SEPUTAR CHINA


Pahlawan SARS Menolak Penghargaan

Posted in Politik oleh Seputar China pada Agustus 28, 2007

Diperkirakan adanya tekanan dari rejim komunis China, dokter Jiang Yanyong menolak menghadiri pemberian penghargaan yang diterimanya dari Akademi Ilmu Pengetahuan New York.

Oleh He Shan
Radio Free Asia 21 Agustus 2007

Jiang Yanyong, seorang dokter militer yang telah dengan berani mengungkap selubung epidemi wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) di China tiga tahun lalu, dianugerahi Penghargaan Ilmuwan HAM 2007 oleh Akademi Ilmu Pengetahuan New York. Penghargaan tersebut diberikan untuk menghargai kontribusi terkemuka dua dokter China dalam bidang medis, khususnya upayanya dalam mencegah meluasnya SARS dan AIDS di negeri itu.

Penerima penghargaan lainnya adalah Dr. Gao Yaojie, seorang pensiunan ahli kebidanan dari Provinsi Henan yang telah membantu mencegah meluasnya AIDS di China. Akademi Ilmu Pengetahuan New York telah mengatur untuk menanggung biaya hotel maupun perjalanan antara New York dan China untuk dua penerima penghargaan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Free Asia (RFA), Dr. Jiang menegaskan bahwa dia tidak akan menghadiri upacara penganugerahan itu. Ia telah menulis kepada ketua panitia tersebut. Dalam suratnya, Jiang menyatakan, “Penghargaan HAM adalah suatu penghargaan politik, itu bukanlah penghargaan ilmiah.” Karena alasan ini, dia tidak mau menerima penghargaan itu.

Ketika seorang wartawan menanyakan apakah dia sedang ditekan untuk menolak penghargaan itu? Jiang menjawab dengan cara sederhana seperti yang selalu dilakukannya, “Saya lebih baik tidak menjawab pertanyaan ini. Tidak apa-apa bukan? Seorang dalam militer tidak punya waktu untuk berbicara terlalu banyak.” Saat ditanya, “Mengapa anda tidak bisa hadir?” Jiang juga mengatakan permintaan maafnya. ”Sebagai anggota militer, saya tidak diijinkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan politik”

Begitu juga saat ditanya, “Apakah ini karena anda sendiri tidak ingin pergi? Atau apakah karena ada beberapa alasan lain?” Jiang dengan sopan meminta maaf dalam hal ini, ia menyarankan reporter supaya bertanya kepada Ketua Panitia. ”Saya telah mengirimkan jawaban kepadanya,” jawabnya.

Jiang mem-fax suratnya pada 1 Agustus lalu, bertepatan dengan Hari Tentara China. Surat tersebut mengatakan, “Mempertimbangkan fakta bahwa saya sibuk dengan praktek medis, sementara Penghargaan Ilmuwan HAM sepenuhnya berasal dari aspek politik, oleh karenanya, itu bukanlah penghargaan ilmiah. Karena alasan ini, saya memutuskan untuk tidak menerima penghargaan ini.”

Selama di telepon, Jiang tidak mengulang apa yang dinyatakan dalam fax tersebut. Mr. Sun Wenguang, seorang profesor pensiunan dari Universitas Shandong mengatakan, “Militer telah memberikan banyak tekanan terhadap keluarganya termasuk anak-anaknya. Saya pikir Dr. Jiang diam untuk melindungi status pensiunnya dalam ketentaraan. Di waktu lalu, ia telah membongkar selubung SARS, yang mengejutkan dunia. Kemudian, ia dengan terbuka menyatakan peran militer dalam Pembantaian Massal Tiananmen di tahun 1989, menyatakan bahwa ini adalah salah. Ini bukanlah suatu hal yang mudah sama sekali.”

Sun juga mengatakan, untuk para senior seperti Jiang, tekanan terhadap keluarga adalah sangat besar. Sementara Jiang sendiri tidak berkeinginan untuk sepenuhnya terpisah dari sistem yang ada, ia juga tidak berkeinginan untuk membawa kesulitan terhadap anggota keluarganya. Meskipun dianugerahi Penghargaan Ilmuwan HAM di New York, ia enggan untuk menghadiri penyerahan penghargaan tersebut. Kini situasi politik di China sama dengan Uni Soviet. Kediktatoran menguasai semua sektor kehidupan dan cara hidup seseorang.

Di luar negeri, para anggota Komite HAM Akademi Ilmu Pengetahuan New York, Liu Gang, Wei Jingsheng, dan Wang Dan telah mengirimkan sebuah surat terbuka kepada Presiden Hu Jintao, meminta kepadanya untuk mengijinkan Jiang mengunjungi New York dan menerima penghargaan itu.

Sikap Jiang sama persis dengan yang dilakukan novelis Boris Pasternak pada 25 Oktober 1958. Saat Kumpulan Cendikiawan Swedia menganugerahkan Nobel untuk karya sastra kepada penulis Uni Soviet itu, menghargai novel panjangnya yang terkenal, Dr. Zhivago.

Mr. Pasternak membalas kembali dengan menyatakan, “Terima kasih, Inspirasi, Kebanggaan, Terkejut dan Penyesalan yang tak terhingga. Mempertimbangkan efek dan kesulitan yang terbawa kepada negara saya dari pemberian Penghargaan Nobel kepada saya, saya harus menolaknya. Mohon dimengerti penolakan ini dari lubuk hati saya.” Upacara pemberian penghargaan di tahun 1958 tidak bisa dilaksanakan karena Pasternak tidak dapat hadir.

http://en.epochtimes.com/news/7-8-21/58915.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: