SEPUTAR CHINA


Ghure Serukan Dihentikannya Dukungan China Terhadap Myanmar

Posted in Internasional oleh Seputar China pada Oktober 1, 2007

Junta militer Myanmar di bawah pimpinan Than Swe kembali menunjukan sikap represifnya terhadap gerakan demokrasi di negara itu. Untuk itu, Global human Right Effort (GHURE) menyerukan kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memberikan sikap terhadap kekerasan yang dilakukan rejim militer Myanmar terhadap para bhiksu dan warganya yang melancarkan aksi damai menentang tirani sejak 19 Agustus lalu. Sejumlah biksu dan warga sipil dilaporkan tewas dalam kejadian itu.

Seperti diketahui, dalam beberapa minggu ini, Myanmar terus bergejolak. Kenaikan harga BBM yang tak terkendali, dan sikap represif penguasa Myanmar terhadap warganya yang memprotes kebijakan dan menuntut demokrasi, membuat situasi politik di negara itu semakin memanas. Aksi damai yang dipelopori para bhiksu dan warga sipil dihadapi dengan kekerasan. Junta militer yang berkuasa mencabut saluran telepon genggam sejumlah aktivis dan jurnalis. Para pengamat mengkhawatirkan terulangnya insiden berdarah seperti pada 1988, ketika para tentara melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa yang menewaskan ribuan orang.

Sejak militer berkuasa, masyarakat Burma tidak bisa menikmati kebebasannya dan hak asasinya dilanggar. Kelompok-kelompok demokrasi dan aktivis politik menghadapi tekanan yang berat. Lebih dari seribu aktivis dijebloskan ke penjara. Tokoh gerakan prodemokrasi Aung San Suu Kyi masih menjalani tahanan rumah. Para aktivis demokrasi Myanmar telah berjuang satu dekade melawan junta militer yang berkuasa sejak 1962. Kelompok kecil namun gigih ini kembali melakukan protes baru-baru ini setelah naiknya harga BBM.

Sejauh ini sudah beberapa kali dunia internasional melakukan upaya untuk menekan rejim militer itu. Pimpinan ASEAN pernah menyerukan pembebasan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi. Awal tahun 2007 ini, sebuah resolusi dari dewan Keamanan PBB untuk mendorong rejim itu mengakhiri tindakan repesifnya dan melakukan reformasi politik, berhasil dipatahkan oleh hak veto China dan Rusia. Dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Rusia dan China) mengatakan situasi di Birma adalah sepenuhnya masalah dalam negeri meski sebenarnya kepentingan mereka adalah ekonomi, khususnya minyak. ”Myanmar sudah menjadi boneka China dan makin masuk ke pengaruh China,” kata Sean Turnell, ekonom dari Macquarie University, Sydney.

Myanmar menyatakan kemenangannya setelah resolusi PBB yang mendesak suatu reformasi demokrasi di negara itu, dibatalkan. Kekuatiran “kenyataan Myanmar” justru menjadi jauh lebih buruk setelah veto tersebut akhirnya terbukti sudah. Veto ini telah memberikan kepercayaan kepada rejim militer itu untuk melanjutkan sikapnya yang represif dan menarik diri dari dunia internasional. Hal tersebut telah mendukung sikap rezim untuk terus mempertahankan sistem politiknya, bersikap represif terhadap gerakan pro demokrasi.

Atas kenyataan tersebut, Global Human Right Effort (GHURE) mendesak kepada penguasa Myanmar untuk mengakhiri kekerasan yang dilakukan terhadap para bhiksu dan warga sipil yang menuntut demokrasi dan perubahan di Burma, serta mendukung upaya damai yang dilakukan oleh PBB yang meminta junta militer Myanmar agar menahan diri dan membuka dialog dengan semua pihak yang berkepentingan dalam proses rekonsiliasi nasional demi rakyat Myanmar. Ghure juga mendukung sangsi baru buat penguasa Myanmar jika rejim militer itu tidak mau membuka kran demokrasi, dan tidak menghentikan tindakan represifnya terhadap rakyatnya.

“Kami mendesak penguasa China untuk mengakhiri dukungannya kepada Myanmar, serta meminta negara itu untuk menekan junta militer Myanmar supaya mengekang diri,” tandas Fadjar Pratikto, relawan Ghure. Karena selama ini militer Burma lebih mendengar suara China dan juga Rusia ketimbang suara ASEAN, dan sudah pasti mereka tidak memedulikan suara dari negara-negara barat. Ghure juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses perdamaian di Myanmar dengan mendukung tekanan yang dilakukan lembaga internasional (PBB), serta mendorong ASEAN agar bersikap lebih tegas terhadap Myanmar.

Besama sejumlah LSM lain dan tokoh-tokoh masyarakat Indonesia, GHURE juga berpartisipasi dalam kegiatan aksi damai yang digelar oleh Solidaritas Indonesia Untuk Rakyat Burma pada Jumat, 28 September 2007. Koalisi sejumlah LSM ini juga mengutuk dukungan China terhadap Burma.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: