SEPUTAR CHINA


“Made in China” dari Kamp Kerja Paksa

Posted in Ekonomi oleh Seputar China pada Agustus 15, 2007

kupu2-hsil-kerjapaksa2.jpg

Oleh Lin Zhanxiang

Tahun-tahun belakangan ini, China secara berangsur-angsur menjadi sebuah pabrik bagi pasar dunia. Produk-produk buatan China sedang membanjiri pasar internasional. Bagaimana mungkin China menghasilkan berbagai produk ini sedemikian “murah”?

Banyak orang-orang belum melakukan riset secara mendalam pada masalah ini, dan hanya berpikir bahwa tenaga kerja di China murah. Sesungguhnya, lebih dari itu–banyak produk yang dihasilkan dengan menggunakan tenaga kerja paksa dari narapidana yang ada di dalam penjara dan kamp-kamp kerja paksa, termasuk banyak tahanan ilegal dari praktisi Falun Dafa.

Gambar yang terpampang adalah beberapa contoh produk yang dibuat oleh para praktisi yang secara ilegal ditahan. Ada sauvenir kupu-kupu dibuat oleh praktisi Falun Gong yang dipenjara di Kamp Kerja Paksa Wanita Heizuizi di Kota Changchun, Provinsi Jilin. Ada juga beberapa produk kerajinan tangan dan barang-barang perhiasan anak-anak seperti kalung dan gelang yang dibuat oleh praktisi Falun Gong di Kamp Kerja Paksa Masanjia di Kota Shenyang, Provinsi Liaoning.

Disamping menganiaya para praktisi dengan menggunakan berbagai metode penyiksaan kejam, pembunuhan serta pelecehan seksual, Partai Komunis China (PKC) juga memanfaatkan kerja paksa dan pengambilan organ dari para praktisi yang masih hidup untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Para praktisi Falun Gong secara ilegal ditangkap dan dikirim ke penjara, berbagai kamp kerja paksa dan pusat-pusat pencucian otak, hanya karena teguh di dalam keyakinan mereka terhadap Falun Dafa dan prinsip ‘Sejati, Baik dan Sabar.’

Sementara mereka disiksa secara fisik, mereka juga harus menjalani hukuman kerja paksa untuk lebih dari 10 jam sehari dengan kondisi kerja yang sangat buruk untuk menghasilkan berbagai produk. Produk-produk ini diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa, dan telah membawa masuk sejumlah besar devisa bagi PKC.

Eksploitasi para praktisi untuk kepentingan ekonomi merupakan elemen penting dari penganiayaan Falun Dafa oleh PKC. Pada kenyataannya, produk-produk yang diberi label “Made in China” seharusnya lebih tepat diberi label “Made in China oleh Tenaga Kerja Paksa.”

Banyak produk-produk buatan China yang diekspor, dikerjakan oleh tenaga kerja paksa, hal mana melanggar peraturan WTO (World Trade Organization) dan telah mendatangkan PKC devisa sangat besar, yang lebih lanjut digunakan untuk menganiaya Falun Gong serta untuk membayar bonus kepada para polisi, aparat Kantor 610 dan lainnya, agar lebih giat lagi menganiaya para praktisi.

Ketika orang-orang berbicara tentang “keajaiban” ekonomi China dan cadangan devisanya yang sangat besar, apakah mereka mengetahui berapa banyak darah yang telah ditumpahkan di belakang tirai gelap ini?

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2007/7/18/159108.html

English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/7/30/88152.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: