksa. Jutaan orang telah ditahan secara ilegal di kamp pencucin otak yang tak terhitung jumlahnya yang didirikan di setiap sudut negeri China oleh “Kantor 610″ yang terkenal dengan kekejamannya, sebuah institusi dibentuk untuk memimpin penganiayaan terhadap Falun Gong. Kamp pencucian otak semacam ini sangat sederhana prosedurnya, dimana metode yang digunakan untuk ‘mendidik’ para praktisi adalah luar biasa kejam. Puluhan juta praktisi telah dianiaya dengan berbagai cara. Sejumlah besar anak-anak dikeluarkan dari sekolah karena orang tua mereka berlatih Falun Gong. Banyak anak ditiggal tanpa perawatan atau bahkan menjadi tuna wisma setelah orangtua mereka ditangkap. (Sejak Agustus lalu, anak perempuan saya telah bertemu banyak anak-anak ini yang berada di luar pagar sekolah. Anak-anak tuna wisma ini, datang kepada anak saya untuk menyampaikan simpati dan dukungan mereka. Hati kami tersentuh oleh anak-anak ini.)”

“Sebagai bukti dari penganiayaan ini, saya merekomendasikan laporan investigasi yang saya susun sendiri. Laporan ini mencatat bukti-bukti yang secara legal bisa diterima yang saya kumpulkan sebagai pengacara. Satu kasus yang melibatkan Liu Boyang, 28 tahun, lulusan kedokteran dan ibunya, yang mana keduanya adalah praktisi Falun Gong. Ibu dan anak ini disiksa sampai mati kurang dari sepuluh hari dalam bangunan yang sama. Malam terakhir sebelum kematian mereka, keduanya bisa saling mendengar tangisan kesakitan akibat dari penyiksaan. Sebelum teriakan kematian mereka, polisi tidak pernah berhenti menyiksa mereka.”

Menurut Gao, delapan tahun penindasan terhadap Falun Gong adalah bencana kemanusiaan yang paling lama dan paling serius di China dan di dunia. ”Inilah mengapa saya sangat menekankannya pada bagian awal dari surat ini,” tandasnya.

Dalam suratnya, Gao Zhisheng bertanya, “Apakah selama delapan tahun penganiayaan terhadap Falun Gong dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh PKC hanya masalah bagi para korban? Atau masalah bagi umat manusia?

“Apakah genosida yang dilakukan oleh PKC dan kejahatan terhadap kemanusiaan hanya amcaman bagi para korban, atau bagi nilai moral seluruh umat manusia?

“Apakah umat manusia mampu melawan kekejaman terhadap kemanusiaan seperti ini yang dilakukan oleh negara?”

Tragedi Pelanggaran HAM
Gao menunjukkan dalam suratnya, “PKC masih terus menindas gereja keluarga Kristen adalah setara dengan kekejamannya menganiaya terhadap Falun Gong.” Dia juga mencantumkan bukti-bukti penindasan brutal terhadap hak dan kebebasan manusia, penganiayaan berat terhadap gerakan pembelaan hak, kelakuan keji menyita harta benda milik pribadi, kehancuran lingkungan, sistim hukum yang ekstrim tidak adil, dan masalah-masalah lainnya di China.

Gao mengatakan, “Yang terhormat bapak-bapak dan ibu-ibu, menuliskan surat ini sungguhlah sangat berat. Kalau kejahatan ini hanya terjadi sekali atau beberapa kali, saya percaya kalian akan marah seperti saya. China pada hari ini, tragedi tak berperikemanusiaan ini sudah menjadi situasi biasa yang terjadi di seluruh negeri. Banyak orang telah terbiasa dengan ini, dan mereka acuh-tak acuh. Alasannya PKC dapat mempertahankan kekuasaannya adalah dengan sengaja mengganyang hati nurani kita dengan kekerasan, dan membuat hati kita mati rasa dengan kebohongan. Itu sedang mengikis moral kita setiap hari, untuk mendapatkan dukungan pasif dari pikiran orang yang tak berdaya. Ini telah menurunkan moral masyarakat dibawah garis dasar untuk melawan keganasannya, dengan demikian kekuasaanya stabil. Saat ini, PKC memperluas kebobrokan moralnya ke seluruh dunia. Kalau Olimpiade diadakan oleh PKC, itu berarti keberhasilan kebobrokan moral global PKC.”

Faktanya Olimpiade akan diadakan oleh PKC yang menyakitkan hati dan sanubarinya. Gao menunjukkan, “Rezim Komunis China memperlakukan pendaftaran dan penyelenggaraan Pesta Olimpiade sama persis seperti pentingnya urusan politik. Apapun yang berhubungan dengan Pesta Olimpiade dianggap sebagai isu politik. Liu Qi, orang terpenting China yang bertanggung jawab terhadap Olimpiade ini, dia sendiri mengatakan, ‘tugas politik tertinggi’ memastikan setiap hal sesuai dengan Olimpiade. Ini adalah hal sederhana dan fakta yang umum diketahui di China.”

“Jelas bagi semua rakyat China bahwa dengan sukses menyelenggarakan Pesta Olimpiade, rezim komunis berusaha untuk memperoleh dua tujuan. Pertama, berusaha untuk meyakinkan rakyat China bahwa dunia masih mengakui Partai Komunis sebagai pemerintah yang sah walaupun telah melakukan segala kekejaman dan kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mana telah membunuh 80 juta jiwa rakyat China dalam beberapa dekade ini. Kedua, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Partai Komunis masih memiliki kekuasaan atas China dan masih menikmati dukungan penuh dari rakyat.”

Dia menekankan, “Sebagai seorang China, saya sangat menghargai dan mencintai tanah air saya dan rakyat kami yang menderita. Saya juga sudah lama ingin melihat hari dimana Olimpiade akan diadakan di China. Tetapi ketika saya mengingat lingkungan sosial di China, dan bagaimana Pesta Olimpiade dimanfaatkan di sini, sanubari dan rasa keadilan saya membuat hati saya sangat perih. Seperti yang anda ketahui, saat ini di China, orang yang menghubungkan Olimpiade dengan Hak Asasi Manusia akan diburu oleh rezim komunis dan dikategorikan sebagai “musuh negara”, “pendosa rakyat” dan “penghancur keharmonisan masyarakat.”

Dia menekankan, “Kami tidak mendukung atau berpura-pura mendukung penggunaan Pesta Olimpiade sebagai alat politik. Juga kami tidak mendukung atau berpura-pura mendukung Pesta Olimpiade yang tidak mempertimbangkan hati nurani manusia, keadilan dan nilai moral.”

Para Politisi Mendukung Gao Zhisheng
Perwakilan Ileana Ros-Lehtinen, anggota dari Komite Hubungan Luar Negeri, David Kilgour, mantan Sekretaris Negara Kanada Urursan Asia Pasifik dan mantan Wakil Jurubicara Majelis Perwakilan Rendah Kanada, dan Edward McMillan-Scott, Wakil Presiden dari Parlemen Eropa, mendukung Gao pada konferensi pers sebulan lalu.

Perwakilan Ileana Ros-Lehtinen mengatakan, “Sangat sedikit orang di dunia yang secara akurat menyadari parahnya kondisi Beijing terhadap hak asasi manusia dari pada pengacara HAM terkenal dan nominasi Hadiah Nobel Perdamaian, Gao Zhisheng.”

“Rezim di Beijing, bukanya melihat dekatnya penyelenggaraan Olimpiade sebagai saatnya untuk lebih terbuka, tetapi melihatnya sebagai mandat untuk mengontrol dan menindasan lebih lanjut terhadap rakyat China.”

Dia berkata, “Saya telah bergabung dengan kolega saya, Rohrabacher, dan yang lain di Majelis dalam menyampaikan keprihatinan kami atas keikutsertaan dalam ‘Olimpiade Genosida’ dengan kerjasama dengan House Resolution 610 yang menyatakan ‘keinginan dari Anggota Majelis Rendah bahwa Pemerintah Amerika Serikat harus mengambil langkah secepatnya untuk memboikot Pesta Olimpiade Musim Panas di Beijing pada bulan Agustus 2008 kecuali Rezim China berhenti melakukan pelanggaran serius HAM warganya.'”

Menyerukan Kepada Presiden Bush
Gao menyerukan dalam suratnya, “Ketika saya menyelesaikan surat ini, saya dengar bahwa Presiden Bush memutuskan untuk bergabung dalam Olimpiade tahun depan. Maafkan atas kelancangan saya, saya ingin menghimbau Pak Presiden, apa yang sedang Anda lakukan? Apakah Anda tahu bagaimana Presiden Reagan menangani Olimpiade Seoul 1988? Saya ingin mengingatkan teman-teman saya di sini. Saya berharap teman-teman saya di Kongres, baik di Senat dan di Dewan, bisakah membuat kebaikan bagi peradaban manusia seperti dalam Olimpiade Seoul tahun 1988.”

Dia melanjutkan, “Bagi mereka yang sedang berjuang di penjara-penjara PKC, bagi mereka yang merintih karena penyiksaan, bagi mereka yang mengembara untuk menghindari penganiayaan memerlukan bantuan anda. Ketika anda menyalakan lilin, ketika anda bersolek, mengangkat minuman, saya berharap anda akan memikirkan mereka yang sedang mengalami penderitaan. Semoga Tuhan memberkati Amerika, semoga Tuhan memberi keadilan, tanggung jawab dan keyakinan teguh bagi setiap orang. Semoga sinar kebebasan menerangi China, membuat kejahatan tidak ada tempat untuk sembunyi, dan semoga mereka yang dianiaya tidak menderita lagi.”

Chinese: http://minghui. ca/mh/articles/ 2007/9/21/ 163076.html
English: http://www.clearwis dom.net/emh/ articles/ 2007/9/22/ 89801.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: