SEPUTAR CHINA


Dunia Barat Memperingatkan – Mendukung Rezim China Menghambat Demokrasi

Posted in Politik oleh Seputar China pada September 25, 2007

Oleh Ben Hurley
Epoch Times Australia 5 September 2007

Demokrasi Barat harus mengaitkan tuntutan hak azasi manusia dan hubungan ekonomi dengan rezim China, jikalau tidak, secara berangsur-angsur kebebasan demokrasi mereka akan hilang, demikian dikatakan seorang doktor ilmu politik dan pembela gerakan pro-demokrasi.

Dr Juntao Wang, berbicara pada sebuah forum yang diselenggarakan oleh koalisi hak azasi manusia Free China, dengan mengatakan bahwa banyak di negara Barat masih tidak memahami China.

“Sebelum China masuk WTO, banyak ahli percaya bahwa WTO dan globalisasi akan mengubah China. Tetapi para ahli China melihat hal ini adalah, China akan mengubah dunia melalui WTO,” Dr Wang mengatakan kepada The Epoch Times.

Dr Wang, peneliti pada Canterbury University, Selandia Baru, berkata bahwa rezim Cina sedang memperoleh keuntungan besar dari keanggotaannya dalam WTO.

Ia mengatakan bahwa melalui perbudakan yang telah menjadi adat, pemerintah China dapat mengurangi biaya tenaga kerja. Melalui pencurian lahan para petani yang tersebar luas, itu dapat mengurangi biaya-biaya lahan. Hasil dari ini semua adalah kondisi yang sangat mendukung bagi perusahaan Barat untuk berinvestasi.

“Semakin banyak perusahaan besar menanamkan modalnya di China -menggerakkan semua uang mereka di sana,” kata Dr Wang.

“China memiliki tenaga terampil yang baik dan gaji yang sangat rendah. Tetapi siapa yang dapat mempertahankan gaji yang rendah itu? Pemerintah, negara. Mereka tidak mengabulkan hak-hak serikat pekerja. Mereka hanya membantu perusahaan-perusahaan besar untuk mendapat keuntungan dan melobi negara-negara [Barat],” lanjutnya.

Hal ini kemudian mendatangkan suatu dilema bagi pemerintah-pemerintah Barat, kata Dr Wang. Mereka dapat mengabaikan sistem kesejahteraan dan serikat buruh mereka, atau akan terus kehilangan investasi ke China. Atau mereka dapat membuang WTO dan menggunakan kebijakan-kebijakan proteksionis untuk memblokade kebijakan-kebijakan China.

Solusinya, katanya, bukanlah dengan memaksa China mengubah kurs valuta asingnya.
“Jika anda mengubah itu, pemerintah China masih dapat memindahkan permasalahan itu kepada rakyat Cina. Mereka bisa menurunkan gaji lagi, dan mereka masih dapat mempertahankan kompetisi.” Solusinya menurutnya, menetapkan suatu kaitan yang krusial antara ekonomi dan standar hak azasi manusia.

“Pemerintah-pemerintah demokrasi Barat mempunyai beberapa kebijakan-kebijakan yang sangat menggelikan, mereka mengabaikan hak azasi manusia – itu berarti mereka ingin membuang demokrasi. [Jika] anda hanya ingin memelihara hubungan ekonomi, anda sedang membantu pemerintah China untuk mengalahkan anda sendiri,” ujar Dr. Wang.

“Anda tidak hanya menginginkan globalisasi produk, tetapi juga globalisasi hak azasi manusia. Jika anda menetapkan suatu standar HAM di China… maka anda dapat membangun kembali kompetisi dengan produk-produk China. Kemudian anda dapat memelihara kesejahteraan negara anda.”

Dr Wang mengatakan bahwa reformasi politik di China akan bermanfaat baik di dalam dan luar negeri China.

Ketika China akan kehilangan sebagian perannya dalam pasar internasional, pekerja akan lebih memiliki daya beli yang lebih tinggi, pasar domestik China akan meluas, dan orang-orang China akan lebih dapat membeli produk-produk luar negeri.

Menurut Dr Wang, China sedang mengembangkan kemampuan tawar menawar yang semakin banyak dalam politik dunia. Kepemilikan misil nuklir jarak jauh dan cadangan valuta asing yang sangat besar memberi China kekuatan untuk memaksa negara-negara lain untuk mamatuhi.

Akan tetapi DR. Wang mengatakan bahwa ada suatu perbedaan yang substansial antara bagaimana orang Barat dan orang China melihat China, bahwasanya orang Barat melihat China secara keseluruhan, sementara orang China melihatnya sebagai jumlah dari berbagai bagian.

“Orang asing melihat China secara keseluruhan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap dunia. Mereka melihat kekuatan ekonomi China dan militer yang kuat [sebagai ciri pembangunan yang kuat].

“Akan tetapi bagi rakyat China, China adalah sedemikian banyak orang-orang China. Dan orang China yang berbeda akan memiliki kepentingan dan pendapat yang berbeda. Ya, mereka ingin mereformasi sistem politik dan membangun ekonomi, tapi mereka juga ingin menikmati dan mendapat bagian keuntungan dari pembangunan. Mereka tidak meninginkan suatu kelompok kecil dari orang China yang memonopoli segalanya.”

http://en.epochtimes.com/news/7-9-5/59450.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: