SEPUTAR CHINA


Antara Olimpiade Berlin dan Olimpiade Beijing

Posted in Analisis oleh Seputar China pada Juli 20, 2007

Pada musim panas tahun 1936, sebuah pertandingan Olimpiade sebagai suatu hal besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, diselenggarakan di Berlin, Jerman, di tengah-tengah seringai tersembunyi dari Nazi, dimana Adolf Hitler memberikan pidato pembukaan. Tiga tahun kemudian, fasis Jerman melakukan serangan kilat lewat Polandia, maka pecahlah Perang Dunia Kedua dan seluruh dunia terbenam dalam malapetaka. Ini merupakan sebuah tragedi dalam sejarah Olimpiade.

Di tahun 1930-an, tidak sedikit orang yang berpengetahuan, watak jahat Nazi telah nyata terlihat, namun tetap membiarkan suatu rejim yang menindas kemanusiaan menyelenggarakan Olimpiade. Pesta olah raga dunia yang penuh dengan semangat kemanusiaan diadakan oleh NAZI yang sedang menindas ribuan nyawa tak berdaya, sungguh bertentangan dengan semangat Olimpiade.

Pada saat itu, kekejaman Nazi telah diketahui meskipun ada retorika dan penyangkalan dari rejim itu. Hal ini merupakan perpaduan dari pandangan sempit, prasangka, menipu diri sendiri, mati rasa, daripada trik kebohongan Nazi, yang membawa bangsa-bangsa besar mengadopsi kebijaksanaan menjaga ‘ketenteraman’. Persetujuan pada kejahatan berarti berkolaborasi dengan srigala, dan gigitan srigala menjadi tidak terelakkan. Sehingga, ketika Perang Dunia Ke-II berakhir, komunitas internasional menyimpulkan bahwa perlindungan terhadap hak asasi manusia adalah dasar bagi perdamaian dunia, dan ancaman sebuah tirani pada suatu wilayah adalah ancaman bagi seluruh dunia. Mereka lalu mengikrarkan slogan “Never Again” bagi tragedi kemanusiaan ini untuk tidak terulang kembali. Ini adalah suatu pelajaran sejarah bagi umat manusia. Namun saat ini, sedang terulang kembali.

Suatu tinjauan ulang abad ke-20 mengindikasikan bahwa, dibandingkan fasisme Nazi, Gerakan Komunisme Internasional yang keji telah membawa lebih banyak kejahatan kemanusiaan yang mengerikan. Nazi lenyap begitu Perang Dunia Ke-II berakhir, tetapi Gerakan Komunisme Internasional pada suatu waktu tumbuh seperti rumput liar. Setelah mengakibatkan ratusan juta kematian, Partai Komunis China (PKC), perwujudan gerakan komunisme dan benteng terakhir mereka, memanfaatkan Olimpiade 2008 di Beijing untuk mempertahankan kekuasaannya dan memperdaya dunia.

Waktu sepertinya kembali lagi pada musim panas 1936. Genosida Nazi dengan horornya, masih kalahdibandingkan genosida yang dilakukan PKC. Semenjak PKC mengambil alih kekuasaan di Vhina pada 1949, mereka tidak pernah berhenti melancarkan gerakan-gerakan politiknya, yang mengakibatkan 80 juta rakyat China tewas. Gerakan yang terakhir adalah menindas Falun Gong, kaum minoritas, gereja bawah tanah, dan ikut mendukung genosida di Darfur dengan memasok senjata kesana, dan masih terus berlangsung hingga kini.

Hari ini, tepat tanggal 20 Juli, tepat 8 tahun sudah penindasan terhadap Falun Gong dilakukan oleh PKC dan telah menewaskan ribuan rakyat China yang berlatih Falun Gong. Tragedi-tragedi yang terjadi di kamp-kamp konsentrasi Nazi adalah begitu menakutkan bagi orang-orang masa kini sehingga mereka tidak berani, dan tidak ingin, mempercayai bahwa itu semua memang benar pernah terjadi, namun semuanya memang benar pernah terjadi. Saat ini, PKC juga melakukan hal yang sama, bahkan lebih buruk lagi, tidak hanya menyekap rakyatnya di kamp kamp konsentarasi dan membunuhnya– mengeruk uang melalui pengambilan organ tubuh dari para praktisi Falun Gong yang masih hidup, perbuatan jahat yang tidak pernah ada di planet bumi ini – secara nyata dan keras memukul jiwa semua dari mereka yang masih memiliki hati nurani.

Nilai terbesar dari berbagai tragedi dalam sejarah terletak pada potensinya untuk membantu menghindari pengulangan. Penyelenggaraan pertandingan Olimpiade 2008 di Beijing yang akan datang menimbulkan banyak pertanyaan-pertanyaan penting kepada komunitas internasional: apakah kita mau mengulangi tragedi yang sama di Berlin atau mau memilih masa depan yang lebih baik?

Oleh karena itu, masyarakat dunia yang peduli akan hal ini, tidak lagi diam atas penganiayaan yang dilakukan rejim komunis China, membangkitkan hati nurani mengadakan Obor Estafet HAM secara global, untuk mengekspos kejahatan kemanusiaan di Beijing yang dialami rakyatnya. Tujuannya tidak lain adalah agar PKC segera menghentikan penindasannya, menyelamatkan banyak nyawa di negeri itu. Obor ini mulai akan dinyalakan di Athena, Yunani dan akan berkeliling dunia, dan berakhir di Asia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: