SEPUTAR CHINA


PKC Mengarahkan Asosiasi Pelajar di Luar Negeri

Posted in Politik oleh Seputar China pada Juli 17, 2007

Untuk mempengaruhi semua ‘Ahli China’ di Amerika, PKC mengerahkan asosiasi pelajar China. Ketua CSSA Universitas Columbia bahkan dibayar US$ 1500 per bulan oleh Konsulat China. 

Erabaru.or.id – Belakangan ini, mata-mata Partai Komunis China (PKC) di Asosiasi Mahasiswa dan Sarjana China (CSSA) Universitas New York semakin nyata. Mereka telah menggunakan propaganda untuk mendorong para mahasiswa Universitas New York memboikot “Kompetisi Tarian Tradisional China Sedunia” yang digelar oleh New Tang Dynasti Television (NTDTV). Perlu diketahui, sebelumnya mantan ketua CSSA dari berbagai universitas di Amerika Serikat mulai tampil berbicara dan menyajikan bukti-bukti bagaimana PKC mengontrol CSSA luar negeri dan menjadikan mereka sebagai agen mata-mata. Lebih jauh lagi, PKC telah menunjuk mata-mata wilayah Amerika Serikat untuk memperbesar wewenang politiknya dan menyulut fitnahan, sebagaimana juga untuk mensabotase masyarakat Amerika. 

Dalam wawancaranya dengan Epoch Times pada 28 Juni 2007, Tang Baiqiao, mantan pemimpin mahasiswa pada Gerakan Mahasiswa Tiananmen tahun 1989 dan Ketua Aliansi Perdamaian dan Demokrasi China, menunjukkan bahwa CSSA universitas di Amerika Serikat memiliki tugas penting untuk mempengaruhi “Ahli China” di Amerika. Ahli-ahli ini adalah orang Amerika yang memiliki pemahaman tertentu terhadap bisnis dan politik China. Mereka juga memiliki pengaruh terhadap kebijakan Amerika terhadap China.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, PKC telah menggunakan sejumlah besar uang dalam aspek ini, termasuk menyedikakan sejumlah dana penelitian untuk banyak “Ahli China,” mengijinkan kelompok ini untuk mempublikasikan artikel yang mengandung agenda PKC untuk menangani media utama, dan membantu partai untuk menyembunyikan fakta kebenaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi di China dan menipu masyarakat Amerika.

Tang menyatakan, bahwa organisasi nirlaba yang menyelenggarakan kompetisi tarian tradisional adalah untuk menyebarkan kebudayaan China, akan tetapi mereka malah diserang oleh PKC. Siapa yang tidak percaya jika terdapat motif terselubung dibelakangnya atau “tangan hitam” dibalik penyerangan ini? Banyak aktivitas masyarakat China di Amerika Serikat, seperti kompetisi karaoke dan kontes kecantikan, beberapa diantaranya bahkan tidak bermoral. Mengapa mereka tidak menyerang kegiatan-kegiatan tersebut?

Front Persatuan

Dari tahun 2001 hingga 2003, Tang adalah mahasiswa pasca sarjana di Politik Internasional dan Perkembangan Ekonomi Universitas Columbia. Dia menyaksikan sendiri bagaimana konsul China mengontrol CSSA. “Pada saat itu, saya memiliki kontak pribadi dengan orang-orang di CSSA. Mereka melakukan berbagai aktivitas dan sering kali mengundang saya,” ujar Tang. 

Menurut Tang, banyak kejadian menunjukkan kalau CSSA di Universitas Columbia adalah organisasi dimana PKC berusaha mempengaruhi mahasiswa luar negeri. Ada pertemuan berkala yang diorganisir oleh konsulat China. Ketua CSSA memiliki jadwal pertemuan tetap dengan konsulat jendral. Setiap tahun, beberapa aktivitas besar CSSA disponsori oleh konsulat China, dan perwakilan dari konsul berpidato di acara tersebut. Sebagai contohnya, konsul China membayar $ 15.000 untuk sewa gedung untuk pesta tahunan yang dilakukan di Pusat Aktifitas Mahasiswa selama Tahun Baru China.

Disebutkan, CSSA di Amerika Serikat juga memiliki tugas penting untuk mempengaruhi pakar China dari Amerika. Menurut Tang, Ketua CSSA sering didampingi oleh konsul China untuk makan malam bersama dengan “Ahli China.”

Tang menyatakan bahwa ahli China pada dasarnya menentang kediktatoran PKC sejak tahun 1989. Dengan demikian, PKC perlu melakukan cukup banyak usaha terhadap pandangan mereka. Ahli-ahli China tersebut adalah professor di Universitas Amerika, menyaring, memisahkan dan melebur dengan Ahli-ahli tersebut adalah tugas sangat penting.

Dengan melakukan hal tersebut, CSSA telah sangat membantu PKC. Atau dengan kata lain, secara tidak langsung mereka telah menutupi fakta yang terjadi di China, CSSA malah membantu “memperindah” rejim komunis, yang artinya juga membantu mereka melakukan kejahatan.

Diungkapkan juga bahwa ketua CSSA di Universitas Columbia pada masanya dibayar $ 1500 per bulan oleh konsulat China dan mungkin saja akan mendapatkan bayaran yang lebih besar sekarang ini

Karena CSSA di Universitas Columbia dikontrol oleh PKC, satu dari misi mereka juga adalah mengontrol pikiran para mahasiswa dengan mengorganisir secara berkala menonton pertunjukan dari daratan China, dengan demikian terus mempertahankan antusiasmenya dalam mendukung kebijakan otoritarian PKC. Sebagai tambahan, mereka juga mengorganisir kegiatan. Contohnya, mereka menggunakan berbagai cara untuk memotivasi mahasiswa untuk menyambut pemimpin PKC yang sedang mengunjungi Amerika.

Suatu saat ketika Jiang Zemin mengunjungi Amerika, CSSA Universitas Columnia mengirim email ke siswa-siswa China menyatakan bahwa setiap siswa akan dibayar $30 jika mereka datang menyambutnya. Mereka juga dapat membawa isteri dan anak-anak mereka, dengan demikian jika terdapat tiga anggota keluarga, mereka akan mendapatkan $90. Ketika pengumuman disebarkan, banyak reaksi yang kebanyakan menertawakan mereka. Saat pemimpin PKC lainnya mengunjungi Amerika, CSSA menaikan bayaran menjadi $ 70 per orang.

Banyak mahasiswa China baik di daratan China maupun di luar negeri yang terbuka pemikirannya sejak periode sebelum dan sesudah 1989. Pada saat itu, ketika melihat pemimpin CSSA yang dekat dengan partai, mereka akan mencurigai orang-orang tersebut dan menyebutnya sebagai “Mahasiswa Penghianat.” Pada tahun 1989, banyak pelajar dan mahasiswa yang mengorganisir organisasi mahasiswa sendiri, dan CSSA tidak memiliki pengaruh.

 “Belakangan ini CSSA semakin mengkhawatirkan. Mereka tidak lagi memberikan keuntungan bagi mahasiswa. Mereka berbicara dan bekerja untuk PKC. Pelajar yang datang ke luar negeri masih belum juga dapat melepaskan diri dari kontrol PKC. “Siswa Penghianat” tersebut mungkin sangat puas dengan diri mereka sendiri dan berpikir mereka memiliki masa depan yang bagus. Mereka telah mengikuti kelompok yang salah,” tutur Tang. 

Menurut Tang, mungkin mereka melakukan hal itu demi keuntungan atau diancam oleh PKC. Bagaimanapun, mereka sekarang ini hidup di negara bebas, yang diharapkan akan mendengar suara-suara selain suara PKC dan berharap sisi baik mereka akan muncul, sehingga dapat memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat dan memulai lagi lembaran baru yang lebih adil. Mungkin mereka dapat hidup secara jujur dan baik dengan tanpa mimpi buruk. 

”Ini adalah hal yang paling penting. Saya juga berharap mereka dapat berbicara untuk menyatakan siapa dalang dibelakang ini semua untuk memperbaiki segala kesalahan mereka,” pintanya.

(Disarikan dari berita Epoch Times 1 Juli 2007 )

http://en.epochtimes.com/news/7-7-1/57149.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: