SEPUTAR CHINA


“Nobel Asia” Untuk Aktivis HAM China

Posted in Politik oleh Seputar China pada Agustus 2, 2007

Chen

Aktivis hak asasi manusia asal China, Chen Guangchen, 36, terpilih sebagai salah satu dari tujuh peraih Penghargaan Magsaysay di Manila, Philipina, 31 Juli 2007 kemarin. Lelaki yang buta sejak balita ini merupakan salah seorang peraih”Nobel Asia” yang paling menonjol.

Chen Guangchen dihargai karena telah menjadi ”pengacara” dengan memberikan pendampingan hukum bagi rakyat miskin. Selain itu, dia menentang kebijakan program keluarga berencana satu anak dalam satu keluarga di Provinsi Shandong, China Timur pada 2005 yang bersifat memaksa. Jalan yang ditempuh untuk program itu bahkan dengan cara aborsi dan sterilisasi.

Sebagai pegiat hukum, Chen telah berhasil mendokumentasikan ratusan kasus pelanggaran yang dilakukan oleh para petugas Keluarga Berencana China yang memaksa perempuan untuk menempuh aborsi pada usia kehamilan tua dan sterilisasi. Chen berusaha mengungkap sejumlah pelanggaran HAM tersebut, sehingga dunia internasional mengetahuinya.

Karena kelantangannya, tahun lalu dia dipenjara dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum. Aktivis Chen diganjar hukuman penjara empat tahun pada bulan Agustus setelah membeberkan penyalahgunaan kebijakan satu anak pemerintah komunis China. Dia didakwa merusak sarana umum dan menggelar unjukrasa yang mengganggu lalulintas. Atas tekanan dunia internasional, pengadilan kemudian membatalkan vonis terhadap Chen. Dakwaan itu, menurut ahli hukum internasional –dan juga warga Cina– hanya dibuat-buat sedang alasan utama dalam dakwaan terhadap Chen adalah bermotif politik.

“Didapati terjadi pelanggaran serius dalam prosedur legal,” kata pengacara Chen seperti dikutip BBC. Walaupun pengadilan tinggi telah membalikkan vonis sebelumnya, Chen masih belum bisa menghirup udara bebas. Pengadilan ulang akan dilakukan tahun depan dan ada kemungkinan pengadilan negeri di daerahnya akan muncul dengan dakwaan baru terhadapnya.

Dua warga China lainnya yang mendapat penghargaan Magsaysay adalah Chung To, 40, yang membangun Yayasan Chi Heng untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS dan berkampanye menghapus stigma negatif yang melekat pada korban yang terinfeksi. Dan, satu lagi adalah Tang Xiyang, 77, salah seorang tokoh pergerakan lingkungan hidup yang selama ini aktif mengkampanyekan parahnya kerusakan lingkungan yang terjadi di negaranya akibat kebijakan rejim komunis China yang tidak bersahabat dengan alam.

Sementara itu, peraih penghargaan asal tuan rumah, Philipina adalah Jovito Salonga, 87, seorang mantan senator yang berjuang melawan korupsi dan penyelewengan. Dari India, jurnalis Palagummi Sainath, 50, berhasil masuk dalam daftar penerima Magsaysay Award. Ada pula sosok dari Nepal, Mahabir Pun, 52, yang berperan penting dalam membuka dunia luar kepada masyarakat pedalaman Nepal bagian barat. Peraih penghargaan ketujuh adalah Kim Sun-tae, 66. Pria dari Korea Selatan tersebut mengalami kebutaan akibat ledakan mortir pada Perang Korea. Namun, dia berhasil melampaui impitan kemiskinan dan kekurangan fisiknya dengan mendirikan Rumah Sakit Mata Siloam pada 1986.

Yayasan Ramon Magsaysay Award dibentuk pada 1957 oleh sebuah badan bernama Rockefeller Brothers Fund yang bermarkas di New York, Amerika Serikat (AS).Ramon Magsaysay merupakan nama presiden populer asal Filipina yang tewas dalam kecelakaan pesawat.
(Diolah dari berita Sindo dan BBC)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/international/tujuh-peraih-magsaysay-award-diumumkan-3.html
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/11/061101_chinachen.shtml

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: