SEPUTAR CHINA


Rejim China Memperketat Kontrol Media Sebelum Kongres Nasional Ke-17

Posted in Pers oleh Seputar China pada September 25, 2007

Oleh An Pei, Radio Free China 27 Agustus 2007

Lapak penjual surat kabar dalam negeri China yang berlokasi di People’s Square di Shanghai. Menurut Pusat Informasi untuk HAM dan Demokrasi di Hong Kong, China semakin memperketat kontrol terhadap media, menjelang Kongres Nasional Partai Komunis China ke-17. (Mark Ralston/AFP/Getty Images)

Menurut Pusat Informasi untuk HAM dan Demokrasi yang berbasis di Hong Kong, China telah memperketat kontrol terhadap media menjelang Kongres Nasional PKC ke-17. Diperkirakan hampir 100 stasiun radio di negara China telah ditutup.

Di kota Nanjing, 12 stasiun radio telah ditutup, karena pihak penguasa khawatir akan isi program yang mungkin dapat memicu permasalahan politik menjelang Kongres Nasional ke-17 – pendengar talkshow radio menyebutkan beberapa topik mengenai seks dan supernatural.

Reporter Radio Free Asia (RFA) melakukan beberapa panggilan internasional ke beberapa program di Stasiun Radio Nanjing, akan tetapi satu satunya orang yang dapat dihubungi hanyalah pegawai iklan.

Penduduk Kota Nanjing menyatakan bahwa mereka tidak tahu kalau program stasiun radio lokal telah dirubah, tetapi mereka memperhatikan perubahan signifikan dalam beberapa program acara televisi, dan dia tidak dapat lagi menonton program di beberapa saluran televisi.

“Sepertinya beberapa saluran televisi telah ditutup, dan program di beberapa saluran juga mengalami perubahan. Saluran Phoenix 3 tidak dapat lagi dibuka, dan hanya ada sepuluh saluran televisi saat ini,” katanya

Mantan Reporter Ocean News China, Zan Aizong dari Provinsi Zhejiang, mengatakan ketika akan ada pertemuan penting dilakukan di China, pemerintah akan memperketat kontrol media sebelum dan sesudah acara tersebut.

“Beberapa program akan diedit secara ketat menjelang Kongres Nasional PKC, kadang kala dengan menambahkan banyak iklan,” kata Zan. “Tetapi setelah Kongres Nasional berakhir, program akan kembali normal. Sebelum Kongres Nasional ke-16, seorang teman saya yang bekerja di stasiun radio menyatakan bahwa semua programnya akan dibersihkan.”

Pusat Informasi HAM dan Demokrasi Hong Kong menambahkan bahwa sejak bulan Juli yang lalu, pemerintah China telah meningkatkan upaya untuk mengacak siaran program dari stasiun radio luar negeri. Dipercaya bahwa militer China telah terlibat dalam operasi pengacakan siaran skala besar, dan operasi tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir Kongres Nasional ke-17.

“Operasi pengacakan siaran telah ada sejak lama,” kata Zan. “Sebagai contohnya, ketika saya tinggal di Beijing beberapa tahun yang lalu, saya tidak dapat mengakses program dari radio luar. Sangat mustahil untuk menyetel program radio luar. Hanya mereka yang tinggal di daerah pinggiran pedesaan yang dapat menyetel program radio tersebut, karena area tersebut sangat luas dan sangat mahal untuk melakukan pengacakan, sehingga pengacakan akan tidak efektif. Sebagai hasilnya, orang-orang akan dapat mengakses ke program on-line, akan tetapi pengacakan tetap akan terjadi. Semampu mereka, mereka tidak akan membiarkan ‘suara-suara yang tidak diinginkan’ untuk didengar di China.”

Dalam segi efektifitas Pemerintah China dalam memperketat kontrol terhadap media menjelang setiap pertemuan penting atau liburan di China, Zan berpikir bahwa itu adalah terbatas.

“Orang China bukan idiot. Penguasa China telah berbohong sekian lama. Pada saat ini, orang-orang tidak akan percaya apapun yang dikatakan bukan hanya setelah mendengar program yang diacak tersebut,” kata Zan mengenai keefektifitas kontrol penguasa China terhadap media.” Orang-orang sangat muak dengan program yang disiarkan oleh Radio Nasional China dan Televisi Central China (China Central Television) sebagaimana juga dengan Harian Rakyat dan Kantor Berita Xinhua. Rakyat China telah sadar.”

Zan juga menambahkan bahwa saat ini Internet, pesan teks dan pembicaraan orang-orang telah menjadi metode populer untuk menyampaikan informasi ke masyarakat China. Dia berkata bahwa orang-orang sekarang dapat mencari berita penting lewat komputer dan telefon gengam mereka. Sebagai hasilnya, mereka tidak lagi tergantung kepada media resmi pemerintah.

http://en.epochtimes.com/news/7-8-27/59113.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: