SEPUTAR CHINA


Seruan Nasionalisasi Angkatan Bersenjata

Posted in Politik oleh Seputar China pada Agustus 28, 2007

Sejumlah perwira tentara menyerukan dilakukakannya nasionalisasi terhadap angkatan bersenjata. Mereka menginginkan agar tentara tidak menjadi pengawal pribadi partai.

Oleh Wang Zhen, The Epoch Times

Keterangan gambar: Tentara China sedang latihan (Getty Images)

Tanggal 1 Agustus lalu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) memperingati hari jadinya yang ke-80. Partai Komunis China (PKC) di Beijing telah mengumumkan perubahan seragam militer dan meluncurkan rangkaian aktivitas publik terkait peringatan ini. PKC juga menekankan penolakan mereka untuk menasionalisasi angkatan bersenjatanya.

Di lain pihak, terdapat suara-suara dari internal tentara yang menyarankan kepada para tentara untuk mengundurkan diri dari PKC dan tidak menjadi bagian dari pengawal pribadi partai. Beberapa suara tersebut menyerukan kepada tentara China untuk menetapkan kepentingan China sebagai landasan, bukan berdasarkan kepentingan PKC dan mendukung nasionalisasi angkatan bersenjata

Nasionalisasi angkatan bersenjata telah dibicarakan dalam waktu yang lama. Beberapa jendral telah menulis artikel di jurnal umum yang mendukung nasionalisasi. Pada malam perayaan peringatan ke-80 PLA, pernyataan dikeluarkan oleh website Suara dari Angkatan Bersenjata dan Forum Masa Depan China, merefleksikan suara dari tentara. “Kami mengumumkan pengunduran diri kami dari organisasi PKC. Kami tidak ingin lagi bekerja sebagai tentara PKC.”

“Kami bersumpah untuk ikut bergabung dalam Tentara Nasional China di masa depan. Kami akan mengumpulkan kekuatan kami dan merubah tentara PKC menjadi Tentara Nasional China.”

Pernyataan yang muncul di website Suara dari Angkatan Bersenjata segera mendapat tanggapan dari daratan China. Yi Junshan, yang bertugas di Skuad No.12 dari Pasukan No.94816, secara cepat mengumumkan keinginannya untuk mengundurkan diri dari PKC.

Keberanian itu menimbulkan reaksi keras. Dalam jurnal PKC Qiushi, artikel yang diterbitkan tanggal 16 Juli, Cao Gangchuan, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dan Menteri Pertahanan Nasional, mengatakan: “Kekuatan musuh berusaha menempatkan PLA menjadi berkiblat ke barat, menyebarkan konsep tentara non-partai, tentara non-politik atau nasionalisasi angkatan bersenjata. Mereka berusaha untuk menghilangkan control PKC terhadap PLA.”

Surat kabar tentara PKC, Harian PLA juga mempublikasikan artikel khusus pada tanggal 3 Juli yang menyangkal nasionalisasi angkatan bersentara dan menekankan PKC memiliki kontrol penuh terhadap angkatan bersenjata. Zhao Keming, Dekan Univesitas Pertahanan Nasional, mempublikasikan artikel yang mendukung artikel di Qiushi. PKC telah mengetatkan kontrolnya terhadap angkatan bersenjata.
Sejumlah tentara yang dianggap mendukung nasionalisasi juga mendapat perlakuan represif. Laporan terkini mengungkapkan bahwa sebuah rumah sakit jiwa di Provinsi Guangxi, digunakan untuk menahan banyak tentara muda. Li Dayong, pencetus Pusat Layanan Global Pengunduran Diri dari PKC, berpikir bahwa PKC tidak dapat mengontrol PLA lebih jauh lagi.

PKC mulai mengelola angkatan bersenjata dengan komputerisasi di tahun 2001. Korps tentara, Divisi tentara, brigadir, resimen, semua dilengkapi dengan computer yang membuat mereka mudah mengakses informasi dari situs-situs internet. Kenyataannya itu membuat mereka sadar. “Beberapa jendral tidak ingin melayani PKC lagi,” kata Li Dayong. “Banyak dari mereka telah membawa buku Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis. Banyak dari mereka telah mengundurkan diri dari PKC.”

Pahlawan SARS Menolak Penghargaan

Posted in Politik oleh Seputar China pada Agustus 28, 2007

Diperkirakan adanya tekanan dari rejim komunis China, dokter Jiang Yanyong menolak menghadiri pemberian penghargaan yang diterimanya dari Akademi Ilmu Pengetahuan New York.

Oleh He Shan
Radio Free Asia 21 Agustus 2007

Jiang Yanyong, seorang dokter militer yang telah dengan berani mengungkap selubung epidemi wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) di China tiga tahun lalu, dianugerahi Penghargaan Ilmuwan HAM 2007 oleh Akademi Ilmu Pengetahuan New York. Penghargaan tersebut diberikan untuk menghargai kontribusi terkemuka dua dokter China dalam bidang medis, khususnya upayanya dalam mencegah meluasnya SARS dan AIDS di negeri itu.

Penerima penghargaan lainnya adalah Dr. Gao Yaojie, seorang pensiunan ahli kebidanan dari Provinsi Henan yang telah membantu mencegah meluasnya AIDS di China. Akademi Ilmu Pengetahuan New York telah mengatur untuk menanggung biaya hotel maupun perjalanan antara New York dan China untuk dua penerima penghargaan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Free Asia (RFA), Dr. Jiang menegaskan bahwa dia tidak akan menghadiri upacara penganugerahan itu. Ia telah menulis kepada ketua panitia tersebut. Dalam suratnya, Jiang menyatakan, “Penghargaan HAM adalah suatu penghargaan politik, itu bukanlah penghargaan ilmiah.” Karena alasan ini, dia tidak mau menerima penghargaan itu.

Ketika seorang wartawan menanyakan apakah dia sedang ditekan untuk menolak penghargaan itu? Jiang menjawab dengan cara sederhana seperti yang selalu dilakukannya, “Saya lebih baik tidak menjawab pertanyaan ini. Tidak apa-apa bukan? Seorang dalam militer tidak punya waktu untuk berbicara terlalu banyak.” Saat ditanya, “Mengapa anda tidak bisa hadir?” Jiang juga mengatakan permintaan maafnya. ”Sebagai anggota militer, saya tidak diijinkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan politik”

Begitu juga saat ditanya, “Apakah ini karena anda sendiri tidak ingin pergi? Atau apakah karena ada beberapa alasan lain?” Jiang dengan sopan meminta maaf dalam hal ini, ia menyarankan reporter supaya bertanya kepada Ketua Panitia. ”Saya telah mengirimkan jawaban kepadanya,” jawabnya.

Jiang mem-fax suratnya pada 1 Agustus lalu, bertepatan dengan Hari Tentara China. Surat tersebut mengatakan, “Mempertimbangkan fakta bahwa saya sibuk dengan praktek medis, sementara Penghargaan Ilmuwan HAM sepenuhnya berasal dari aspek politik, oleh karenanya, itu bukanlah penghargaan ilmiah. Karena alasan ini, saya memutuskan untuk tidak menerima penghargaan ini.”

Selama di telepon, Jiang tidak mengulang apa yang dinyatakan dalam fax tersebut. Mr. Sun Wenguang, seorang profesor pensiunan dari Universitas Shandong mengatakan, “Militer telah memberikan banyak tekanan terhadap keluarganya termasuk anak-anaknya. Saya pikir Dr. Jiang diam untuk melindungi status pensiunnya dalam ketentaraan. Di waktu lalu, ia telah membongkar selubung SARS, yang mengejutkan dunia. Kemudian, ia dengan terbuka menyatakan peran militer dalam Pembantaian Massal Tiananmen di tahun 1989, menyatakan bahwa ini adalah salah. Ini bukanlah suatu hal yang mudah sama sekali.”

Sun juga mengatakan, untuk para senior seperti Jiang, tekanan terhadap keluarga adalah sangat besar. Sementara Jiang sendiri tidak berkeinginan untuk sepenuhnya terpisah dari sistem yang ada, ia juga tidak berkeinginan untuk membawa kesulitan terhadap anggota keluarganya. Meskipun dianugerahi Penghargaan Ilmuwan HAM di New York, ia enggan untuk menghadiri penyerahan penghargaan tersebut. Kini situasi politik di China sama dengan Uni Soviet. Kediktatoran menguasai semua sektor kehidupan dan cara hidup seseorang.

Di luar negeri, para anggota Komite HAM Akademi Ilmu Pengetahuan New York, Liu Gang, Wei Jingsheng, dan Wang Dan telah mengirimkan sebuah surat terbuka kepada Presiden Hu Jintao, meminta kepadanya untuk mengijinkan Jiang mengunjungi New York dan menerima penghargaan itu.

Sikap Jiang sama persis dengan yang dilakukan novelis Boris Pasternak pada 25 Oktober 1958. Saat Kumpulan Cendikiawan Swedia menganugerahkan Nobel untuk karya sastra kepada penulis Uni Soviet itu, menghargai novel panjangnya yang terkenal, Dr. Zhivago.

Mr. Pasternak membalas kembali dengan menyatakan, “Terima kasih, Inspirasi, Kebanggaan, Terkejut dan Penyesalan yang tak terhingga. Mempertimbangkan efek dan kesulitan yang terbawa kepada negara saya dari pemberian Penghargaan Nobel kepada saya, saya harus menolaknya. Mohon dimengerti penolakan ini dari lubuk hati saya.” Upacara pemberian penghargaan di tahun 1958 tidak bisa dilaksanakan karena Pasternak tidak dapat hadir.

http://en.epochtimes.com/news/7-8-21/58915.html

Larangan Memproduksi Souvenir Olimpiade

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Agustus 28, 2007

Empat perusahaan China telah dilarang memproduksi souvenir untuk Olimpiade. Padahal pemerintah setempat berharap meraih keuntungan besar dari souvenir tersebut.

Sebuah perusahaan peralatan kantor China telah dicabut ijinnya sebagai produsen souvenir Olimpiade 2008 karena dituduh mempekerjakan pekerja dibawah umur. Menurut, Komite Olimpiade Beijing Lekit Stationery, salah satu perusahaan tersebut, dipercaya telah mempekerjakan delapan pekerja dibawah umur.

Pejabat menyelidiki kasus ini setelah dikeluarkannya laporan oleh kelompok advokat PlayFair 2008 yang mengklaim bahwa empat perusahaan yang memasok produk Olimpiade telah mengeksploitasi pekerjanya. Kontrak tiga perusahaan lain kini juga telah ditahan karena melakukan pelanggaran yang lebih ringan

‘Tidak Tahu’
Laporan dari komite penyelenggara Olimpiade Beijing (BOCOG) menemukan bahwa dari Januari hingga Februari 2007, Lekit Stationary di Dongguan “dipercaya telah menggunakan pekerja anak-anak, dengan mempekerjakan delapan pelajar untuk bagian pengepakan barang.”

“BOCOG, sesuai dengan persetujuan ijin, akan secara serius menangani para pemegang ijin yang telah melanggar peraturan dan hukum ketenagakerjaan nasional,” kata komite tersebut dalam pernyataannya yang dikeluarkan akhir Juli lalu. Pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja dibawah umur tersebut tidak berkaitan dengan produk Olimpiade.

Tiga perusahaan lainnya yang membuat produk Olimpiade – Produk Kulit Eagle, juga berlokasi di Dongguan, dan dua perusahaan dekat Shenzhen, Produk Lampu Yue Wing Cheong dan Perusahaan Mainland Headwear – juga dinyatakan bersalah karena melanggar peraturan ketenagakerjaan

Tiga perusahaan tersebut bermasalah pada “jam kerja lembur (overtime), tetapi tidak ditemukan masalah tenaga kerja anak-anak” kata pernyataan komite tersebut. Perusahaan tersebut akan tetap memproduksi barang-barang yang telah berijin, tetapi tidak diperbolehkan mendesain souvenir Olimpiade baru sampai mereka merubah penanganan bisnis mereka.

BOCOG telah mengeluarkan ijin kepada 60 perusahaan China untuk memproduksi souvenir Olimpiade seperti topi, tas, pen dan alat-alat kantor, menjelang Olimpiade 2008.

Laporan Playfair menyatakan bahwa empat pabrik tersebut dikritik dan dinyatakan bersalah karena mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja, sebagaimana juga membayar upah yang lebih rendah dari upah minimum yang ditentukan dan juga tidak membayar upah kerja lembur.

Keempat perusahaan tersebut menolak tuduhan tersebut, meskipun kemudian Lekit mengakui menggunakan tenaga kerja dibawah umur. Dalam wawancara dengan BBC bulan lalu, perusahaan ini bersikeras bahwa tenaga kerja tersebut adalah dipekerjakan oleh sub-kontraktornya, dan Lekin tidak mengetahui kalau mitranya mempekerjakan pekerja dibawah umur.

http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/6924116.stm

Cara Kasar untuk ‘Membersihkan’ Beijing

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Agustus 28, 2007

 prtosh.jpg

Oleh Gearoid O’Conchuir, Staf Epoch Times Irlandia

PRTOST: Para pendemo, banyak yang dari Tibet, meneriakkan nyanyian-nyanyian selama rapat umum yang disponsori oleh Amnesti Internasional yang menunjuk pelanggaran-pelanggaran HAM China beresiko melanggar piagram Olimpiade. Protes tersebut dilakukan bertepatan dengan satu tahun menjelang Olimpide Beijing 2008. (Tim Sloan/AFP/Getty Images)

Amnesti Internasional (AI) cabang Irlandia mengatakan kepada The Epoch Times bahwa rejim komunis China terus menggunakan cara-cara kasar untuk mengontrol para pemrotes menjelang Olimpiade 2008. Perhatian utama penguasa China pada masa ini dalam persiapannya untuk menyambut pesta o;ah raga dunia adalah pada ‘stabilitas sosial’, bukannya memenuhi janji yang dibuatnya di tahun 2001 untuk memperbaiki kondisi HAM.

“Di samping beberapa reformasi terbatas, perhatian utama China menjelang Olimpiade kelihatannya adalah untuk menjaga ‘stabilitas’ , hal ini terwujud dalam desakan-desakan untuk ‘membersihkan’ Beijing dan membersihkan kota yang ‘tidak diinginkan’,” tandas juru bicara Amnesti Internasional Roxanne Macara kepada The Epoch Times

Sayangnya, menurut Macara, pemerintah China terus mengandalkan cara-cara kasar untuk melakukan “pembersihan” Beijing, seperti misalnya menggunakan metode ‘Pendidikan ulang melalui kerja paksa’ dan ‘Rehabilitasi Paksa Narkoba’ – dimana keduanya nampaknya sedang diperluas di Beijing sehubungan dengan Olimpiade tersebut.

“Kita juga telah melihat penindasan terhadap para akti\vis yang diintensifkan, termasuk beberapa di Beijing yang telah dipenjara maupun yang masih di bawah pengawasan ketat polisi, termasuk bertambahnya penggunaan ‘tahanan rumah’,” tambahnya.

Amnesti Internasional juga menyatakan keprihatinannya terhadap penutupan beberapa saluran media baru-baru ini di China. “Ini adalah perkembangan yang mengkhawatirkan dan nampak seperti bagian dari upaya-upaya yang lebih luas untuk memperkuat kontrol pemerintah terhadap informasi menjelang Olimpiade.”

Sebagai bagian dari kampanye AI untuk menekan Komunis China guna memperbaiki situasi HAM-nya menjelang Olimpiade, mereka meminta pembebasan sejumlah orang yang ditahan secara ilegal. “Satu kasus yang kami soroti menjelang Olimpiade Beijing adalah Bu Dongwei, yang telah diperintahkan untuk ‘Pendidikan ulang melalui kerja paksa’ setelah polisi menemukan literatur Falun Gong di rumahnya. Dia adalah seorang tahanan politik dan harus dibebaskan.”

Pada saat itu Amnesti Internasional bukan meminta suatu pemboikotan terhadap Olimpiade 2008 tetapi telah menyatakan bahwa jika situasi HAM di China tidak diperbaiki, posisi mereka mungkin berubah.

AI sedang mendorong orang-orang yang berencana mengunjungi China selama Olimpiade untuk mencari informasi lebih banyak mengenai kampanye mereka guna memperbaiki keadaan HAM di negerri itu sebelum mereka melakukan perjalanan. (www.amnesty.ie)
http://en.epochtimes.com/news/7-8-21/58880.html

Blogger Ditahan di Rumah Sakit Jiwa

Posted in Pers oleh Seputar China pada Agustus 28, 2007

Seorang pengguna internet dan bloger ditahan secara paksa di rumah sakit jiwa hanya gara-gara memposting komentar kritis terhadap rejim komunis China.

Reporters Without Borders terkejut oleh penahanan secara paksa seorang cyber dan blogger He Weihua ke dalam rumah sakit jiwa di provinsi pusat Hunan. Anggota keluarga yang diwawancari oleh asosiasi wartawan ini menyangkal bahwa dia memiliki penyakit mental dan mengatakan bahwa mereka yakin penahanan itu berhubungan dengan apa yang telah dipostingkan pada blognya, http://www.boxun/hero/hewh/.

“Ini tidak dapat diterima bahwa pemerintah China menggunakan cara-cara seperti itu untuk membungkam rakyatnya yang sekedar mengekspresikan pandangan-padangannya dengan damai melalui internet,” kata organisasi kebebasan pers tersebut. “Kami mengunjungi pemerintah pusat untuk berdialog dengan pemerintah Hunan guna mendapatkan kebebasannya. Bagaimana mungkin pemerintah mengharapkan kita mempercayai bahwa seorang berpenyakit mental mampu mengelola laporan investigasi yang terperinci?

“Kami khawatir kasus ini menunjukkan bahwa pemerintah China masih belum meninggalkan penggunaan hukuman psikiatri terhadap mereka yang mengekspos pelanggaran-pelanggaran dan menentang penyensoran,” lanjut Reporters Without Borders dalam pernyataanya.

He Weihua dikurung secara paksa oleh pemerintah Hunan awal Agustus ini setelah ia mempostingkan sebuah artikel di situs Boxun yang mengkritik peningkatan harga daging babi yang keterlaluan oleh pemerintah provinsi itu. Ia juga meramalkan keruntuhan Partai Komunis dalam waktu dekat yang disebabkan oleh korupsi internal ditubuh partai itu. Ia menerima sebuah panggilan pengadilan dari Biro Keamanan Umum setelah artikel tersebut dipostingkan pada bulan Juli lalu.

Satu unit kepolisian negara sebelumnya telah menggerebek dan mencari rumahnya di Hengyang (di provinsi Hunan) pada bulan Juni, mengambil komputer laptop-nya dan memperingatkannya bahwa dia akan menderita konsekwensi yang mengerikan bila ia terus menulis tentang HAM. Blog-nya http://www.boxun.com/hero/hewh berisikan banyak laporan investigasi dan komentar-komentar kritis terhadap pemerintah.

Ketika dihubungi oleh Radio Free Asia, ibunya tidak mau berkomentar tentang penahanan anaknya, mengindikasikan bahwa ia (ibunya) berpikir teleponnya telah disadap. Ia hanya berkata: “Dia berada di rumah sakit jiwa. Ia pergi ke sana bulan ini.” Namun seorang keluarga yang dihubungi oleh Reporters Without Borders menghubungkan pengurungannya itu dengan artikelnya: “Ia telah menulis banyak artikel mengenai HAM, khususnya di Boxun. Saya pikir ia memiliki segala kualitas seorang yang berpikiran jernih.”

Perlakuan keji semacam itu bukanlah pertama kalinya dialami oleh He Weihua. Para anggota Biro Keamanan Negara telah memberikan suntikan secara paksa ketika dia ditempatkan di rumah sakit jiwa pada bulan Desember 2004 silam. Bulan September 2006 lalu, ia dicegat oleh sebuah sepeda motor, pengendara itu memperingatkan dia untuk tidak meneruskan aktivitas perjuangan HAM-nya.

http://www.rsf.org/article.php3?id_article=23365

WHO Kuatirkan Polusi di Beijing

Posted in Lingkungan oleh Seputar China pada Agustus 21, 2007

Para penonton dan peserta Olimpiade Beijing 2008 akan menghadapi masalah kesehatan serius karena polusi udara, kata seorang pakar kesehatan.

Dr Michal Krzyzanowski dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang yang memiliki masalah dengan jantung dan jalan pernafasan harus benar-benar memperhatikannya. Dia juga mengatakan kualitas udara kota itu yang buruk bisa memicu serangan asma.

Peringatan itu disampaikan di saat Beijing memulai ujicoba larangan menggunakan mobil selama empat hari yang ditujukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan kualitas udara. Pemerintah Cina berencana untuk melarang penggunaan mobil selama penyelenggaraan olimpiade tahun depan di Beijing.

‘Polusi berat’
Namun meski pemerintah Cina merencanakan pengurangan emisi, Dr Krzyzanowski mengatakan WHO masih mengkhawatirkan orang-orang yang akan datang untuk menonton pesta olahraga ini tahun depan. “Semua kota Cina memilki polusi berat menurut standar Eropa, namun jika dinilai dengan standar Asia pun, polusi di kota-kota Cina cukup buruk,” katanya kepada BBC. Menurutnya, masalah utama di Cina adalah polusi udara, yang bisa masuk ke sistem pernafasan dan kotoran dialirkan oleh darah ke seluruh tubuh.

Wartawan BBC di Beijing Daniel Griffith mengatakan kemacetan lalu lintas adalah pemandangan yang sering dijumpai. Asap kendaraan sering menyebabkan kabut asap tebal menggantung di atas kota.

Pengurus olimpiade internasional mengatakan beberapa nomor di sejumlah cabang mungkin harus ditunda karena buruknya kualitas udara. Hal ini membuat panitia penyelenggara olimpiade Beijing kuatir. Karena itu mereka akhirnya berencana untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan pekan ini ujicoba rencana tersebut dilakukan.

Selama empat hari ke depan hampir separuh mobil di Beijing tidak boleh dipakai. Jika rencana ini dinyatakan berhasil kebijakan ini akan diterapkan selama penyelenggaraan olimpiade. Hal ini akan dipandang sebagai kesediaan Cina untuk melakukan apa saja agar penyelenggaraan olimpiade bisa sukses.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/08/070817_beijingtrial.shtml

“Made in China” dari Kamp Kerja Paksa

Posted in Ekonomi oleh Seputar China pada Agustus 15, 2007

kupu2-hsil-kerjapaksa2.jpg

Oleh Lin Zhanxiang

Tahun-tahun belakangan ini, China secara berangsur-angsur menjadi sebuah pabrik bagi pasar dunia. Produk-produk buatan China sedang membanjiri pasar internasional. Bagaimana mungkin China menghasilkan berbagai produk ini sedemikian “murah”?

Banyak orang-orang belum melakukan riset secara mendalam pada masalah ini, dan hanya berpikir bahwa tenaga kerja di China murah. Sesungguhnya, lebih dari itu–banyak produk yang dihasilkan dengan menggunakan tenaga kerja paksa dari narapidana yang ada di dalam penjara dan kamp-kamp kerja paksa, termasuk banyak tahanan ilegal dari praktisi Falun Dafa.

Gambar yang terpampang adalah beberapa contoh produk yang dibuat oleh para praktisi yang secara ilegal ditahan. Ada sauvenir kupu-kupu dibuat oleh praktisi Falun Gong yang dipenjara di Kamp Kerja Paksa Wanita Heizuizi di Kota Changchun, Provinsi Jilin. Ada juga beberapa produk kerajinan tangan dan barang-barang perhiasan anak-anak seperti kalung dan gelang yang dibuat oleh praktisi Falun Gong di Kamp Kerja Paksa Masanjia di Kota Shenyang, Provinsi Liaoning.

Disamping menganiaya para praktisi dengan menggunakan berbagai metode penyiksaan kejam, pembunuhan serta pelecehan seksual, Partai Komunis China (PKC) juga memanfaatkan kerja paksa dan pengambilan organ dari para praktisi yang masih hidup untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Para praktisi Falun Gong secara ilegal ditangkap dan dikirim ke penjara, berbagai kamp kerja paksa dan pusat-pusat pencucian otak, hanya karena teguh di dalam keyakinan mereka terhadap Falun Dafa dan prinsip ‘Sejati, Baik dan Sabar.’

Sementara mereka disiksa secara fisik, mereka juga harus menjalani hukuman kerja paksa untuk lebih dari 10 jam sehari dengan kondisi kerja yang sangat buruk untuk menghasilkan berbagai produk. Produk-produk ini diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa, dan telah membawa masuk sejumlah besar devisa bagi PKC.

Eksploitasi para praktisi untuk kepentingan ekonomi merupakan elemen penting dari penganiayaan Falun Dafa oleh PKC. Pada kenyataannya, produk-produk yang diberi label “Made in China” seharusnya lebih tepat diberi label “Made in China oleh Tenaga Kerja Paksa.”

Banyak produk-produk buatan China yang diekspor, dikerjakan oleh tenaga kerja paksa, hal mana melanggar peraturan WTO (World Trade Organization) dan telah mendatangkan PKC devisa sangat besar, yang lebih lanjut digunakan untuk menganiaya Falun Gong serta untuk membayar bonus kepada para polisi, aparat Kantor 610 dan lainnya, agar lebih giat lagi menganiaya para praktisi.

Ketika orang-orang berbicara tentang “keajaiban” ekonomi China dan cadangan devisanya yang sangat besar, apakah mereka mengetahui berapa banyak darah yang telah ditumpahkan di belakang tirai gelap ini?

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2007/7/18/159108.html

English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/7/30/88152.html

Kondisi Kritis Tahanan Politik Dipertanyakan

Posted in Pers oleh Seputar China pada Agustus 15, 2007

Kondisi kritis yang dialami aktivis internet China, Zhang Jianhong alias Li Hong di penjara, dikecam Reporters Without Borders. Sebelum Olimpiade, organisasi pers dunia ini mendesak dia dibebaskan.

(Erabaru.or.id) – Reporters Without Borders menyuarakan tentang kekejaman atas kegagalan pejabat penjara merawat penulis dan aktivis internet Zhang Jianhong, yang juga dikenal dengan nama Li Hong. Dipenjara sejak September 2006, Zhang berada dalam kondisi kritis dalam waktu tiga bulan belakangan ini dan dikuatirkan mengalami kelumpuhan total.

”Ketika China sedang merayakan Pesta Olimpiade mendatang, seorang tahanan politik beresiko mengalami kelumpuhan untuk sisa hidupnya karena tidak adanya perawatan di dalam penjara,” kata organisasi kebebasan pers tersebut. Selama lebih dari dua bulan, pihak berwenang tidak memenuhi permintaan Zhang untuk perawatan di rumah sakit. Mereka mendesak pembebasan segera atas aktivis internet ini, yang keadaan kritisnya dianggap akan merusak citra China.

Menurut istri Zhang, pejabat penjara memberitahu kepadanya pada 26 Juni lalu bahwa suaminya akan mendapatkan perawatan namun harus mengikuti prosedur hukum untuk memperoleh ijin agar dirawat di rumah sakit. ”Saya tidak bisa melihat dia sejak itu. Saya berharap yang berwenang menunjukkan rasa perikemanusiaan yang cukup untuk mengijinkan dia dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin. Jika tidak, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi,” tutur Istri Zhang kepada Radio Free Asia pada 5 Agustus 2007 lalu.

Di hari yang sama, lebih dari seribu rekan, kolega dan simpatisan Zhang mempostingkan surat terbuka ke website berita Boxun (www.boxun.com) meminta pembebasan Zhang dengan alasan kemanusiaan. “Jika Li Hong [Zhang] tidak dirawat segera, dia bisa menjadi lumpuh total dan meninggal,” kata surat tersebut. Jika terjadi sesuatu yang mengerikan terhadapnya, lanjutnya, China tidak lagi bisa menjadi mitra internasional yang dapat dipercaya.

Sebuah surat yang bertandatangan, Wu Fan, editor Zhongguo Shiwu (Chinese Affairs), berkomentar mengenai Zhang. “Ia adalah seorang yang menginginkan negerinya menjadi baik. Ia tidak pernah ingin menggulingkan pemerintah. Ia seorang akademis, bukan teroris. Ia tidak boleh diperlakukan dengan cara seperti ini,” ujarnya.

Pengacara Zhang, Li Jianqiang, telah menerima surat dari Zhang pada bulan Juni lalu yang menyebutkan, “Penyakit saya sangat aneh. Sekarang ini tidak ada obat atau perawatan efektif. Kondisi saya telah memburuk sejak sebulan lalu dan otot-otot saya berhenti tumbuh. Saya hampir tidak bisa menggerakkan lengan saya dan keadaan ini telah meluas ke kaki saya. Kaki saya sudah lumpuh. Jika ini berlanjut, saya akan terkena cobaan yang mengerikan yaitu kelumpuhan total, seperti ahli fisika Stephen Hawking.”

Zhang telah dihukum oleh pengadilan di Ningpo, di tenggara provinsi Zhejiang, pada 19 Maret lalu dengan enam tahun penjara karena menulis sejumlah artikel di internet yang dianggap telah memfitnah pemerintah China dan menghasut penggulingan pemerintahan.

Sebagai seorang anggota Asosiasi Penulis Independen PEN cabang China, Zhang mendirikan website sastra Aizinghai.org di tahun 2005. Ia juga memposting secara rutin pada forum Weilai Zhongguo dan menulis artikel untuk beberapa website China yang bermarkas di luar negeri. Ia menghabiskan waktu satu setengah tahun dalam pendidikan ulang-melalui-kamp kerja setelah terlibat dalam pergerakan pro-demokrasi Tiananmen pada 1989.

http://www.rsf.org/article.php3?id_article=23244

Amnesty International: China Langgar HAM

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Agustus 15, 2007

Beijing – Surabaya Post

China gagal memenuhi janjinya bahwa berkaitan dengan penyelenggaraan Olimpiade Beijing 2008 akan memberikan kebebasan yang lebih baik kepada masyarakat, kata kelompok Amnesti Internasional dalam laporannya, Rabu (8/8).

Pihak berwenang China melanggar janjinya yang dibuat ketika berusaha memperoleh kesempatan menyelenggarakan pesta olahraga ini dengan meningkatkan penyiksaan dan tekanan politik serta pemeluk agama, menahan wartawan dan menutupi pemberitaan yang mengarah pada pembangunan sosial, kata laporan itu.

Hanya satu tahun menjelang penyelenggaraan pesta olahraga itu, batas waktu telah berakhir bagi pemerintah China untuk memenuhi janjinya guna meningkatkan hak asasi manusia sebagai bagian dari warisan Olimpiade,” kata sekretaris jendral kelompok itu, Irene Khan, dalam sebuah pernyataannya.

“Kalau pihak berwenang China mengeluarkan peraturan yang mendesak untuk menghentikan pelanggawan hak azasi manusia pada tahun mendatang, mereka akan mengurangi resiko buramnya citra China dan warisan Olimpiade Beijing, ” kata Khan.

Amnesti Internasional menghimpun sejumlah catatan pelangggaran hak-hak sipil dan hak-hak poilitik China dalam laporannya yang diberi judul “China: menghitung mundur Olimpiade –satu tahun menjelang dipenuhinya janji hak azasi manusia.”

Pernyataan Amnesti ini dikeluarkan saat enam aktivis ditahan Selasa kemarin setelah diturunkannya spanduk besar berukuran 42 meter persegi yang dipasang di sebagian Tembok Raksasa dengan tulisan “Satu Dunia, Satu Mimpi, Kemerdekaan Tibet 2008”, kata Kampanye Kemerdekaan Tibet dan Mahasiswa untuk Kemerdekaan Tibet yang berkantor pusat di London melalui e-mail yang dikirim ke sejumlah penerbitan.

Aktivis mengatakan, China memanfaatkan Olimpiade untuk menggaris-bawahi klaim mereka terhadap Tibet, yang disebutkan sebagai pemerintahan sendiri selama berabad-abad. Namun banyak warga Tibet mengatakan tanah kelahiran mereka sesungguhnya negara yang merdeka untuk selama-lamanya. Pasukan komunis China menduduki Tibet pada 1951, dan Beijing melanjutkan pemerintahan di daerah itu dengan tangan besi.

“Kami mengirimkan pesan yang jelas bahwa mimpi China untuk memimpin dunia tidak akan dapat terwujud selama mereka menduduki Tibet secara brutal,” kata Tenzin Dorjee, wakil direktur Mahasiswa untuk Kemerdekaan Tibet yang berkantor pusat di New York.

Senin lalu, polisi menahan sejumlah wartawan yang melancarkan aksi protes di Beijing yang diselenggarakan oleh kelompok advokasi kebebasan pers yang menuduh pemerintah China tidak memenuhi janjinya untuk memberikan kebebasan media.

Penahanan itu terjadi bersamaan dengan kunjungan Presiden Komisi Olimpiade Internasional Jacques Rogge, di Beijing. Mereka membentangkan poster yang menggambarkan lingkaran simbol Olimpiade yang dibuat dari saputangan oleh anggota Wartawan Tanpa Perbatasan di trotoar jembatan di luar kantor pusat komisi perencanaan Olimpiade Beijing.

Kelompok yang berbasis di Paris itu mengatakan China masih tetao mengekang kebebasan pers dan memenjarakan para wartawan, aktivis dan penentang politik yang menerbitkan pemikiran mereka melalui Internet –di tengah janji yang dibuatnya ketika merebut kesempatan penyelanggaraan Olimpiade untuk memberikan kebebasan.

“Hal yang paling penting adalah kami tidak datang untuk menyerukan boikot,” kata Vincent Brossel dari kelompok itu. “Kami datang dengan dorongan yang konkret, pembebasan tahanan politik, membuka akses Web dan menghentikan gangguan pada siaran radio.”

Olimpiade Beijing, yang akan dimulai 8 Agustus 2008, adalah sumber yang sangat besar bagi harga diri China. Saat merebut kesempatan menyelenggarakan pesta olahraga itu pada 2001, para pemimpin China berjanji kepada anggota Komisi Olimpiade Internasional bahwa Olimpiade akan mengarah pada peningkatan iklim hak asasi manusia dan kebebasan media. (AP, sam)
http://www.surabayapost.info/detail.php?cat=%206&id=58162

China Hukum Wartawan Akibat Berita Bakpao Palsu

Posted in Uncategorized oleh Seputar China pada Agustus 14, 2007

Akibat mengungkap kasus bakpao aspal, seorang reporter Beijing TV diganjar hukuman satu tahun penjara. Inilah bukti media massa di China dikendalikan secara ketat oleh Partai komunis.

Pengadilan China pada Minggu, 12 Agutus kemarin, telah memvonis seorang wartawan televisi dengan hukuman penjara selama satu tahun. Terdakwa dituduh telah merekayasa berita yang menyebut para pembuat suatu jenis kue (bakpao) di Beijing menggunakan kardus untuk isinya. Terpidana juga didenda seribu yuan (Sekitar Rp1,2 juta). Kantor berita Xinhua melaporkan, Zi Beijia dihukum karena “merusak reputasi komoditi”.

Zi, wartawan paruh waktu untuk televisi Beijing, ditangkap setelah dia mengungkap berita tentang produk China yang bermutu sangat rendah. Menurut berita Zi, para pembuat kue bola kukus (bakpao) menggunakan kardus yang dihaluskan dengan cara direndam dalam cairan soda api lalu diberi aroma daging babi. Laporan itu menimbulkan kehebohan, apalagi China sedang disorot dunia internasional karena mengekspor makanan dan produk lainnya yang terbukti berbahaya atau mutunya sangat rendah. Atas tekanan rejim komunis China, Beijing TV telah mengemukakan berita tersebut adalah bohong dan mereka minta maaf.

Sebelumnya, tak lama setelah heboh berita tersebut, puluhan koran pemerintah China telah berikrar memberantas berita yang dianggap bohong. Sedikit-dikitnya 60 pemimpin koran yang dikendalikan oleh Partai komunis China (PKC) telah menandatangani deklarasi “memberantas habis berita bohong di semua koran dan membangun kembali kredibilitas media,” tulis kantor berita Xinhua mengutip kantor Administrasi Pers dan Penerbitan. Deklarasi itu menyebutkan semua wartawan harus teguh dalam mencari kebenaran fakta, waspada terhadap berita bohong, serta memastikan bahwa sumber beritanya otentik.

Namun, masyarakat umum percaya bahwa berita produk bakpao asli tapi palsu itu dan mengatakan penarikan berita adalah rekayasa pemerintah untuk membungkam berita yang berdampak buruk. Sebab selama ini, media massa di China dikendalikan secara ketat oleh Partai Komunis.
(Diolah dari berita Antara)

Laman Berikutnya »