SEPUTAR CHINA


Tragedi Darfur Mengancam Olimpiade Beijing

Posted in OLIMPIADE oleh Seputar China pada Juni 29, 2007

boikot

Dukungan China terhadap Khartoum, ibukota Sudan, dianggap telah memperkeruh konflik di Darfur yang telah menewaskan ratusan ribu orang. Ancaman terhadap pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008 pun dikumandangkan.

Lebih dari 100 anggota legislatif Amerika Serikat mengirim surat protes kepada Pemimpin China Hu Jintao pada 9 Mei 2007 lalu. Mereka mengingatkan akan ‘musibah’ bagi Olimpiade 2008 jika Bejing masih tidak mau memperbaiki diri untuk menghentikan pembantaian di daerah Darfur, Sudan, yang merupakan sekutu China.

Perwakilan Demokrasi California, Tom Lantos, Ketua Majelis Komite Urusan Luar Negeri, didukung oleh 106 anggota legislatif termasuk Pemimpin Majelis Kaum Mayoritas Steny Hoyer, telah mengeluarkan pernyataan yang keras. “Ini akan menjadi suatu musibah bagi China jika pertandingan tersebut (Olimpiade) akan dimeriahkan dengan para demonstran, baik berkelompok maupun individu perorangan, yang percaya akan keterlibatan pemerintah anda dalam kekerasan berkepanjangan di Darfur, jika anda tidak segera melakukan perubahan signifikan atas kondisi ini,”demikian bunyi surat tersebut.

Lantos, satu-satunya orang yang berhasil selamat dari bencana tersebut,  yang juga kritikus sejati terhadap pemerintahan yang berkuasa, memberi catatan akan adanya seruan di beberapa bagian untuk memboikot Olimpiade Beijing 2008, yang oleh beberapa aktifis dikatakan sebagai “Olimpiade Genosida.”

“Sebagai partner perdagangan terbesar Sudan, dan yang paling diuntungkan dari ekspor minyak mentah dan kontrak konstruksi, kami mendesak anda untuk melindungi imej negara anda dari noda yang tidak dapat dihapus, melalui keterlibatan anda dengan rejim genosida, hanya demi keuntungan ekonomi,” demikian bunyi surat Lantos.

Menurutnya, kedekatan hubungan ekonomi dan politik China dengan Sudan seharusnya telah memberikan Beijing “tanggung jawab khusus” untuk menegakkan resolusi PBB yang menyerukan perdamaian di Darfur.Langkah yang diambil China baru-baru ini, termasuk membujuk Pemerintah Sudan menerima pasukan perdamaian di Darfur, disambut baik oleh Lantos, akan tetapi peminjaman dana, penjualan senjata dan penghapusan utang, yang dilakukan Beijing telah “mengirimkan sinyal yang berbeda kepada Khartoum (ibukota Sudan).”

China seharusnya menekan Sudan untuk mengambil langkah-langkah termasuk diantaranya menghentikan semua operasi militer di seluruh Darfur, menarik pasukan Sudan dari daerah tersebut dan menghormati komitmennya untuk menerima Pasukan Uni Afrika dan Pasukan Perdamaian PBB, bunyi surat tersebut.

PBB menyatakan bahwa lebih dari 200.000 orang telah meninggal dan sekitar 2 juta orang menjadi pengungsi sejak konflik meletus di Darfur pada tahun 2003, ketika pemberontak menggangkat senjata melawan Pemerintah Khartoum. Khartoum menyatakan jumlah yang meninggal hanya 9000 orang.China dan Rusia, pada 8 Mei 2007 lalu menolak tuduhan kelompok hak asasi manusia Amnesti Internasional yang menyatakan mereka melanggar embargo senjata PBB dengan memasok senjata ke Sudan.

Reuters May 10, 2007

http://en.epochtimes.com/news/7-5-10/55122.html

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: