SEPUTAR CHINA


Beijing Mengawasi LSM Asing Sebelum Olimpiade 2008

Posted in Uncategorized oleh Seputar China pada Juli 31, 2007

Terkait dengan Pesta Olahraga Olimpiade Beijing 2008, agen intelijen China telah meningkatkan upaya untuk mengumpulkan informasi mengenai orang asing yang mungkin melakukan demonstrasi, guna mencegah hal yang dapat mencuri perhatian atas pesta olah raga dunia itu.

Ahli keamanan dan konsultan yang menguasai operasi ini telah menyatakan bahwa agen China yang bertanggung jawab atas pelaksanaan intelijen dan kelompok-kelompok peneliti kebijakan sedang dalam proses pengumpulan informasi mengenai organisasi-organisasi asing yang dianggap berpotensi mengancam ‘reputasi Beijing’, dan lingkupnya tidak dibatasi pada organisasi HAM yang telah lama mengkritik pemerintahan Beijing.

Organisasi yang menjadi target meliputi kelompok Kristen Katolik yang telah lama berharap untuk mengakhiri penindasan China terhadap kegiatan-kegiatan agama, para aktivis lingkungan yang geram terhadap pemanasan global yang makin memburuk, juga para aktivis yang menuntut agar Beijing menggunakan kekuasaannya dalam pembelian minyak dari Sudan untuk membantu mengakhiri krisis HAM di Darfur.

Ini benar-benar operasi pengumpulan informasi yang terluas terhadap “organsisasi-organisasi non pemerintah” yang menentang Beijing. Tujuan tentu saja untuk meniadakan kemungkinan demonstrasi dan kegiatan politik lainnya selama pertandingan Olimpiade Beijing. Dengan menjadi tuan rumah Olimpiade, digunakan oleh Beijing bukan saja untuk mendorong popularitas domestik kepemimpinan Partai Komunis China (PKC), tetapi juga ingin memperbaiki citranya di dunia internasional.

Seseorang yang bekerja sebagai panitia penyelenggara Olimpiade Beijing yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, “Panitia penyelenggara prihatin terhadap segala potensi kegiatan demonstrasi, termasuk kegiatan anti-Amerika.” Ia menambahkan, “PKC ingin tahu LSM kategori mana saja yang akan datang ke Beijing dan apa kemungkinan rencana mereka.”

Lingkup operasi pengawasan yang dilakukan oleh Beijing kali ini jauh lebih luas dibanding sebelumnya, dan kebanyakan kegiatan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi asing ini adalah legal di sebagian besar negara di seluruh dunia.

Dalam pada itu, operasi pengawasan itu mungkin juga menimbulkan beberapa resiko terhadap Beijing. Sumber informasi telah mengindikasikan bahwa rejim Komunis China sedang berencana untuk menindas kegiatan demonstrasi dengan menolak permohonan visa dan meningkatkan kekuatan kepolisian. Bagaimanapun juga, ini bisa mendorong liputan berita negatif yang membuat Komite Olimpiade Internasional dan perusahaan-perusahaan sponsor gelisah.

Scott Kronick, Presiden Hubungan Publik Global Ogilvy (Ogilvy Public Relations Worldwide), China, menyatakan bahwa ketika dikonsultasikan oleh seorang pejabat Panitia Penyelenggara Olimpiade Beijing mengenai kemungkinan untuk menghadapi protes terhadap obor estafet, apa yang sebenarnya ada di benaknya adalah bagaimana pemerintah akan menghadapi demonstrasi itu.

Kronick menunjukkan, “Menurut saya setiap orang harus mengerti bahwa bahkan kelompok pemrotes akan melakukan hal ini. Apa yang harus anda khawatirkan adalah bagaimana anda dapat bereaksi terhadap hal itu dan bagaimana anda akan berekasi terhadap hal itu.” Di antara klien-klien Kronick salah satunya adalah Adidas.

Baik Kementrian Keamanan Publik, yang mengawasi Departemen Kepolisian China, maupun panitia penyelenggara Olimpiade Beijing menolak untuk memberikan komentar atas masalah ini, dan nomor telepon Kementrian Keamanan Publik, yang mana merupakan agen intelijen terkemuka di China, dan Kantor Informasi Dewan Negara juga dirahasiakan.

http://en.epochtimes.com/news/7-7-26/58071.htm

Hambatan Psikologis Untuk Melepaskan Diri dari Kebudayaan Partai Komunis

Posted in Uncategorized oleh Seputar China pada Juli 31, 2007

Oleh Yang Jingduan

Bekerja sama dengan Broad Press Inc dan Surat Kabar The Epoch Times, Chinese Consolidated Benovolent Association menggelar seminar “Melepaskan Diri dari Kebudayaan Partai”di New York tiga bulan lalu. Pidato yang menarik dibawakan oleh tamu khusus Hu Ping, kepala editor Beijing Spring Li Tianxiao, serta menampilkan komentator politik NTDTV, kritikus politik dan ekonom Chen Pokong, dan Ahli Psikologi Yang Jingduan Berikut adalah pidato yang dibawakan oleh Yang Jingduan:

Secara pribadi, saya tidak tahu banyak mengenai politik. Akan tetapi, saya merasa bahwa saya datang ke seminar hari ini karena saya merasa bahwa hal ini sangatlah penting. Dewasa ini, ketika saya berbicara dengan teman saya, sering kali mereka akan mengatakan bahwa Partai Komunis China (PKC) sedang berjalan menuju jurang kemusnahan, tidak ada seorangpun yang masih mempercayai komunis. Budaya partai menjadi kurang jelas.

Saya mulai berpikir mengenai masalah ini dan mulai menyelidikinya. Baru-baru ini saya mendapatkan sebuah fenomena: Di China – bagaimanapun PKC berbicara mengenai diri mereka sendiri, orang-orang akan mengacuhkannya. Apa yang terjadi sekarang? PKC belajar untuk lebih “pintar” dan membentuk budaya mereka menjadi sesuatu yang lebih tradisional. PKC telah membuat pertunjukkan dalam bentuk tradisional dan berencana untuk mendirikan Institusi Konfusius di seluruh dunia.

Orang-orang akan berpikir: Mengapa tidak ada satupun Institusi Konfusius di dalam China? Karena tujuan Partai adalah secara diam-diam mengekspor budaya partai ke seluruh dunia atas nama Konfusius. Ini adalah sesuatu yang harus kita waspadai.

PKC Menghilangkan Kebudayaan Tradisional China dari Pikiran Rakyatnya.

Pada usia saya yang ke-21, saya dikirim oleh PKC untuk bersekolah di Australia selama tiga bulan. Ada seorang pelajar di Institusi Kesehatan dimana saya memperdalam ilmu dan dia mengetahui bahwa saya berasal dari China. Setelah dia mengetahuinya, dia bertanya kepada saya, “Mari kita berdiskusi tentang Tao Te Ching.” Saya sangat malu. Apa itu Tao Te Ching? Bagaimana saya dapat mengetahui tentang Tao Te Ching?

Ini mengambarkan kepada anda bahwa pendidikan yang telah kami terima, hal terpenting dan terutama yang telah hilang, adalah kebudayaan tradisional China; kami benar-benar diputuskan dari kebudayaan tradisional China. Hanya dengan menggunakan metode ini, PKC baru dapat memaksakan benda-bendanya, budaya barat Marxisme-Leninisme, dan kekerasan kebudayaan PKC dalam otak kami.

Akan tetapi, taktik ini sekarang tidak dapat digunakan lagi. Maka PKC mulai bergerak dan menyerang kebudayaan tradisional China asli dengan segala cara dan segala biaya. Mengapa? Karena PKC tidak akan mengizinkan siapapun untuk menggantikan kebudayaan beracun mereka. Dan hal ini menjelaskan mengapa PKC menyerang tanpa ampun kepada semua kelompok yang berhubungan dengan kebudayan tradisional China, menyerang lebih gencar daripada apapun dalam sejarah.

Jika anda berbicara dengan berbagai pejabat Amerika Serikat, termasuk mereka yang berasal dari Departemen Negara atau kalayak bisnis yang memiliki hubungan perdagangan dengan China, mereka akan mengatakan kepada anda, bahwa tidak peduli apapun yang anda kerjakan di China, apakah itu bisnis, atau politik, atau diplomasi, hanya ada satu subjek yang tabu: Falun Gong, yang dianggap sebagai musuh nomor satu di China. Mengapa? Alasan paling dasar yaitu Falun Gong berakar dari kebudayaan tradisional China dan PKC sangat menyadarinya.

Menurut logika PKC, jika kebudayan tradisional China dikembalikan, maka setiap orang akan berlatih Sejati, Baik dan Sabar. Dengan demikian siapa yang akan berbohong dan melakukan aksi kekerasan untuk partai? Berdasarkan hal ini, PKC menganggap pengembalian kebudayan tradisional China sebagai ancaman terbesar. Dan hal ini menyebabkan mereka menyerang semua kelompok yang mempromosikan kebudayaan tradisional China dengan segala cara dan segala biaya, meskipun tindakan tersebut kadang kala menjadi sangat ekstrim.

Kebudayaan Apa yang Berlaku di China Saat ini?
Saya menonton wawancara dengan Zhang Yihe di Televisi kemarin, Zhang Yihe adalah anak perempuan Zhang Bojun, dan pengarang tiga buku yang dilarang di China. Dia menyebutkan mengenai tiga trend berbeda. Apa yang dia katakan tentang budaya China sekarang? Pertama-tama, dia berkata bahwa itu adalah Budaya Kenikmatan. Tidak ada apapun yang lebih penting dari kenikmatan. Anda dapat menikmati segala pelayanan apapun: cuci rambut, cuci muka, pijat kaki dan karaoke. Hiburan dan kegembiraan sensual adalah pusat dari budaya nikmat China.

Dia berkata bahwa budaya belanja adalah trend kedua. Dua hal yang terlihat nyata ketika anda mengamati pusat perbelanjaan di China. Hanya dengan melihat barang-barang yang di-obral; orang-orang berlomba-lomba untuk berbelanja. Bahkan kue bulan dapat dijual dengan harga puluhan ribu yuan. Jenis budaya macam apakah ini? Apakah berlomba-lomba kekayaan? Tidak. Ini adalah distorsi kebudayaan. Spiritual manusia tidak dapat diekspresikan, sebagai hasilnya mereka telah membangun “budaya belanja”

Akhirnya, dia menuliskan mengenai trend ketiga, mengosongkan beberapa bagian dan tidak menjelaskan mengapa. Saya berpikir apakah beberapa bagian tersebut telah dihilangkan. Kemudian saya menulis sendiri beberapa karakter – budaya kemusnahan.

Pikirkanlah, negara sebesar itu dengan kekuatan militer di tangan orang-orang yang tidak perduli terhadap moralitas dan kehidupan, apakah negara ini dan bangsa ini tidak akan runtuh? Bukan hanya runtuh, tapi akan membawa seluruh dunia dalam keruntuhannya.
Hambatan Psikologis Melepaskan diri dari PKC

Apa hambatan yang kita hadapi dalam proses melepaskan diri dari PKC? Hal ini sangat besar dengan berbagai tampilan yang berbeda. Bukan datang dari permukaan, tetapi dari dalam diri dan pikiran setiap rakyat China. Ketika kita mengatakan melepaskan diri dari PKC, bagaimana cara melepaskan diri?

Budaya adalah sesuatu yang abstrak, adalah manifestasi dari kualitas mental seseorang dan hal itu ada dalam pikiran setiap orang. Dengan demikian, melepaskan diri dari Budaya Partai adalah sesuatu yang sangat mendasar untuk menyelesaikan masalah psikologis. Apakah kekerasan hanya salah satu alasan mengapa PKC dapat bertahan meski Komunisme telah runtuh di belahan dunia lainnya? Tidak. PKC adalah ahli dalam menyerang hati, dan mengakibatkan efek psikologis yang merusak, merubah dan mencuci otak manusia.

Saya akan mendiskusikan hal ini dari segi profesionalisme saya, dan hal ini akan memberikan kepada anda beberapa pemahaman baru ketika anda bertemu dengan beberapa orang dan menghadapi beberapa hal yang anda tidak mengerti.

Fenomena pertama: Kita mengetahui ada jenis orang yang menderita oleh pengalaman trauma sadis. Seberapa sadis? Hingga ke batas dimana dia merasa hidupnya terancam. Setelah kejadian seperti itu, orang ini akan selalu dibayang-bayangi oleh ketakutan. Setelah berada dalam kondisi tersebut selama waktu yang lama, segala sesuatu yang berkaitan dan mengingatkan orang ini akan membuatnya sangat tidak nyaman.

Seperti yang dikatakan oleh Hu Ping, orang-orang memiliki kecenderungan untuk melarikan diri. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa hal tersebut sangat berbahaya. Mengapa PKC selalu memulai dengan gerakan politik? Tujuan utamanya adalah untuk berulang-ulang membuat massa rakyat mengalami trauma dan ketakutan seperti itu. Dengan cara ini, anda akan dikondisikan selalu menghindari dan mengabaikan topik ini.

Ketika menjauhkan diri dari masalah ini, masalah lain akan timbul: Manusia memiliki kesadaran, segala jenis penolakan adalah sangat menegangkan. Dengan demikian apa yang harus dilakukan? Mereka akan membuat otak mereka menjadi baal. Orang dalam situasi seperti itu akan menyelubungi diri mereka sendiri, dan menolak apapun yang dia lihat dan dia dengar. Dia akan menolak apapun yang anda katakan kepadanya.

Katakanlah, seseorang datang berkunjung ke Amerika Serikat, dan diberikan brosur yang menyatakan seberapa jahatnya PKC, dan bagaimana PKC menindas Falun Gong, bagaimana Partai menindas umat Kristiani, dan bagaimana partai membantai aktivis demokrasi. Ini adalah sesuatu yang tidak ingin dia dengar, dan akan membuatnya tidak nyaman, dan membuat pikirannya menolak.

Apa yang harus dia lakukan jika dia menerimanya? Apa yang seharusnya dia lakukan sekembalinya ke China? Dalam situasi seperti itu, dia akan mengatakan bahwa apapun yang anda katakan adalah salah, sehingga dia dapat tetap tidur dengan nyenyak. Jika dia mempercayai anda, apa yang akan dia lakukan setelah kembali ke China? Setiap orang memiliki kesadaran. Ini apa yang kita sebut sebagai “recognition schizoid syndrome” dalam ilmu psikologi. Ini adalah fenomena lainnya.

Fenomena ketiga adalah benar-benar kehilangan harapan terhadap sekelompok orang. Peneliti dalam ilmu psikologi telah melakukan beberapa penelitian yang menjelaskan mengenai sindrom ini: Tikus percobaan ditaruh dalam kandang, dan secara terus menerus diberikan kejutan aliran listrik.

Pada awalnya tikus itu akan berlari mengelilingi kandang, berusaha untuk mencari jalan keluar. Ini akan berlangsung selama beberapa saat, ketika tikus tersebut menyadari bahwa tidak ada jalan keluar dari kandang tersebut, maka dia akan berhenti berlari.

Setelah beberapa saat, bahkan ketika anda telah membuka pintu kandang tersebut, tikus tersebut akan terus duduk di sana ketika anda memberikan kejutan listrik, karena tikus tersebut telah yakin bahwa tidak ada gunanya bergerak. Ini adalah situasi serupa yang sedang terjadi di China sekarang ini.

Saat ini, PKC tidak lagi memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk menipu seperti yang sebelumnya telah dilakukan. Pintu kandang China telah dibuka, dan besar kemungkinan bagi rakyat China untuk mendapatkan kembali hak mereka dengan suatu perjuangan. Tetapi banyak dari mereka yang seperti tikus yang tidak bergerak tersebut, meyakini bahwa usaha tersebut akan sia-sia.

Tetapi seperti apa yang anda lihat dalam kasus Dr. Gao Yaoji, bahkan wanita tua berusia 80 tahun dapat melakukan tindakan tersebut. Apakah hal ini memungkinkan pada masa lalu? Tentu tidak. Dr. Gao Yaoji adalah tikus yang tidak dapat diyakini bahwa dia tidak dapat meloncat ke luar, dengan demikian dia mampu untuk meloncat ke luar. Di masa sekarang ini di China, jika kita percaya kita mampu, bahwa kita dapat meloncat keluar.

Sindrom Stockholm Rakyat China

Ada lagi satu fenomena: Seperti yang disebutkan oleh Hu Ping, anda dapat melakukan jajak pendapat dari beberapa orang . Mereka adalah orang berpendidikan tinggi dengan budaya berbalik. Segera setelah anda mengajukan pertanyaan kepada mereka, semua kepintaran mereka akan menguap ke udara, dan anda akan ditinggalkan dengan angka persentase tinggi dari sejumlah orang yang puas dengan PKC. Anda berpikir mereka berbohong? Tidak. Mereka benar-benar berterima kasih kepada rejim Komunis China.

Saya membaca sebuah artikel mengenai pejabat militer tingkat tinggi di China bernama Huang Kecheng. Dia menderita berbagai penyiksaan berat, tetapi pada akhirnya dia tetap mengatakan bahwa Mao adalah pria yang hebat, dan dia telah melakukan kesalahan terhadap orang hebat tersebut. Ada juga sebuah kasus, seorang penulis Ding Lin. Dia mengalami berbagai penderitaan dan kepahitan selama periode gerakan anti-kanan, tetapi dia akhirnya menjadi ekstrimis kiri dan secara fanatik mendukung rejim komunis setelah dibebaskan. Apakah anda berpikir bahwa dia gila? Tidak. Ini yang dinamakan sebagai “Sindrom Stockholm”
Apa yang dimaksud dengan Sindrom Stockholm? Ini pada dasarnya adalah fenomena yang cukup umum. Ketika hidup anda terancam secara keras, atau ketika anda telah ditipu, atau ketika anda telah diisolasi dari dunia luar, anda akan membentuk ikatan emosional aneh dengan orang yang telah mencederai anda.

Kenyataannya, saya juga memiliki ikatan emosional aneh dengan PKC ketika saya pertama datang ke Amerika Serikat. Pada saat saya mendengar seseorang mengkritik PKC, saya akan merasa sangat tidak senang dan mulai berargumentasi melawan kritik tersebut. Jika bukan karena pengalaman yang telah saya dapatkan dalam beberapa tahun ini, dan kesempatan untuk dapat melihat secara lebih objektif dalam permasalahan ini dalam suatu lingkungan yang lebih aman dimana hidup saya tidak dalam suatu ancaman, mungkin saya akan tetap berada dalam kondisi tersebut suatu hari. Ini adalah sesuatu yang sering kita hadapi.

Memahami Watak Hakiki Partai
Apa yang menjadi solusi atas semua ini? Setelah anda memiliki pemahaman yang jelas atas permasalahan ini, solusi akan menjadi sangat jelas. Pertama-tama, anda harus dapat mengetahui secara jelas watak hakiki kebudayaan partai—partai merusak hidup manusia, tidak menghargai hidup manusia; sangat jahat. Jika anda tidak memiliki pemahaman jelas atas Budaya partai, maka segala ramuan apapun adalah tidak nyata.

Mengapa kebijakan Amerika terhadap China tidak dapat terlaksana? Mengapa tidak ada kemajuan penyelesaian masalah Taiwan dengan China? Karena banyak orang yang lupa dengan siapa mereka berhubungan. Dalam pikiran mereka, seekor harimau yang memakai pakaian, menggunakan topi dan dasi, dan mulai berbicara mengenai hak asasi manusia, secara tiba-tiba terlihat sebagai vegetarian daripada karnivora. Hal ini tidak mungkin terjadi. Kita harus jelas dalam pikiran kita.

Kedua, kita secara tanpa lelah harus menjelaskan kebenaran kepada orang-orang dan memberikan dukungan kita kepada mereka, atas kesulitan yang mereka hadapi. Hal inilah yang menyebabkan saya sangat kagum atas kepintaran Kampanye Pengunduran. Pikirkan baik-baik: Di China, keluar dari partai dapat menyebabkan anda kehilangan pekerjaan anda, dan bahkan hidup anda.

Dengan munculnya Kampanye Pengunduran, telah memberikan kesempatan kepada pikiran kita untuk melepaskan diri dari Partai bahkan dengan nama samaran. Ini adalah kunci penting, karena begitu pikiran anda berubah, pola pikir berganti, dengan demikian persepsi terhadap segalanya akan berubah sejalan dengan itu.

Mulai dari sekarang, jangan takut akan tampilan PKC yang seberapa kuat dan besar pada saat ini. Sangat kritikal bagi anda untuk melepaskan diri dari Budaya Partai dalam pikiran anda, hati anda dan jiwa anda. Dengan demikian setiap orang disini saat ini dapat menjadi bagian dari Pelepasan dari Budaya Partai.
http://en.epochtimes.com/news/7-5-7/54986.html

Kebijakan Untuk Mengontrol Media China

Posted in Pers oleh Seputar China pada Juli 25, 2007

Oleh Xiao Fan
Khusus untuk The Epoch Times 1 Juli 2007

lapak media china

Masyarakat Shanghai melewati lapak penjual koran. Kritikus mengingatkan bahwa sensor media di China adalah tidak sebanding dengan pertumbuhan pasar ekonomi. Akan tetapi, sensor dan propaganda sangat diperlukan bagi partai komunis yang berkuasa
(Mark Ralston/AFP/Getty Images)

Erabaru.or.id – Xiao Fan merupakan jurnalis radio Beijing mulai dari tahun 1975 hingga tahun 1988. Berikut ini adalah pidato yang diberikan pada saat Forum Sembilan Komentar di Melbourne, Australia pada bulan Juni 2007 lalu. Pidatonya memberikan gambaran bagaimana Partai Komunis China (PKC) melakukan pengontrolan terhadap media.

Ketika orang-orang menyebutkan mengenai Kantor Berita China Xinhua, mereka akan mengatakan “Tidak ada suatu yang benar kecuali tanggalnya.” Ketika orang-orang membicarakan mengenai stasiun televisi China (China Central TV/CCTV) mereka akan mengatakan “Tidak ada yang benar kecuali ’Dunia Binatang’”. Orang China telah terbiasa dengan berita-berita bohong. Bahkan beberapa orang diantaranya menggambarkan kantor berita China sebagai anjing penjaga partai. Suatu lagu rakyat menggambarkan: “Itu adalah anjing yang dipelihara oleh Partai, menjaga gerbang Partai. Akan menggigit siapapun yang diinginkan partai, dan menggigit sebanyak yang diinginkan partai.”

Hari ini, saya akan berbicara mengenai bagaimana PKC mengontrol media dan apakah PKC dapat dipercaya atau tidak

I. Media China adalah Corong Partai dan Pemerintah

Di China, media dikontrol sangat ketat oleh PKC. Pada hari pertama saya bekerja di Radio Beijing saya diberi arahan: “Radio kita adalah corong partai dan pemerintah, dengan demikian berfungsi untuk menyampaikan kebijakan partai dan pemerintah. Kita harus mengikuti jalur partai.” Koran dan stasiun televisi juga sama – mereka adalah alat propaganda partai dan pemerintah.

Sekarang mari kita lihat bagaimana sistem kerjanya. Ketika suatu kejadian penting terjadi di China, seperti Pembantaian 4 Juli 1989, atau apapun yang terjadi di dunia – sebagai contohnya Perang Irak – kita akan diberi arahan oleh kementerian propaganda partai atau bahkan pejabat dengan tingkat yang lebih tinggi dan mereka akan menentukan nada apa dan bagaimana kita harus melaporkan isu ini. Semua media tanpa terkecuali diharapkan untuk “berbicara dengan nada yang sama”.

Sebagai contoh, 5 April 1976, masyarakat Beijing pergi ke Tiananmen, berkabung atas kematian Perdana Menteri Zhou Enlai tetapi pihak penguasa tidak suka rakyatnya berkabung untuk pemimpinnya, dan memerintahkan pembubaran dengan paksa. Anggota politbiro Yao Wenyuan, yang bertanggung jawab dalam propaganda, datang ke biro administrasi penyiaran dan memberikan arahan. Dia menyatakan bahwa kelompok tersebut melakukan aktivitas anti-revolusi. Dengan demikian semua media yang berada di bawah pemerintahan pusat akan memberitakan sesuai dengan arahan tersebut. Ini adalah yang terjadi di tingkat pusat.

Sedangkan untuk media lokal, mereka tidak memiliki hak editorial untuk semua kejadian penting tersebut dan mereka hanya dapat mengambil berita dari Agen Berita Xinhua. Untuk kejadian penting di tingkat lokal, media mengikuti arahan dari departemen propaganda dari organisasi partai setempat. Media-media tersebut hanya memiliki satu kebijakan editorial yaitu mendeklarasikan bagaimana bagusnya, bagaimana megahnya dan bagaimana partai itu selalu benar. Kadang kala ketika pemerintah atau partai ternyata salah, rakyat secara sederhana hanya akan diberitahukan untuk memiliki kepercayaan terhadap partai dan pemerintah.

Apa yang rakyatnya baca, dengar dan lihat adalah ditentukan oleh partai dan pemerintah. Ketika jenis pencucian otak seperti ini berlangsung setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun, orang-orang menjadi terbiasa dengannya dan berasumsi bahwa apa yang mereka lihat, dengar dan baca adalah suatu kebenaran. Bahkan ketika anda dituduh bersalah, dipenjara dan dimasukkan ke dalam kamp kerja paksa, anda dan keluarga anda masih harus berterima kasih kepada PKC atas kemurahan hati mereka ketika anda dibebaskan.

II. Menggunakan Segala Cara untuk Memblokade Arus Informasi dari Luar

Untuk memastikan kebohongan mereka tidak terungkapkan, PKC selalu berusaha memutuskan semua hubungan dengan dunia luar. Pada masa dimana internet masih belum ada, PKC akan mengacaukan siaran BBC, VOA dan stasiun radio Taiwan, dan men-cap radio tersebut sebagai radio musuh. Siapapun yang kedapatan mendengarkan stasiun radio tersebut akan dihukum.

Pada musim panas tahun 1978, saya pulang ke Shanghai ke rumah orangtua saya. Suatu hari, saya memutar radio dan mendengarkan siaran bahasa Inggris Radio Beijing. Karena kondisi di dalam rumah sangat panas, saya mengeraskan suara radio sehingga dapat terdengar dari luar rumah. Tidak lama setelahnya, seorang wanita dari komite masyarakat datang. Dia tidak dapat mengerti bahasa Inggris sehingga dia mengira saya sedang mendengarkan siaran radio dari luar. Dia mulai bertanya kepada saya isi siaran tersebut. Saya kemudian menjelaskan bahwa siaran tersebut adalah siaran dari stasiun radio KITA, dia tidak yakin. Hanya ketika musik “Timur adalah Merah (East Is Red)” terdengar dari program tersebut, dia baru puas dan kemudian pergi.

Ketika jaman internet dan satelit TV muncul, orang-orang di luar China mengira bahwa rakyat China sekarang ini telah dapat mengakses informasi secara bebas. Mereka ternyata salah. PKC menyaring isi internet dengan apa yang mereka katakan sebagai firewall “Perisai Emas” yang menyensor semua kata-kata yang dianggap “sensitif”. Memasang parabola di China juga illegal. Denda sebesar 5000 yuan untuk perorangan dan 50000 yuan untuk organisasi yang kedapatan memasang parabola. Dengan tanpa adanya alternatif, orang-orang akan terus membaca apa yang partai ijinkan mereka untuk baca di Internet dan akan terus menonton CCTV.

III. Efektivitas Propaganda Pencucian Otak

Saya pikir banyak dari kita yang masih teringat akan peristiwa Pembantaian Lapangan Tiananmen 4 Juli 1989. Saya sedang bekerja di Radio Australia pada saat itu sehingga saya tidak memiliki kualifikasi untuk berbicara banyak atas peristiwa pembantaian tersebut. Saya hanya ingin mengingatkan anda bagaimana efektifnya propaganda pencucian otak jenis ini. Kami menerima ribuan surat dari China. Semua surat dari Beijing menggambarkan pembantaian yang mereka lihat atau alami. Para pendengar semua menuduh PKC dan pemerintah telah membunuh rakyatnya sendiri dengan senjata dan tank.

Beberapa pendengar menggambarkan secara gamblang bagaimana orang-orang ditembak mati di depan mereka. Fakta lain yaitu Wakil Direktur Radio Beijing Departemen Rusia juga tertembak mati dalam perjalanannya pulang ke rumah. Akan tetapi, pendengar di China, percaya akan berita versi media China, yang menyatakan tidak ada seorangpun yang terbunuh dan dalam suratnya mereka melampirkan banyak surat kabar lokal yang menuduh adanya kerusuhan anti revolusi dan yang menyatakan bahwa para mahasiswa telah menyerang tentara.

Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana PKC memanipulasi berita. Ketika isu SARS merebak di China, media di sana menyembunyikan faktanya selama beberapa lama, dan ketika situasi tidak dapat dibendung lagi, media baru mengakui adanya epidemi. Strategi kemudian dirubah menjadi pemberitaan bagaimana partai dan pemerintah sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat, dan dibawah kepemimpinan langsung dari Partai, SARS kemudian dapat dikontrol dan akhirnya tidak ada lagi.

Dalam kampanye untuk memusnahkan Falun Gong, PKC telah memobilisasi semua media dan membombardir rakyat China dengan berita-berita bohong untuk memfitnah Falun Gong dan menakut-nakuti rakyat, sehingga mereka akan menjauhi praktisi Falun Gong, dan hal lain yang dilakukannya adalah dengan membakar semua buku-buku dan materi yang berkaitan dengan Falun Gong, dengan demikian orang-orang tidak dapat memeriksa apakah yang dikatakan oleh media tersebut adalah benar atau salah. Dengan tidak adanya sumber informasi lain, banyak orang yang mempercayai apa yang dikatakan oleh media.

Kunjungan Pemimpin Spiritual Tibet Dalai Lama baru-baru ini ke Australia mengingatkan saya pada pengalaman saya sebelumnya. Ketika pertama kali saya datang ke Australia pada 1988, saya berbicara dengan salah satu tetangga saya. Dalam pembicaraan kami, dia menyebutkan mengenai tentara dan polisi China yang memukul para penduduk Tibet. Tanpa ragu-ragu dan tanpa berpikir saya berkata: “Tidak, itu tidak benar”. Setelah dia mengundang saya masuk ke rumahnya dan menunjukkan rekaman dari televisi luar negeri, saya baru merasa yakin bahwa itu adalah benar. Di China, PKC selalu menggambarkan Dalai Lama sebagai tokoh separatis yang berusaha untuk memisahkan diri dari China. Dengan kata lain, adalah orang jahat. Sedangkan media China akan memberitahukan kepada rakyat bagaimana PKC memerintah Tibet dengan baik dan bagaimana Tentara Merah memperlakukan rakyat Tibet dengan baik. Rakyat China sama sekali tidak tahu bagaimana populernya Pemimpin Spiritual tersebut di seluruh dunia dan rasa keadilannya.

IV. Media PKC Selalu Menagungkan Sistem Sosialis diatas Sistem Kapitalis yang Rusak, Korup dan Menuju Kemusnahan. Sistem Sosialis akan Menang dari Sistem Kapitalis.

Saya dilahirkan setelah PKC merebut kekuasaan di tahun 1949 dan saya dicuci otak oleh ‘sistem pendidikan’ yang saya terima dalam masa pertumbuhan saya. Dengan demikian saya selalu percaya bahwa apa yang saya pelajari adalah benar dan saya tidak pernah meragukan apa yang dikatakan oleh PKC.

Setelah Revolusi Kebudayaan, semua kaum intelektual termasuk guru dan murid berprestasi harus mengikuti sekolah pengkaderan untuk mendidik diri sendiri melalui kerja paksa. Pada tahun 1974, saya mengikuti sekolah pengkaderan di Kabupaten Fengyang, Provinsi Anhui. Kami tinggal di rumah petani. Saya sangat kaget melihat betapa miskinnya petani tersebut. Rumah tersebut adalah rumah lumpur. Di dalam rumah tidak ada perabotan seperti yang saya bayangkan. Hanya sebuah meja kecil dan tempat tidur buatan sendiri (rangka kayu dengan anyaman tali). Anak-anak berpakaian kumal, dan hidup dengan makan ubi. Mereka semua memiliki perut buncit karena kurang gizi.

Kami diberitahukan bahwa semua beras telah diserahkan kepada orang-orang kota. Jika mereka mampu makan nasi dengan daging sekali dalam setahun, telah dianggap sebagai tahun keberuntungan. Yang paling mengejutkan adalah selama tiga tahun bencana kelaparan (1959-1961), penduduk setempat harus makan kulit kayu dan rumput, ketika kulit kayu dan rumput telah menjadi langka, mereka harus makan tanah. Kemudian mereka mulai makan manusia. Jika saya tidak mendengarnya sendiri, saya akan sulit mempercayainya. PKC menyatakan bencana kelaparan tersebut sebagai bencana alam. Sekarang saya mengetahui bahwa cuaca pada saat tersebut tidaklah bermasalah. Bencana tersebut disebabkan oleh sifat tidak berperikemanusiaan, ideologi dan kebodohan pemerintah yang menyebabkan bencana kelaparan yang akhirnya memakan nyawa 40 juta orang.

V. Bagaimana Membohongi Orang dari Luar Negeri

Satu kejadian dalam kunjungan Nixon ke Shanghai pada tahun 1970an. Ini adalah kunjungan pejabat Amerika pertama di China setelah partai komunis merebut kekuasaan. Bersama dengan rombongan Nixon adalah sekelompok orang yang disebut sebagai ahli-ahli China. Untuk meninggalkan kesan bagus kepada tamu dari Amerika, sebuah kampanye besar diorganisir.

Seorang teman yang tinggal di distrik Huangpu, lokasi dimana Jalan Nanjing berada menceritakan kepada saya. Dia berkata bahwa komite masyarakat setempat memintanya untuk pergi ke Jalan Nanjing pada waktu dan tanggal yang telah ditentukan. Dia diminta untuk memakai pakaian terbaiknya dan berjalan di jalan yang telah ditentukan. Ketika Nixon tiba, akan melihat banyak sekali orang-orang terpelajar berjalan di sepanjang Jalan Nanjing yang terlihat makmur. Tentu saja ini memiliki tujuan politis. Toko yang akan dikunjungi Nixon juga telah menerima perintah dan telah mempersiapkan diri. Mereka telah menyiapkan satu set harga baru untuk setiap barang yang dijual di toko tersebut. Harga baru tersebut diturunkan dibanding harga aslinya. Penjaga toko diberitahukan bahwa jika musik tertentu dimainkan mereka harus menggantikan semua harga di toko tersebut dengan harga baru. Dengan cara ini, orang Amerika akan merasa batapa murahnya harga barang-barang di China. Kampanye ini merupakan kampanye rumit yang melibatkan ribuan orang dan memerlukan koordinasi dari banyak departemen. Akan tetapi, PKC mampu melakukannya dengan mudah.

Sekarang pikirkan, betapa mudahnya bagi PKC untuk merancang “Peristiwa Bakar Diri di Lapangan Tiananmen” atau membawa diplomat Amerika ke rumah sakit di Sujiatun dan “membuktikan” bahwa tidak ada pengambilan organ tubuh di tempat tersebut. Sangat mudah bagi mereka. Beberapa orang akan bertanya apakah yang saya katakan ini adalah benar. Sekarang saya akan memberitahukan kepada anda, saya secara pribadi pernah terlibat dalam salah satu kampanye penipuan seperti ini.

Tahun 1978 ketika seorang krew film dari NBC Network di Amerika datang untuk membuat film dokumenter tentang bagaimana sistem pendidikan China, saya bertugas sebagai penerjemah mereka. Dalam film tersebut, mereka meminta untuk mengambil gambar di pasar di Beijing. Kami, tuan rumah, menghubungi Pasar Dongsi memberitahukan mereka bahwa orang asing akan berkunjung ke sana untuk mengambil beberapa gambar dokumentasi dan meminta mereka untuk bersiap-siap. Saya menjelaskan, tuan rumah akan bertanggung jawab jika nama baik dari partai atau sosialis rusak. Pada hari tersebut, ketika tiba saya sendiri terkejut. Pasar yang biasa kosong tersebut penuh dengan barang. Ada ayam dan bebek hidup, ikan hidup, daging bersih, segala jenis sayuran dan produk kacang kedelai seperti tahu. Ketika film documenter tersebut diputar di Amerika, orang-orang akan berpikir kondisi inilah kondisi pasar di China, meski kenyatannya tidak.

Kita rakyat China memiliki pepatah: “Urusan dalam negeri yang memalukan jangan dipublikasi.” PKC mencatatnya dalam hati mereka dan membuat teori: “Jaga informasi dalam negeri agar jangan diketahui oleh orang luar atau dunia luar.” Pada saat itu saya tidak berpikir hal itu adalah tidak baik, tetapi saya berpikir merupakan tugas saya untuk berbuat sebaiknya agar partai kelihatan baik dan tidak kehilangan muka. Saya berpikir sangat penting untuk meninggalkan kesan yang baik tentang China bagi pendatang luar. Ketika partai dan pemerintah sedang dalam kesulitan, kita harus menolong untuk menipu “orang luar yang jahat.” Kata-kata ini sering sekali digunakan oleh PKC

VI. Apakah PKC Akan Runtuh ?

Banyak orang tidak percaya bahwa PKC akan segera runtuh. Saya masih ingat sebuah gambaran tentang PKC yang diungkapkan oleh mantan professor di Fakultas Ekonomi Universitas Monash, Yang Xiaokai. Ekonom yang terkenal itu dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa Partai Komunis adalah sesuatu yang sekarang ini sedang duduk diatas gundukan kayu kering dan China hanya perlu seorang Chen Sheng atau Wu Guang atau “partai politik baru” untuk menyalakan api dan memusnahkannya. Chen Sheng dan Wu Guang adalah pemimpin tentara yang melawan pemerintahan Qin setelah Kaisar Qin Shi Huang mangkat. Dia berkata bahwa hal terbaik yang dapat dilakukan oleh PKC adalah mengundurkan diri, dengan demikian masih dapat mempertahankan keberadaannya. Jika tidak, hidup dari anggota-anggotanya akan berada dalam bahaya jika terjadi penggulingan kekuasaan. Dia menggambarkan hal ini beberapa tahun yang lalu. Sekarang setelah dipublikasikannya buku Sembilan Komentar tentang Partai Komunis, semakin banyak orang telah mengetahui watak asli PKC dan mengundurkan diri dari PKC dan organisasi yang berafiliasi dengannya, seperti Liga Pemuda dan Pioner Muda. Trend ini telah membentuk sebuah momentum; dengan demikian saya sangat optimis bahwa PKC akan segera runtuh.

VII. Semua ini Ada Hubungannya Apa dengan Anda?

Anda mungkin akan bertanya apa hubungannya dengan Australia dan anda. Banyak orang melakukan investasi di China dan banyak orang membeli saham China dan produk China. Praktek bisnis korup di China telah menyebabkan kerugian finansial bagi investor asing. Pengalaman pribadi saya menyatakan baik Partai Komunis China maupun orang yang berkaitan dengannya tidak ada yang dapat dipercaya. Saya sangat berharap agar anda berpikir dua kali sebelum melakukan penanaman modal di China. Uang anda mungkin akan dipakai untuk menindas tahanan politik, akan digunakan untuk membangun atau membeli perlengkapan teknologi tinggi untuk meningkatkan kontrol terhadap internet, membangun persenjataan, membuat produk palsu barang-barang bermerek, atau akhirnya akan berakhir di account bank pribadi milik pejabat korup di luar negeri.

Hanya setelah keruntuhan PKC dan pengembalian kebudayaan tradisional China dan pendirian praktek bisnis dan financial yang tidak terselubung, anda baru dapat melakukan bisnis dengan China dan yakin bahwa produk dari China telah melewati standar control kualitas. Mari kita semua lihat ke masa depan dan berharap hal ini akan datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

http://en.epochtimes.com/news/7-7-1/57122.html

Tekanan Internasional Memaksa Ketentuan Transplantasi

Posted in Uncategorized oleh Seputar China pada Juli 20, 2007

Oleh Wen Hua, The Epoch Times 9 Juli 2007

Erabaru.or.id – Pada 3 Juli 2007, tiga hari setelah Peraturan Transplantasi Organ Manusia diberlakukan, Kementerian Kesehatan China mengeluarkan Ketentuan Permohonan Transplantasi Organ dari Orang Asing. Ketentuan ini menekankan bahwa permohonan orang asing untuk transplantasi organ harus disetujui oleh Kementerian Kesehatan.

Isyarat ini, seperti yang dikomentari oleh para kritikus, adalah sebuah respon dari penguasa China terhadap tekanan yang meningkat dari luar negeri yang menuntut agar “Pesta Olahraga Olimpiade dan kejahatan terhadap kemanusiaan tidak boleh terjadi secara bersamaan di China.” Belum jelas apakah peraturan ini akan diterapkan lebih lanjut, seperti kata komentar tersebut.

Menurut Kantor Berita Xinhua, ketentuan itu menyatakan bahwa unit-unit medis dan para personilnya tidak boleh melakukan transplantasi organ untuk orang asing yang datang ke China sebagai wisatawan. Unit-unit medis, yang akan melakukan transplantasi organ untuk penduduk asing, harus melapor ke departemen kesehatan provinsi dan memperoleh persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

Organ yang disumbangkan di China akan disediakan secara khusus untuk warganegara China juga untuk penduduk Hong Kong, Macau, dan Taiwan. Untuk para pasien dari ketiga tempat ini, unit-unit medis masih harus melapor kepada departemen kesehatan provinsi lebih dahulu sebelum pembedahan.

Ketentuan tersebut juga menyatakan bahwa unit-unit medis tidak boleh mengeluarkan iklan transplantasi organ dalam bentuk apapun selain yang dinyatakan di dalam Peraturan Periklanan Medis.

Respon Dangkal
Beberapa komentator menyatakan bahwa pengumuman yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan China adalah suatu respon yang dangkal dan pasif terhadap tekanan internasional. Sejak terungkapnya pengambilan organ, PKC telah mencoba menutupinya. Sebagai contoh, setelah pengungkapan peristiwa Sujiatun, PKC menunda penyelidikan selama tiga minggu dan menunggu sampai mereka menghilangkan dan menghancurkan semua bukti sebelum mengirimkan “undangan” untuk para penyelidik.

Penguasa China selalu menyangkal menggunakan organ dari para tahanan yang dieksekusi. Mereka hanya dengan pasif mengakui bahwa berbagai tingkat dari rumah sakit lokal telah menggunakan organ “yang disumbangkan” dari “sukarelawan” sebelum dieksekusi, yang mana hal ini tidak dapat menjelaskan puluhan ribu transplantasi organ telah dilakukan di China setiap tahunnya. Ini adalah alasan mereka untuk menyangkal dugaan-dugaan pengambilan organ dari para praktisi Falun Gong yang masih hidup.

Kini, para penyelidik telah memperoleh banyak materi dari tangan pertama. Sebagai contoh, para orang asing, yang sekarang tengah menerima perawatan pasca-transplantasi di negaranya masing-masing, telah mengungkapkan transplantasi yang mereka terima di China. Oleh karena itu PKC terpaksa secara diam-diam mengakui bahwa berbagai institusi medis lokal telah melakukan transplantasi untuk para tamu asing di masa lalu.

Para analis menyampaikan bahwa pengumuman dari Kementrian Kesehatan ini tidak hanya secara langsung membenarkan bahwa China telah menjadi pemasok organ besar-besaran dalam tahun-tahun belakangan ini dan karenanya telah menarik banyak orang asing untuk melakukan operasi transplantasi organ di China, tetapi juga memindahkan tanggung jawab kepada institusi medis lokal di berbagai tingkat, seakan-akan transplantasi ilegal ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah China.

Para analis percaya bahwa paling tidak dari persfektif legal, sekarang tidak ada lagi celah hukum bagi para pembunuh untuk mengambil keuntungan, dan bahwa mereka tidak ada bedanya dengan Nazi dalam mengontrol kamp-kamp konsentrasi di masa lampau. Bagaimanapun juga orang harus menunggu dan melihat apakah China benar-benar dapat mengakhiri kejahatan pengambilan organ tersebut.

http://en.epochtimes.com/news/7-7-9/57439.html

Obor Estafet Mengekspos ‘Olimpiade Berdarah’

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Juli 20, 2007

Sebuah obor Olimpiade alternatif akan diarak berkeliling dunia untuk mengekspos pelanggaran HAM yang terjadi di China menjelang Pertandingan Olimpiade di Beijing tahun depan. Acara yang diberi nama “Obor Estafet HAM Global” ini akan dimulai pada 9 Agustus nanti di Athena dan melintasi lebih dari 10 negara di Eropa, sebelum berakhir di Asia.

“Jika China diijinkan menjadi tuan rumah Olimpiade yang akan datang tanpa terlebih dulu harus mengakhiri korupsi moral pelanggaran HAM, khususnya penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, hal ini akan menjadi tuntutan yang menyedihkan terhadap standard moral dunia secara keseluruhan,” jelas Mr. John Dee, salah satu penyelenggara estafet tersebut.

Estafet yang didukung oleh sejumlah atlet Olimpiade terdahulu, bertujuan untuk memaksa Komite Olimpiade Internasional supaya melihat dengan serius pada piagam Olimpiade yang dirumuskan mereka sendiri, dan untuk membatalkan Pesta Olahraga tersebut di bawah keadaan buruknya kondisi HAM di China seperti yang terjadi sekarang ini. Estafet itu merupakan salah satu inisiatif yang tengah diambil untuk menarik perhatian terhadap berbagai keadaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh PKC selama ini.

“Pertandingan Olimpiade senantiasa menjadi lambang standar moralitas tinggi yang dibangun untuk memperjuangkan keharmonisan kekuatan fisik dan kekuatan spiritual manusia,” kata Mārtiņš Rubenis, pemenang medali perunggu Olimpiade Musim Dingin Latvia. Sebagai seorang atlet, ia mengaku tidak bisa lega dan puas jika dirinya berhasil memenangkan pertandingan dan berdiri di podium, yang dibangun di atas jiwa ribuan rakyat.

Pada bulan Maret lalu, artis Mia Farrow mengumumkan suatu kampanye untuk menghentikan dukungan China terhadap rejim Sudan, dimana sejauh ini telah membunuh lebih dari 400.000 orang di Darfur. Ms Farrow mengatakan bahwa Beijing memiliki posisi unik yang dapat menghentikan pembantaian itu, namun sejauh ini telah menolak untuk melakukannya.

http://en.epochtimes.com/news/7-7-8/57418.html

Mempertanyakan Kesepakatan RI-China Bela Negara Berkembang

Posted in Analisis oleh Seputar China pada Juli 20, 2007

Pernyataan Menlu China bahwa pemerintahnya akan membela Negara Berkembang patut dipertanyakan. Apalagi selama ini rejim komunis China justru sering memperkeruh suasana keamanan di negara-negara Dunia Ketiga dengan membela rejim-rejim otoritarian.

Belum lama ini pemerintah RI dan China telah sepakat meningkatkan koordinasi dan kerja sama bilateral membela kepentingan negara-negara berkembang, baik melalui forum regional maupun internasional.

“Dalam pembicaraan tadi, kami sepakat memperdalam kerja sama APEC dan ASEAN. Meningkatkan koordinasi dalam masalah regional dan internasional. Sebagai sesama negara besar, kami ingin membela kepentingan negara-negara berkembang,” ujar Menlu Cina Yang Jiechi. Hal tersebut disampaikannya usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jakarta (5/7/2007).

Pernyataan tersebut tentu bertolak belakang dengan realitas yang dilakukannya. Setahun lalu, Amnesty Internasional pernah melaporkan bahwa Beijing memperburuk perang dan membantu penindasan dengan menjual senjata serta perlengkapan militer ke negara-negara seperti Sudan, Birma, dan Nepal. Amnesty International mengatakan China adalah satu-satunya eksporter besar senjata yang tidak menandatangani persetujuan yang mengatur perdagangan senjata.

Amnesty menantang langkah Cina itu. “China menggambarkan praktek pemberian ijin ekport senjata sebagai ‘berhati hati dan bertanggung jawab’ namun dalam kenyataannya hal itu tidak benar,” jelas Helen Hughes, penulis laporan tersebut. Menurutnya, China adalah satu satunya eksportir senjata utama yang belum menandatangani perjanjian multilateral apapun dengan kriteria untuk mencegah eksport senjata digunakan dalam pelanggaran hak asasi manusia serius.

Laporan itu menyebutkan pada tahun 2005, Beijing mengapalkan 200 truk militer China ke Sudan dan negara itu juga membantu junta militer di Birma dengan senjata. Selama ini, China jarang memberikan komentar tentang eksport senjata, walaupun Cina adalah salah satu sekutu junta. Laporan itu juga menuduh Cina menjual senjata dan granat ke pasukan keamanan Nepal di saat terjadinya pemberontakan masal terhadap monarki oleh warga sipil.

Laporan itu menyebutkan eksport China bernilai lebih dari $1 milyar senjata setiap tahun, dan sering menukar senjata dengan bahan mentah untuk mendukung perekonomian negara itu. Untuk itu, Amnesty mendesak China merubah prakteknya saat ini dengan cara yang lebih transparan dan mendukung traktat perdagangan senjata internasional. “Kami menyerukan bagi Cina untuk menegakkan hukum dan komitmen mereka, dengan melarang semua transfer senjata ke tempat tempat yang mungkin digunakan untuk melanggar hak asasi,” kata Hughes.

Kenyataan tersebut menunjukan bahwa China bukanya membela negara berkembang dalam pengertian mendukung upaya perdamaian dunia, melainkan justru sebaliknya memperkeruh suasana. Dukungan rejim komunis China dalam kasus Darfur (Sudan) dan penolakannya terhadap resolusi PBB atas junta militer di Myanmar belum lama ini adalah buktinya.
(Diolah dari berita bbc dan detik.com)
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/06/060612_chinaarms.shtml
http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php

Antara Olimpiade Berlin dan Olimpiade Beijing

Posted in Analisis oleh Seputar China pada Juli 20, 2007

Pada musim panas tahun 1936, sebuah pertandingan Olimpiade sebagai suatu hal besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, diselenggarakan di Berlin, Jerman, di tengah-tengah seringai tersembunyi dari Nazi, dimana Adolf Hitler memberikan pidato pembukaan. Tiga tahun kemudian, fasis Jerman melakukan serangan kilat lewat Polandia, maka pecahlah Perang Dunia Kedua dan seluruh dunia terbenam dalam malapetaka. Ini merupakan sebuah tragedi dalam sejarah Olimpiade.

Di tahun 1930-an, tidak sedikit orang yang berpengetahuan, watak jahat Nazi telah nyata terlihat, namun tetap membiarkan suatu rejim yang menindas kemanusiaan menyelenggarakan Olimpiade. Pesta olah raga dunia yang penuh dengan semangat kemanusiaan diadakan oleh NAZI yang sedang menindas ribuan nyawa tak berdaya, sungguh bertentangan dengan semangat Olimpiade.

Pada saat itu, kekejaman Nazi telah diketahui meskipun ada retorika dan penyangkalan dari rejim itu. Hal ini merupakan perpaduan dari pandangan sempit, prasangka, menipu diri sendiri, mati rasa, daripada trik kebohongan Nazi, yang membawa bangsa-bangsa besar mengadopsi kebijaksanaan menjaga ‘ketenteraman’. Persetujuan pada kejahatan berarti berkolaborasi dengan srigala, dan gigitan srigala menjadi tidak terelakkan. Sehingga, ketika Perang Dunia Ke-II berakhir, komunitas internasional menyimpulkan bahwa perlindungan terhadap hak asasi manusia adalah dasar bagi perdamaian dunia, dan ancaman sebuah tirani pada suatu wilayah adalah ancaman bagi seluruh dunia. Mereka lalu mengikrarkan slogan “Never Again” bagi tragedi kemanusiaan ini untuk tidak terulang kembali. Ini adalah suatu pelajaran sejarah bagi umat manusia. Namun saat ini, sedang terulang kembali.

Suatu tinjauan ulang abad ke-20 mengindikasikan bahwa, dibandingkan fasisme Nazi, Gerakan Komunisme Internasional yang keji telah membawa lebih banyak kejahatan kemanusiaan yang mengerikan. Nazi lenyap begitu Perang Dunia Ke-II berakhir, tetapi Gerakan Komunisme Internasional pada suatu waktu tumbuh seperti rumput liar. Setelah mengakibatkan ratusan juta kematian, Partai Komunis China (PKC), perwujudan gerakan komunisme dan benteng terakhir mereka, memanfaatkan Olimpiade 2008 di Beijing untuk mempertahankan kekuasaannya dan memperdaya dunia.

Waktu sepertinya kembali lagi pada musim panas 1936. Genosida Nazi dengan horornya, masih kalahdibandingkan genosida yang dilakukan PKC. Semenjak PKC mengambil alih kekuasaan di Vhina pada 1949, mereka tidak pernah berhenti melancarkan gerakan-gerakan politiknya, yang mengakibatkan 80 juta rakyat China tewas. Gerakan yang terakhir adalah menindas Falun Gong, kaum minoritas, gereja bawah tanah, dan ikut mendukung genosida di Darfur dengan memasok senjata kesana, dan masih terus berlangsung hingga kini.

Hari ini, tepat tanggal 20 Juli, tepat 8 tahun sudah penindasan terhadap Falun Gong dilakukan oleh PKC dan telah menewaskan ribuan rakyat China yang berlatih Falun Gong. Tragedi-tragedi yang terjadi di kamp-kamp konsentrasi Nazi adalah begitu menakutkan bagi orang-orang masa kini sehingga mereka tidak berani, dan tidak ingin, mempercayai bahwa itu semua memang benar pernah terjadi, namun semuanya memang benar pernah terjadi. Saat ini, PKC juga melakukan hal yang sama, bahkan lebih buruk lagi, tidak hanya menyekap rakyatnya di kamp kamp konsentarasi dan membunuhnya– mengeruk uang melalui pengambilan organ tubuh dari para praktisi Falun Gong yang masih hidup, perbuatan jahat yang tidak pernah ada di planet bumi ini – secara nyata dan keras memukul jiwa semua dari mereka yang masih memiliki hati nurani.

Nilai terbesar dari berbagai tragedi dalam sejarah terletak pada potensinya untuk membantu menghindari pengulangan. Penyelenggaraan pertandingan Olimpiade 2008 di Beijing yang akan datang menimbulkan banyak pertanyaan-pertanyaan penting kepada komunitas internasional: apakah kita mau mengulangi tragedi yang sama di Berlin atau mau memilih masa depan yang lebih baik?

Oleh karena itu, masyarakat dunia yang peduli akan hal ini, tidak lagi diam atas penganiayaan yang dilakukan rejim komunis China, membangkitkan hati nurani mengadakan Obor Estafet HAM secara global, untuk mengekspos kejahatan kemanusiaan di Beijing yang dialami rakyatnya. Tujuannya tidak lain adalah agar PKC segera menghentikan penindasannya, menyelamatkan banyak nyawa di negeri itu. Obor ini mulai akan dinyalakan di Athena, Yunani dan akan berkeliling dunia, dan berakhir di Asia.

Yunani Siap Mengikuti Obor Estafet Demi HAM

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Juli 19, 2007

Dukungan terhadap rencana aksi obor estafet untuk hak asasi manusia yang digalang CIPFG semakin luas. Yunani memastikan akan mengikuti reli ini untuk memboikot Olimpiade Beijing 2008.

Martin Rubenis, atlet dari Latvia, pemegang medali perunggu untuk jenis perorangan pria pada Olimpiade Musim Dingin tahun 2006 dipastikan akan mewakili Eropa, membawa obor estafet untuk hak asasi manusia (HAM) tersebut. Perjalanan Obor Estafet di Eropa ini akan dimulai di Kota Athena – Yunani, tempat kelahiran pertandingan Olimpiade.

Demikian pengumuman yang disampaikan Koalisi Untuk Penyelidikan Penganiayaan Falun Gong Di China (CIPFG) Cabang Eropa saat menggelar konferensi pers dengan Foreign Journalists’ Club di Kota London pada 3 Juli 2007 lalu.

“Penganiayaan terhadap Falun Gong merupakan bencana kemanusiaan yang paling mengerikan di China saat ini. Pemerintah China telah berjanji untuk memperbaiki kondisi HAM, tetapi kenyataannya, itu hanyalah untuk mencuci tangan dan mengelabui masyarakat dunia. Penganiayaan HAM terus berlanjut, berarti Partai Komunis China telah kehilangan kredibilitasnya untuk menyelenggarakan Pertandingan Olimpiade tahun 2008. Kejahatan terhadap kemanusiaan tidak dapat hidup berdampingan dengan pertandingan Olimpiade di China,” tandas Baroness Caroline Cox, Ketua CIPFG Cabang Eropa, yang juga anggota majelis Kerajaan Inggris (House of Lords) dalam konfrensi pers tersebut.

Caroline Cox mengangkat kembali tiga permintaan CIPFG terhadap rejim Partai Komunis China (PKC) pada 13 Mei lalu di Amerika Utara, yakni: segera melepaskan semua praktisi Falun Gong yang dipenjara karena keyakinannya; hentikan penganiayaan terhadap teman-teman, para pendukung dan para pengacara pembela praktisi Falun Gong (diantaranya pengacara Gao Zhisheng, Li Hong); dan berkenaan dengan dugaan praktek pengambilan organ, memberikan akses penuh bagi tim investigasi independen dari seluruh dunia. Jika tidak ada tanggapan sampai 8 Agustus 2007, CIPFG akan bergabung dengan para pendukung boikot ‘Olimpiade Kejahatan Terhadap Kemanusiaan’ di seluruh dunia.

Para pembicara lain pada konferensi pers diantaranya: diplomat Inggris Lord Avery, Wakil Ketua CIPFG cabang Eropa Mr. John Dee, penyair asal Belanda Wilbert Stuifbergen, Dr. Charles Graves dari Perkumpulan Antar-Keyakinan Internasional di Swiss, dan wakil Koalisi Demokrat Inggris, Ms. Lucy King.

CIPFG terdiri dari sekitar tiga ratus orang-orang terkemuka dari seluruh penjuru dunia; terbagi menjadi empat cabang: Australia, Asia, Eropa dan Amerika Utara. Melalui penyelidikan atas dugaan bahwa PKC membunuh para praktisi Falun Gong untuk mengambil organ mereka sebagai sumber pendapatan, CIPFG bermaksud untuk menyingkapkan fakta-fakta tentang penganiayaan Falun Gong di China, menghentikan penganiayaan tersebut dan membawa para pelaku kejahatan kemanusiaan ke pengadilan internasional.

Obor Beranting HAM Sedunia diprakarsai oleh CIPFG. Melalui penerusan obor HAM secara estafet, CIPFG berniat menyingkap tirani dan kejahatan kemanusiaan PKC ke seluruh dunia. Obor Estafet menghimbau komunitas internasional agar menolak berubahnya pertandingan Olimpiade, dimana lambang perdamaian dunia menjadi “Pertandingan Pengambilan Organ Berdarah.”

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2007/7/7/158363.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/7/11/87587.html

Menggugah Kesadaran Lewat Reli Obor HAM

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Juli 17, 2007

 Obor Olimpiade adalah sebuah simbol dari Olimpiade, berbagai kelompok dari seluruh dunia telah meluncurkan Obor HAM Estafet bagi Hak Asasi Manusia, sebuah usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan kondisi pelanggaran HAM yang terjadi di China.

RFA (Radio Free Asia) melaporkan pada 11 Juli 2007, Obor HAM Estafet telah dicanangkan oleh CIPFG (Koalisi Penyelidikan Penindasan Terhadap Falun Gong), dan  mendapat dukungan dari sejumlah organisasi HAM di dunia seperti negara-negara Eropa, Amerika Utara, Asia, termasuk Hongkong dan Taiwan. The Nationwide Alignment Against Violence, yang didirikan oleh Partai Pembebasan dan Demokrasi China, menyebutkan bahwa organisasi ini akan mengusahakan sepenuhnya  untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran orang-orang akan kondisi pelanggaran HAM dan penindasan di China.

Presiden Partai Pembebasan dan Demokrasi China, Pan Qing, yang kini tinggal di Australia, menyebutkan bahwa mereka akan ambil bagian dalam kegiatan itu. ‘Alignment of Protecting Human Rights and Resisting Violence’ secara resmi mengekspreseikan posisinya, “Kami akan ambil bagian dalam Obor HAM Estafet sepanjang jalan, dan kami harap kegiatan ini dapat menarik perhatian setiap orang diseluruh dunia akan kondisi HAM di China.”

Yang Kaiwen, yang tinggal di Kanada, menyatakan bahwa sejak obor HAM estafet itu diluncurkan, banyak orang di China menyatakan dukungan mereka. “Pada mulanya, kami hanya ingin menyorot isu HAM di China melalui kegiatan di luar negeri. Namun kami sadar bahwa kegiatan ini telah membawa respons positif dari banyak orang di China, mereka ingin juga ambil bagian dalam Obor HAM estafet,” ujarnya.  Ms. Zhou dari Shanghai memberitahukan bahwa HAM seseorang di China tidak dapat dijamin.  Olimpiade akan menjadi tanpa arti dan bukanlah suatu kehormatan bagi orang-orang China. “Saya harap (obor HAM) dapat diestafetkan ke saya. Mari  bekerja keras agar banyak orang orang yang menginginkan HAM terwujud  dapat melihatnya,” tandasnya. 

Dari dalam negeri China, sekelompok petani yang tanahnya dirampas oleh pemerintah di Fujin, Prov. Heilongjiang, adalah yang pertama kali menyatakan sikapnya. Mereka menyatakan dirinya menginginkan HAM, bukan Olimpiade. Mereka menderita karena tanah mereka diambil tanpa ganti-rugi. Seorang petani, Mr. Li dari Fujin, mengatakan bahwa banyak petani menandatangani surat terbuka “Kami tak tertarik pada olimpiade. HAM kami telah dirampas, kami tak peduli lagi pada Olimpiade. Kami tak mau olimpiade, kami mau HAM”. 

Tang Boqiao, dari “China Peace” yang berpusat di NY, menyatakan bahwa bagi orang-orang China yang HAM-nya telah secara serius dilanggar, dapat dimengerti bahwa mereka hendak menekan para pejabat yang mengeruk keuntungan dalam Olimpiade. “Sebenarnya adalah suatu hal yang baik bahwa Olimpiade diadakan di China, namun masalahnya, rejim PKC telah berjanji pada organisasi-organisasi internasional dan IOC (Komite Olimpiade Internasional), untuk meningkatkan HAM. Telah 5–6 tahun berlalu sejak janji itu,  namun kondisi HAM tidak membaik di China, bahkan menjadi semakin buruk. Apabila para pejabat tidak berhenti menindas, maka warga dapat melindungi diri sendiri. Tidaklah salah untuk berharap dapat mengubah situasi, dalam cara yang damai, saya merasa cara ini patut dipuji.”

Lebih lanjut, Tang Boqiau mengungkapkan bahwa rejim PKC sangat gugup dan takut bila organisasi-organisasi internasional berinisiatif untuk memboikot Olimpiade Beijing. Saat ini, beberapa organisasi HAM termasuk Reporters Without Borders juga telah mulai bergabung dalam kegiatan sejenis. 

CIPFG, yang beranggotakan pengacara dan pekerja HAM dari berbagai negara, mengatakan bahwa titik star Obor HAM estafet akan dimulai dari Eropa, dan akan mengelilingi lima benua, melewati belasan negara, dan  setelah beberapa bulan akan berakhir di Asia. Rute dan jadwal Obor HAM akan diumumkan sebelum peluncuran resminya.  

http://minghui.ca/mh/articles/2007/7/13/158776.html

PKC Mengarahkan Asosiasi Pelajar di Luar Negeri

Posted in Politik oleh Seputar China pada Juli 17, 2007

Untuk mempengaruhi semua ‘Ahli China’ di Amerika, PKC mengerahkan asosiasi pelajar China. Ketua CSSA Universitas Columbia bahkan dibayar US$ 1500 per bulan oleh Konsulat China. 

Erabaru.or.id – Belakangan ini, mata-mata Partai Komunis China (PKC) di Asosiasi Mahasiswa dan Sarjana China (CSSA) Universitas New York semakin nyata. Mereka telah menggunakan propaganda untuk mendorong para mahasiswa Universitas New York memboikot “Kompetisi Tarian Tradisional China Sedunia” yang digelar oleh New Tang Dynasti Television (NTDTV). Perlu diketahui, sebelumnya mantan ketua CSSA dari berbagai universitas di Amerika Serikat mulai tampil berbicara dan menyajikan bukti-bukti bagaimana PKC mengontrol CSSA luar negeri dan menjadikan mereka sebagai agen mata-mata. Lebih jauh lagi, PKC telah menunjuk mata-mata wilayah Amerika Serikat untuk memperbesar wewenang politiknya dan menyulut fitnahan, sebagaimana juga untuk mensabotase masyarakat Amerika. 

Dalam wawancaranya dengan Epoch Times pada 28 Juni 2007, Tang Baiqiao, mantan pemimpin mahasiswa pada Gerakan Mahasiswa Tiananmen tahun 1989 dan Ketua Aliansi Perdamaian dan Demokrasi China, menunjukkan bahwa CSSA universitas di Amerika Serikat memiliki tugas penting untuk mempengaruhi “Ahli China” di Amerika. Ahli-ahli ini adalah orang Amerika yang memiliki pemahaman tertentu terhadap bisnis dan politik China. Mereka juga memiliki pengaruh terhadap kebijakan Amerika terhadap China.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, PKC telah menggunakan sejumlah besar uang dalam aspek ini, termasuk menyedikakan sejumlah dana penelitian untuk banyak “Ahli China,” mengijinkan kelompok ini untuk mempublikasikan artikel yang mengandung agenda PKC untuk menangani media utama, dan membantu partai untuk menyembunyikan fakta kebenaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi di China dan menipu masyarakat Amerika.

Tang menyatakan, bahwa organisasi nirlaba yang menyelenggarakan kompetisi tarian tradisional adalah untuk menyebarkan kebudayaan China, akan tetapi mereka malah diserang oleh PKC. Siapa yang tidak percaya jika terdapat motif terselubung dibelakangnya atau “tangan hitam” dibalik penyerangan ini? Banyak aktivitas masyarakat China di Amerika Serikat, seperti kompetisi karaoke dan kontes kecantikan, beberapa diantaranya bahkan tidak bermoral. Mengapa mereka tidak menyerang kegiatan-kegiatan tersebut?

Front Persatuan

Dari tahun 2001 hingga 2003, Tang adalah mahasiswa pasca sarjana di Politik Internasional dan Perkembangan Ekonomi Universitas Columbia. Dia menyaksikan sendiri bagaimana konsul China mengontrol CSSA. “Pada saat itu, saya memiliki kontak pribadi dengan orang-orang di CSSA. Mereka melakukan berbagai aktivitas dan sering kali mengundang saya,” ujar Tang. 

Menurut Tang, banyak kejadian menunjukkan kalau CSSA di Universitas Columbia adalah organisasi dimana PKC berusaha mempengaruhi mahasiswa luar negeri. Ada pertemuan berkala yang diorganisir oleh konsulat China. Ketua CSSA memiliki jadwal pertemuan tetap dengan konsulat jendral. Setiap tahun, beberapa aktivitas besar CSSA disponsori oleh konsulat China, dan perwakilan dari konsul berpidato di acara tersebut. Sebagai contohnya, konsul China membayar $ 15.000 untuk sewa gedung untuk pesta tahunan yang dilakukan di Pusat Aktifitas Mahasiswa selama Tahun Baru China.

Disebutkan, CSSA di Amerika Serikat juga memiliki tugas penting untuk mempengaruhi pakar China dari Amerika. Menurut Tang, Ketua CSSA sering didampingi oleh konsul China untuk makan malam bersama dengan “Ahli China.”

Tang menyatakan bahwa ahli China pada dasarnya menentang kediktatoran PKC sejak tahun 1989. Dengan demikian, PKC perlu melakukan cukup banyak usaha terhadap pandangan mereka. Ahli-ahli China tersebut adalah professor di Universitas Amerika, menyaring, memisahkan dan melebur dengan Ahli-ahli tersebut adalah tugas sangat penting.

Dengan melakukan hal tersebut, CSSA telah sangat membantu PKC. Atau dengan kata lain, secara tidak langsung mereka telah menutupi fakta yang terjadi di China, CSSA malah membantu “memperindah” rejim komunis, yang artinya juga membantu mereka melakukan kejahatan.

Diungkapkan juga bahwa ketua CSSA di Universitas Columbia pada masanya dibayar $ 1500 per bulan oleh konsulat China dan mungkin saja akan mendapatkan bayaran yang lebih besar sekarang ini

Karena CSSA di Universitas Columbia dikontrol oleh PKC, satu dari misi mereka juga adalah mengontrol pikiran para mahasiswa dengan mengorganisir secara berkala menonton pertunjukan dari daratan China, dengan demikian terus mempertahankan antusiasmenya dalam mendukung kebijakan otoritarian PKC. Sebagai tambahan, mereka juga mengorganisir kegiatan. Contohnya, mereka menggunakan berbagai cara untuk memotivasi mahasiswa untuk menyambut pemimpin PKC yang sedang mengunjungi Amerika.

Suatu saat ketika Jiang Zemin mengunjungi Amerika, CSSA Universitas Columnia mengirim email ke siswa-siswa China menyatakan bahwa setiap siswa akan dibayar $30 jika mereka datang menyambutnya. Mereka juga dapat membawa isteri dan anak-anak mereka, dengan demikian jika terdapat tiga anggota keluarga, mereka akan mendapatkan $90. Ketika pengumuman disebarkan, banyak reaksi yang kebanyakan menertawakan mereka. Saat pemimpin PKC lainnya mengunjungi Amerika, CSSA menaikan bayaran menjadi $ 70 per orang.

Banyak mahasiswa China baik di daratan China maupun di luar negeri yang terbuka pemikirannya sejak periode sebelum dan sesudah 1989. Pada saat itu, ketika melihat pemimpin CSSA yang dekat dengan partai, mereka akan mencurigai orang-orang tersebut dan menyebutnya sebagai “Mahasiswa Penghianat.” Pada tahun 1989, banyak pelajar dan mahasiswa yang mengorganisir organisasi mahasiswa sendiri, dan CSSA tidak memiliki pengaruh.

 “Belakangan ini CSSA semakin mengkhawatirkan. Mereka tidak lagi memberikan keuntungan bagi mahasiswa. Mereka berbicara dan bekerja untuk PKC. Pelajar yang datang ke luar negeri masih belum juga dapat melepaskan diri dari kontrol PKC. “Siswa Penghianat” tersebut mungkin sangat puas dengan diri mereka sendiri dan berpikir mereka memiliki masa depan yang bagus. Mereka telah mengikuti kelompok yang salah,” tutur Tang. 

Menurut Tang, mungkin mereka melakukan hal itu demi keuntungan atau diancam oleh PKC. Bagaimanapun, mereka sekarang ini hidup di negara bebas, yang diharapkan akan mendengar suara-suara selain suara PKC dan berharap sisi baik mereka akan muncul, sehingga dapat memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat dan memulai lagi lembaran baru yang lebih adil. Mungkin mereka dapat hidup secara jujur dan baik dengan tanpa mimpi buruk. 

”Ini adalah hal yang paling penting. Saya juga berharap mereka dapat berbicara untuk menyatakan siapa dalang dibelakang ini semua untuk memperbaiki segala kesalahan mereka,” pintanya.

(Disarikan dari berita Epoch Times 1 Juli 2007 )

http://en.epochtimes.com/news/7-7-1/57149.html

Laman Berikutnya »