SEPUTAR CHINA


Seruan Nasionalisasi Angkatan Bersenjata

Posted in Politik oleh Seputar China pada Agustus 28, 2007

Sejumlah perwira tentara menyerukan dilakukakannya nasionalisasi terhadap angkatan bersenjata. Mereka menginginkan agar tentara tidak menjadi pengawal pribadi partai.

Oleh Wang Zhen, The Epoch Times

Keterangan gambar: Tentara China sedang latihan (Getty Images)

Tanggal 1 Agustus lalu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) memperingati hari jadinya yang ke-80. Partai Komunis China (PKC) di Beijing telah mengumumkan perubahan seragam militer dan meluncurkan rangkaian aktivitas publik terkait peringatan ini. PKC juga menekankan penolakan mereka untuk menasionalisasi angkatan bersenjatanya.

Di lain pihak, terdapat suara-suara dari internal tentara yang menyarankan kepada para tentara untuk mengundurkan diri dari PKC dan tidak menjadi bagian dari pengawal pribadi partai. Beberapa suara tersebut menyerukan kepada tentara China untuk menetapkan kepentingan China sebagai landasan, bukan berdasarkan kepentingan PKC dan mendukung nasionalisasi angkatan bersenjata

Nasionalisasi angkatan bersenjata telah dibicarakan dalam waktu yang lama. Beberapa jendral telah menulis artikel di jurnal umum yang mendukung nasionalisasi. Pada malam perayaan peringatan ke-80 PLA, pernyataan dikeluarkan oleh website Suara dari Angkatan Bersenjata dan Forum Masa Depan China, merefleksikan suara dari tentara. “Kami mengumumkan pengunduran diri kami dari organisasi PKC. Kami tidak ingin lagi bekerja sebagai tentara PKC.”

“Kami bersumpah untuk ikut bergabung dalam Tentara Nasional China di masa depan. Kami akan mengumpulkan kekuatan kami dan merubah tentara PKC menjadi Tentara Nasional China.”

Pernyataan yang muncul di website Suara dari Angkatan Bersenjata segera mendapat tanggapan dari daratan China. Yi Junshan, yang bertugas di Skuad No.12 dari Pasukan No.94816, secara cepat mengumumkan keinginannya untuk mengundurkan diri dari PKC.

Keberanian itu menimbulkan reaksi keras. Dalam jurnal PKC Qiushi, artikel yang diterbitkan tanggal 16 Juli, Cao Gangchuan, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dan Menteri Pertahanan Nasional, mengatakan: “Kekuatan musuh berusaha menempatkan PLA menjadi berkiblat ke barat, menyebarkan konsep tentara non-partai, tentara non-politik atau nasionalisasi angkatan bersenjata. Mereka berusaha untuk menghilangkan control PKC terhadap PLA.”

Surat kabar tentara PKC, Harian PLA juga mempublikasikan artikel khusus pada tanggal 3 Juli yang menyangkal nasionalisasi angkatan bersentara dan menekankan PKC memiliki kontrol penuh terhadap angkatan bersenjata. Zhao Keming, Dekan Univesitas Pertahanan Nasional, mempublikasikan artikel yang mendukung artikel di Qiushi. PKC telah mengetatkan kontrolnya terhadap angkatan bersenjata.
Sejumlah tentara yang dianggap mendukung nasionalisasi juga mendapat perlakuan represif. Laporan terkini mengungkapkan bahwa sebuah rumah sakit jiwa di Provinsi Guangxi, digunakan untuk menahan banyak tentara muda. Li Dayong, pencetus Pusat Layanan Global Pengunduran Diri dari PKC, berpikir bahwa PKC tidak dapat mengontrol PLA lebih jauh lagi.

PKC mulai mengelola angkatan bersenjata dengan komputerisasi di tahun 2001. Korps tentara, Divisi tentara, brigadir, resimen, semua dilengkapi dengan computer yang membuat mereka mudah mengakses informasi dari situs-situs internet. Kenyataannya itu membuat mereka sadar. “Beberapa jendral tidak ingin melayani PKC lagi,” kata Li Dayong. “Banyak dari mereka telah membawa buku Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis. Banyak dari mereka telah mengundurkan diri dari PKC.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: