PROFILE ORGANISASI
TENTANG GHURE
Penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia masih saja terjadi di muka bumi ini, meskipun berbagai perangkat hukum yang mengatur hak warga negara telah diberlakukan dan diratifikasi oleh sebagian besar negara di dunia. Di sejumlah negara yang tidak demokratis, pelanggaran HAM masih berlangsung bahkan dalam skala yang cukup besar. Di Asia, kita mengetahui ada rejim komunis China yang represif dan totaliter, serta tidak mentolerir pluralisme dan demokrasi. Dalam skala yang berbeda, hal yang sama dilakukan oleh junta militer di Myanmar, serta penguasa di sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Pendirian GLOBAL HUMAN RIGHTS EFFORTS (GHURE) dimaksudkan untuk menjadi wadah bagi masyarakat dunia dalam menegakkan hak asasi manusia dan kebebasan berkeyakinan, untuk melawan tirani dan diskriminasi, membela dan mengupayakan keadilan bagi para korban, melindungi aktivis-aktivis pembela HAM, serta memaksa pelanggar HAM bertanggung-jawab atas perbuatannya di pengadilan.
Untuk itu, GHURE akan memonitor dan menyelidiki, serta menginvestigasi kasus-kasus pelanggaran HAM di dunia, khususnya Asia, mengumumkannya kepada publik dan menuntut pelakunya untuk melindungi hak-hak warga serta mengakhiri penindasan yang dilakukannya. GHURE juga akan menggalang solidaritas antar sesama dan menghimpun dukungan internasional untuk mendorong pelaku pelangaran HAM tunduk pada hukum internasional.
GHURE bersifat independent, non-partisan, dan mendapatkan dana bagi aktivitasnya dari sumber-sumber yang tidak mengikat, serta sumbangan dari warga masyarakat dan iuran anggota.
PROFIL ORGANISASI
Global Human Rights Effort (GHURE) didirikan pada November 2006 untuk memonitor isu pelanggaran HAM di dunia, khususnya di wilayah Asia. Pendirian organisasi ini difasilitasi oleh sejumlah kalangan dari berbagai etnis, suku bangsa dan agama. Visi perkumpulan ini adalah mewujudkan sebuah tatanan dunia baru yang menjunjung tinggi HAM, pluralisme dan demokrasi melalui gerakan moral kemanusiaan. Dan misinya menghentikan penindasan dan pelanggaran HAM yang masih terjadi di sebagian belahan dunia, khususnya di kawasan Asia melalui kegiatan riset, publikasi, advokasi dan pendidikan. Tujuan dari GHURE adalah: 1. Berkembangnya kesadaran kritis masyarakat terhadap bentuk-bentuk pelanggaran HAM di dunia 2. Adanya kebijakan nasional dan global yang melindungi dan menghargai HAM dan nilai-nilai kemanusiaan
3. Adanya Tatanan Dunia Baru yang berazaskan pluralisme-demokrasi, toleransi, dan keadilan.
KEPENGURUSAN
Kepengurusan GHURE adalah aktivis individual yang memiliki pengalaman di bidang penegakan HAM, gerakan moral dan spiritual, serta ahli dibidangnya masing-masing.Dewan PendiriDewan Pengurus
PROGRAM
GHURE akan menjalankan program kerja sebagai berikut:
Riset dan Publikasi
GHURE terutama akan menjalankan riset analitis yang diperkuat dengan investigasi. Riset ditujukan untuk mengidentifikasi permasalahan HAM dan dampaknya bagi kehidupan social kemanusian baik di komunitas local, nasional maupun internasional. Riset akan dijalankan oleh para ahli yang berafiliasi dengan GHURE dan oleh para ahli di luar lembaga. Hasil riset akan digunakan sebagai bahan untuk pendidikan publik, dan kampanye bentuk publikasi.
Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan publik adalah usaha untuk memberi informasi dan klarifikasi fakta kepada para pembuat kebijakan (legislative, eksekutif dan yudikatif) dan masyarakat umum mengenai isu-isu HAM di dunia, khususnya di Asia. Kegiatan pendidikan dan pelatihan meliputi diskusi, seminar, training, workshop, dialog dengan masyarakat, dan dengar-pendapat dengan legislative dan eksekutif. Tujuan pendidikan dan pelatihan adalah memberikan pemahaman yang benar tentang isu-isu HAM global dan dampaknya pada kehidupan kemanusiaan.
Kampanye dan Advokasi
Kegiatan ini adalah tindaklanjut dari dua kegiatan sebelumnya. GHURE akan melaksanakan kerja-kerja kampanye dan advokasi berkaitan dengan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di dunia, khususnya Asia. Hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran kritis akan isu tersebut, dengan berpijak pada fakta yang sebenarnya. Dalam keadaan mendesak, kegiatan ini bisa dilanjutkan dalam bentuk aksi damai.
Jaringan Koalisi
GHURE akan menjalin hubungan dengan berbagai kelompok atau lembaga yang menaruh perhatian pada masalah pelanggaran HAM baik yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri, serta berusaha akan memfasilitasi jaringan yang berminat dalam mengkampanyekan dan mengadvokasi isu HAM tertentu yang dirasa mendesak untuk diperjuangkan. Jaringan kerja ini bisa diperluas dalam bentuk koalisi berbagai elemen atau lembaga.
ISU PRIORITAS
Isu-isu HAM yang diprioritaskan dalam jangka pendek ini mencakup pembatasan hak berkeyakinan yang terjadi di China (penindasan terhadap penganut Katolik, muslim Uighur, kaum Tibetan, dan pengikut Falun Gong), penangkapan dan penahanan aktivis HAM di China (kasus Gao Shizeng), pengambilan organ tubuh manusia untuk kepentingan transplantasi illegal di China (kasus praktisi Falun Gong), dan isu-isu lainnya yang terjadi di Asia.
ULURKAN TANGAN