SEPUTAR CHINA


Invasi Tikus Bisa Sebarkan Wabah Penyakit

Posted in Bencana oleh Seputar China pada Juli 16, 2007

Pembantaian tikus menghasilkan 100 ton tikus mati dalam waktu delapan hari di Danau Donting, China pada 10 Juli 2007 lalu. Hal ini menimbulkan kekuatiran akan munculnya wabah penyakit baru.

Erabaru.or.id – Banjir besar dari Sungai Yangtze telah menyebabkan peningkatan level air di Danau Donting – Danau air tawar terbesar kedua di China –  dan membuat jutaan tikus dari pulau di danau itu lari ke habitat manusia. Dua orang ahli dalam pemerintahan setempat memperingatkan ini adalah pertanda lingkungan China yang memburuk dan bisa menyebabkan wabah penyakit serius dalam hitungan hari. Distrik Datonghu di Kota Yiyang, sebuah area yang sangat serius diduduki tikus, melaporkan telah membantai sekitar 100 ton tikus sawah hanya dalam waktu delapan hari. Penduduk telah mengumpulkan lebih dari sepuluh truk tikus untuk dikuburkan. 

Menurut Voice of America (VOA), Wang Guoping, wakil sekretaris Asosiasi Lingkungan Hidup Provinsi Hunan, mengatakan salah satu alasan peningkatan jumlah tikus secara dramatis adalah banyak berkurangnya pemangsa alami tikus seperti ular dan burung pemangsa. Populasi lokal di Hunan memakan ular sebagai makanan, dan meskipun sudah ada hukum perlindungan, mereka terus menangkap ular liar untuk dekorasi dan barang seni.  

Alasan lain untuk degradasi ekosistem di area Hunan adalah pengurangan sumber air. Area Pantai terbuka dan pulau-pulau di danau adalah tempat ternak yang sempurna untuk tikus sawah. “Di masa lalu, area Danau Dongting lebih luas. Sekarang tidak seperti itu,” kata Wang, “Penyerbuan Tikus adalah pertanda serius dari lingkungan yang merosot. Pemerintah perlu mengambil langkah untuk menangani hal ini.” 

Untungnya hingga kini belum ada wabah penyakit berhubungan dengan penyerbuan tikus ini. Menurut laporan oleh Profesor Guo Shouheng dan para ahli lainnya dari Pusat Penanganan Penyakit Hunan (CDC) yang mempelajari penyakit yang disebabkan oeh tikus, “Hingga kini belum ada penyakit tikus disini. Tapi sejumlah besar penyakit terbawa kesini oleh tikus bisa dengan mudah masuk kedalam sistem perairan. Jika manusia bersentuhan dengan air yang terkontaminasi, sangat mungkin mereka akan terinfeksi dengan penyakit tersebut.

Kami khawatir dalam beberapa hari para petani akan memanen hasil ladang mereka dan akan berhubungan dekat dengan air yang terkontaminasi.” Desa Binhun di Kabupaten Yueyang adalah kota lainnya yang mengalami penyerbuan tikus pada waktu yang lalu. Desa Binhu menderita kerugian hasil panen sekitar 130,000 dolar Amerika, menurut Sekertaris Desa Xu Hongbin. Populasi manusia di desa telah menurun dari 1300 menjadi 800 jiwa sepuluh tahun yang lalu.  

Pada bulan Juni tahun ini, penduduk menggunakan 6000 pon beras bercampur racun tikus untuk mengurasi populasi tikus, hingga kini, hal ini adalah satu-satunya metode efektif untuk memperlambat invasi tikus. Tetapi, menurut Xu, juga ada lebih dari ribuan kucing dan ratusan anjing yang mati karena tidak sengaja memakan padi-padian yang diracuni. Dalam kurun waktu 20 tahun yang lampau telah terjadi lima kali penyerbuan tikus, terakhir terjadi pada tahun 2005. 

http://en.epochtimes.com/news/7-7-13/57592.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: